Cinta Asyila

Cinta Asyila
Bab 3 : Salah Paham


__ADS_3

Sesampainya di rumah. Syila mengganti seragamnya dengan gamis berwarna merah dan dibaluti kerudung segitiga warna hitam.


Menunaikan shalat fardhu, Mengaji, setelah itu, dia pergi ke meja belajarnya. Mengambil buku diary dan pulpennya yang ada di sana.


Syila sangat aktif dengan menulis diary nya. Bahkan, ia sering membuat karya novel yang di buat olehnya dengan tulisan dirinya. Sudag ada dua yang ia tulis.


Namun, covernya hanya seperti boneka/ hewan dll. Karena, cerita yang ditulis oleh Nya di tulis di buku biasa.


Dia sangat hobi menulis dari kelas 2 SD, namun ia tak pernah mempunyai cita cita menjadi seorang penulis di masa depan nanti.


"*Dear Diary...


Mungkin, wajahnya setampan nabi Yusuf As


Hatinya sebaik nabi Muhammad Saw


Yang aku idamkan, wahai engkau Muhammad Kenny Alfatih


Yang mempunyai wajah tampan sehingga membuat ku terpesona. Yang memiliki hati baik hingga luluhlah hati dan jiwa


~Cut Asyila Roslinda


Syila menyebut nama Kenny di buku itu. Tidak pernah ia lisankan dalam doanya. Terkadang, ia hanya cukup mengagumi tanpa melisankan pada siapapun itu termasuk Rabb nya.


Ia selalu berfikir bahwa, tak mungkin ia menjadi miliknya.


...----------------...


Seorang lelaki berusia 47 tahun berjalan menuju kamar Syila sambil membawa kado.


"Assalamualaikum Syila" ucap pak Raffi sambil mendekati Syila dan duduk di atas kasur tepatnya dekat dengan meja belajar Syila


"Wa'alaikumussalam" jawab Syila


"Lagi apa nih anak papah?" basi Pak Raffi


"Lagi.... Duduk" jawab Syila


"Oh ya, Ini... Papa bawa kamu sesuatu nih" sahut Pak Raffi


"Wahh... Makasih pah" ucap Syila


"Iya sama sama" jawab Pak Raffi

__ADS_1


"Ya udah, buka nya seorang diri ya, papa mau lanjut kerja lagi" ujar Pak Raffi


"Na'am... Semangat pah!!!" ucap Syila menyemangati sang ayah


"Iya Syila sayang. Mpuah" sahut pak Raffi sambil mengecup kening Syila


"Ih.. Kok.. Gak biasa nya deh papa ngecup aku. Sejak kapan sih?" tanya Syila


"Kok malah nanya. Harusnya senang dong kalo dikecup sama papa, itu artinya papa romantis. Kamu juga harus dapet suami kayak papa. Oke?" sahut pak Raffi


"Yaah.. Papa... Syila kan masih kecil, udah disuruh dapet suami kayak papa" ucap Syila


"Iya iya iya"


"Ya udah... Papa turun dulu ya"


...----------------...


Malam pun tiba


Keluarga Syila berkumpul di ruang makan untuk makan malam. Terdiri dari kakak (Reza Andhika Reksa, berusia 20th), Syila, ibunda (Linda Roslinda, berusia 42), ayahanda (Raffi Mariadi Reksa, berusia 47th)


"Syila... Kamu sekarang pacaran ya?" tanya Reza


"Pacaran?" tanya Pak Raffi


"Bohong kamu... Nih buktinya" ujar Reza sambil menyodorkan ponselnya kepada Pak Raffi dan bu Linda


Di ponsel tersebut. Di dalam story ig. Syila menerima bunga tersebut dengan senyum.


Pak Raffi melotot dan ingin emosi.


"Syila..." panggil pak Raffi


Syila menatap Pak Raffi yang tampaknya kesal


"Maksud kamu apa ini? Kamu... Nerima bunga ini sambil senyum dari laki laki yang haram, berarti sekarang kamu pacaran dong?" tanya pak Raffi dengan tegas


"Ngg... nggak pah... Itu permulaan aku nerima terus.." Syila yang menjelaskan langsung di bentak oleh pak Raffi


"Iya... Berarti kamu udah dekat sama zina! Kamu mau papa keseret ke neraka hah? Kamu itu anak perempuan nak, dosa dosa kamu akan dipertanggungjawabkan di akhirat nanti sama papa. Nanti papa mau bilang apa disana??!!"


Syila hanya tertunduk menangis. Pak Raffi dan keluarganya sangat tidak suka dengan pergaulan bebas seperti sekarang. Pacaran contohnya ,hal yang sangat dibenci oleh sang papa juga keluarga.

__ADS_1


Keluarga sangat menjaga dan memberi peringatan pada anak perempuan nya untuk menjaga dirinya dari yang bukan makhram


"Papa... Udah jangan terlalu menekan Syila dong pah, kasihan Syila sampai nangis gitu" ujar Bu Linda menenangkan


"Gimana gak harus neken. Pacaran sebelum nikah itu dosa hukunya Ma.... Apalagi buat anak perempuan kayak Syila" sahut pak Raffi


"Tapi Pah... Ada yang lebih besar dari dosa pacaran sebelum nikah. Yaitu menyembah berhala dan gak akan di ampuni sama Allah. Kalo pacaran, kita bisa putus, lalu... Minta maaf sama Allah karena udah mendekati zina" tutur Bu Linda


"Lagian... Syila itu belum jelasin tentang ini. Papa harusnya jangan kayak gitu sama Syila, jangan main motong ucapan Syila. Papa kan tau, Syila itu sensitif, mudah terluka" lanjut bu Linda


"Huft... Syila... Sekarang kamu jelasin tentang foto ini!" titah Pak Raffi


Syila menatap Papa nya yang tampak masih kesal dengan wajah masam. Syila yang ingin angkat bicara namun


"Itu..."


Sepatah kata tak dapat menjelaskan secara jelas.


"Pah, kayaknya Syila butuh waktu untuk kembali normal. Biasanya kan, orang yang udah nangis itu susah menjelaskan yang sebenarnya dan ketika bicara suaranya agak kaku" sahut Reza


"Syila, kamu ke kamar dulu ya, nanti, kamu datang ke sini kalo emang kamu udah bisa ngejelasin. Oke?" ujarnya pada sang adik


Hanya anggukan yang dijawab oleh Syila. Syila pun menatap sang ayah dan ibunda nya yang seaakan akan pergi.


Syila menuju kamar nya yang diatas. Lalu membuka pintu, masuk dan kemudian menurutnya rapat.


Syila turun terduduk dari berdirinya hingga duduk. Menangis tak henti sambil bersedekap di atas lutut. Ia ingin sekali merubah dirinya menjadi kuat dan lebih tegas.


Namun, sepertinya akan aneh dan tidak dapat dipercaya jika Syila berubah seperti itu.


"Ya Allah... Kuatkan hati hamba untuk menjelaskan semuanya pada ayah... Berilah hati lembut ayah untuk menerima nya. Jangan sampai ada seorang yang memotret Syila bersama lelaki haram"


"Syila..." panggil bu Linda


Syila yang mendengar pun menghapus air matanya lalu berdiri membuka pintu


Bu Linda tersenyum menatap anaknya yang tampaknya matanya sudah sembab, hidungnya merah.


Bu Linda dan Syila pun duduk di atas kasur. Syila memeluk ibu nya agar dirinya merasa hangat dan tak kesepian dalam menangis.


"Mah... Mama percaya ya sama Syila. Syila gak pernah mau deket sama laki laki bukan makhram. Syila gak mau pacaran. Syila tau kok, hukum pacaran itu dosa" ujar Syila yang masih memeluk ibundanya


"Iya Syila. Mama percaya kok sama kamu" ucap bu Linda sambil mengelus kepala Syila yang dibaluti hijab berwarna merah

__ADS_1


"Tapi... Syila bisa jelasin tentang foto itu?" tanya Bu Linda sambil memegang kepala Syila dan menegakkan nya ke hadapan nya.


Sang ayah dan seorang kakak pun datang


__ADS_2