Cinta Atau Persahabatan

Cinta Atau Persahabatan
Bagian 10


__ADS_3

Setelah selesai membakar lemak di tubuh nya, lita pun berjalan ke rumah kosnya dengan santai, sesekali lita tersenyum dan menyapa orang orang yang ada di sekitarnya itu.


ngga lama lita pun sampai di rumah teman nya itu, yaa rumah rahma, rahma tinggal sendiri di rumah yang terbilang cukup luas ini, karna rahma tinggal sendiri, akhir nya rahma menyuruh lita untuk tinggal bersama nya, awal nya rahma tidak mau menerima uang bulanan dari lita, tapi lita tidak menyerah untuk merayu temannya nya itu, dan jadi lah sekarang, rumah rahma menjadi kost kost'an untuk lita, tempat yg slalu lita singgahi di kala lelah.


"Assalamu'alaikum!!" ucap lita sedikit berteriak supaya penghuni di dalam mendengar ucapan nya itu.


"Walaikumsalam!!" ucap rahma yang juga berteriak, padahal lita sudah berada di hadapan nya, karna reflek lita pun menutup kuping nya dengan kedua tangan nya dan langsung memejamkan matanya.


"Duhh kenapa mesti teriak teriak si ram!" ucap lita gemas yang sudah Membuka mata nya, dan menarik kursi meja makan untuk lita duduki.


"Eettttssss mau ngapain lo?" ucap rahma yang langsung menepis tangan lita yg sudah siap mengambil lauk pauk untuk lita makan.


"Mau makan lah, mau ngapain lagi!" ucap lita santai sambil sesekali melihat lauk pauk di hadapan nya itu yang cukup membuat cacing cacing di perut lita berdemo untuk segera di isi.


"Mandi dulu sana!! jorok bgt si lo!!" ucap rahma sambil menata kembali makanan buatan nya itu.

__ADS_1


"Hehehehe siap bu bos!!" ucap lita yang langsung berdiri dari duduk nya dan langsung berjalan ke kamar nya untuk membersihkan diri.


Rahma yg melihat itu hanya bisa tersenyum melihat kelakuan teman serumah nya itu.


20 menit sudah berlalu, dan sekarang lita sudah rapih dengan pakaian kampus nya, lita memakai dres baby pink selutut tanpa lengan dengan ciri khas rambut nya yang slalu di ikat rapih, dan hanya menyisakan anak anak rambut yang tidak bisa ikut terikat, dengan make up yang tipis tapi tidak menghilangkan kecantikkan nya.


Lita pun langsung jalan keluar kamar, untuk sarapan, sesampai nya di meja makan lita melihat rahma masih di sana sambil memainkan ponsel nya.


"Lo belum sarapan ram?" ucap lita sambil menarik kursi untuk dia duduki.


Dan setelah percakapan singkat itu lita dan rahma pun langsung menyantap makan di hadapan nya itu, dengan sesekali melempar canda tawa mereka berdua, kali ini meja makan tidak hening, karna ada lita yang menemani rahma sarapan, biasa nya lita tidak pernah sarapan, dan langsung berangkat ke kampus, tapi kali ini rahma bisa sarapan bersama lita.


######### 


Di tempat lain, di sebuah ruangan yang begitu besar dan mewah ada seorang pria tampan, sedang berputar putar di kursi kebesaran nya, dia masih memikirkan gadis yg tadi pagi dia lihat.

__ADS_1


"Kenapa jantung gua slalu berdetak dengan cepat di saat gua melihat dia dan kenapa juga perasaan gua tadi mendadak lega saat gua melihat dia baik baik aja tadi, emang si kalo di liat liat tuh cewe cantik juga" ucap adit tanpa sadar dia tersenyum begitu lebar, dan setelah dia sadar apa yg dia pikirkan tadi dia langsung berdiri dari kursi nya dan memukul mukulkan kepala nya sesekali dia menggeleng gelengkan kepala nya.


"Gue tuh kenapa si sebenar nya, aahhhhkkkk" ucap adit sambil menarik narik rambutnya itu.


lamunan nya seketika buyar karna ada yang mengetuk pintu ruangan nya, dengan buru buru adit langsung merapikan kembali penampilan nya dan langsung duduk di kursi nya, setelah adit duduk di kursi nya dia langsung menyuruh orang yang tadi mengetuk pintu nya untuk masuk.


Tidak lama langsung masuk seorang perempuan dengan cara jalannya yang begitu centil ke arah adit. ya perempuan itu sekertaris pak bram, dan sekarang menjadi sekertaris nya. adit bukan nya tergoda tapi malah jijik melihat penampilan sekertarisnya ini rok nya yg sangat pendek dan ketat dan kemeja nya yg sudah kekecilan tapi masih saja di pakai.


"ada apa" ucap adit datar sambil melihat layar laptop di hadapan nya itu.


"hm, ini agenda bapa untuk hari ini!" ucap sekertarisnya dengan suara yang di buat buat seksi itu sambil menyerahkan buku catatan kepada adit.


Adit yang melihat itu langsung mengambil buku yang lumayan tebal itu, pas adit sudah memegang buku itu untuk adit ambil tiba tiba tangan sekertarisnya itu sudah menyentuh tangan adit. dengan reflek adit menepis tangan sekertarisnya itu dan langsung berdiri dari kursi nya.


"kamu bisa sopan gk sama saya!!" ucap adit dengan sorot mata yang sangat tajam dengan suara tegas dan dingin nya itu.

__ADS_1


bantu VOTE, LIKE DAN KOMENNYA yaa guys semoga suka sama cerita aku ini ❤


__ADS_2