
Sekarang ada seorang wanita cantik yang sedang berdiri di depan pintu yang lumayan mewah itu, wanita itu adalah Lita, ya dia sedang berdiri tepat di depan pintu ruangan bosnya itu.
Sebelum lita mengetuk pintu di hadapan nya ini, terlebih dahulu lita menarik napas dalam dalam dan mengehebuskan nya secara perlahan untuk menghilangkan ke gugupan nya saat ini, merasa sudah lebih baik akhir nya lita memberanikan diri untuk mengetuk pintu di hadapan nya ini.
Tok tok tok suara pintu di ketuk, Tak lama pintu di ketuk suara seseorang dari dalam menyuruh nya masuk, tanpa mikir panjang lagi lita langsung meraih gagang pintu untuk di buka, pas pintu sudah terbuka sedikit, dari ujung pintu lita bisa melihat jelas bahwa ada seseorang lelaki yg sedang berdiri menghadap ke jendela dan membelakangi nya dengan kedua tangan yg di masukkan ke dalam saku celana nya, lita memberanikan diri untuk masuk dan tak lupa juga dia menutup pintu nya kembali, beberapa waktu hanya ada keheningan di dalam ruangan itu, akhirnya lita pun memberanikan diri untuk bertanya terlebih dahulu.
"ada apa bapa menyuruh saya kesini" ucap lita yg berusaha sesantai mungkin, padahal jantungnya saat ini sedang berdetak kencang merasakan ketakutan yg luar biasa.
tanpa menjawab lelaki yg berada di hadapan lita itu, perlahan membalikan badan nya dan seketika lita langsung kembali gugup hingga dia menautkan Ke dua jari jari nya saking gugup nya bahkan dia sudah keluar keringet dingin yg mampu membasahi pelipis nya, tatapan amarah lelaki itu bisa lita rasakan saat ini, seketika suasana di ruangan itu terasa sangat panas dan mencengkam, perlahan rizki berjalan kedepan dan berhenti di depan meja kerja nya, tak henti"a mata rizki yg trus menerus menatap ke arah lita yg saat ini sedang menundukkan kepala nya itu.
"kamu tanya kenapa aku manggil kamu kesini" suara rizki terdengar sangat tegas dan dingin, hingga mampu membuat lita merinding seketika, lita masih saja diam dan enggan untuk menatap wajah kekasih nya itu, dia hanya bisa trus menundukan kepala nya.
__ADS_1
"BRRRAAAKKKKK" suara pukulan yg sangat keras di meja membuat lita terkesiap dan mau tidak mau mengangkat wajah nya karna Terkejut, dan secara langsung lita bisa melihat manik mata kekasih nya itu sudah memerah menahan amarah yg sangat besar.
"ka..ka..mu ke..kenapa ki?" ucap lita dengan terbata bata karna saat ini lita sangat takut.
"KAMU TAU KAN APA YANG AKU NGGA SUKA" ucap rizki dengan nada yg sudah meninggi dan perlahan berjalan menghampiri lita, dengan refleks nya lita ikut mundur untuk menjauhi tatapan mematikan Itu bagi lita, sampai lita sudah tidak bisa mundur lagi karna terhalang oleh tembok, dan saat ini tubuh lita sudah terpojokan, dia hanya bisa pasrah kepada tuhan..
"Apakah hidupku sampai sini saja tuhan" ucap lita di dalam hati, lita hanya bisa menundukan wajah nya tanpa berani melihat wajah kekasih nya itu.
"BUUGGGGGGHHHHH" suara pukulan yang sangat keras, tepat di sebelah kepala lita, iyaa rizki memukul tembok yg berada tepat di sebelah lita saat ini, hingga membuat lita meringis pelan memejamkan mata nya sebentar mendengar suara yg sangat keras itu, untung ruangan bos nya itu kedap suara jadi semua orang yg di luar tidak bisa mendengarnya.
"AKU NGGA SUKA MENDENGAR KESUSAHAN KAMU DARI ORANG LAIN LITAA" ucap rizki dengan nada yg sangat tinggi, ucapan itu mampu membuat air mata lita menerobos begitu saja melewati pipi nya, terjadi jeda beberapa saat, saat ini lita bisa mendengar deru nafas sang kekasih yg saat ini tepat berada di hadapan nya itu.
__ADS_1
"selama ini kamu anggap aku apa lit? aku ini kekasih mu bukan? kenapa kamu bisa terbuka dengan orang lain, sedangkan sama aku kamu gk pernah cerita apa pun" ucap rizki yg sekarang nada bicara nya sudah berubah menjadi lebih rendah, dan di saat itu lita memberanikan diri untuk menatap wajah kekasih nya itu, dan lita bisa melihat tatapan sendu milik kekasih nya itu dengan nafas yg masih naik turun, rizki menarik tubuh lita untuk dia peluk, dan saat ini lita menangis tersedu sedu di pelukkan kekasih nya itu, dan sesekali rizki mengusap usap lembut rambut lita yg terikat rapih itu.
"maaf, maafin aku, aku udah bentak kamu tadi, aku udah buat kamu takut" ucap rizki yg sudah melepas pelukkan nya dan langsung menangkup kedua pipi mulus milik lita dengan kedua tangan nya untuk trus menatap nya, dan seketika ibu jari milik rizki bergerak untuk menghapus air mata yg tersisa di pipi kekasih nya itu,
"kamu berhak marah seperti tadi kepada ku, ini memang aku yg salah" ucap lita yg perlahan meraih tangan kanan milik kekasih Nya itu untuk dia liat, dan benar saja tangan rizki membiru karna pukulan yg begitu keras tadi di tembok..
"tangan kamu luka" ucap lita sambil menarik tangan rizki untuk duduk di sofa yg ada di ruangan nya itu, dan setelah rizki berhasil duduk, lita pun mencari kotak obat yg berada di laci ruangan kekasih nya itu, setelah lita menemukan nya, lita pun langsung duduk di samping kekasih nya, dan membuka kotak obat nya untuk mengobati tangan kekasih nya, lita langsung meraih tangan rizki yg luka dan mengoleskan nya secara perlahan di bagian tangan nya yg memar.
setelah cukup lita pun memperban tangan kekasih nya yg terluka, setelah semua nya selasai, Lita kembali membereskan kotak obat itu, dan pas lita mau berdiri untuk menaruh kotak obat itu, dengan cepat rizki meraih tangan Nya.
Jangan lupa VOTE, LIKE DAN KOMEN nya ya guys ❤
__ADS_1