Cinta Atau Persahabatan

Cinta Atau Persahabatan
bagian 30


__ADS_3

sudah pukul 9 malam, lita masih setia menemani rizki di rumah sakit, mereka berbincang bincang santai di ruangan tersebut, ada gelak tawa di setiap obrolan mereka, lita merasa senang di saat seperti ini, ia bisa berguna buat kekasihnya itu. lita tidak merasa lelah sama sekali, padahal matahari sudah berganti menjadi rembulan.


"kamu ngga capek, sayang?" pertanyaan itu mampu membuat pipi lita merona, karena tidak biasanya rizki memanggilnya dengan sebutan sayang.


"hm, a..aku, ngga capek ko." gugupnya dengan raut wajah yang sudah memerah. rizki yang melihat wajah lita yang memerah pun hanya bisa menahan ketawanya.


"kenapa ko muka kamu merah kaya gitu?" goda rizki dengan senyum jahilnya, lita yang melihat rizki menggodanya pun, langsung memukul lengannya pelan.


rizki yang dapet serangan mendadak dari kekasihnya pun hanya bisa terkekeh geli. "kamu tuh lucu, kalo lagi tersipu kaya gitu, aku jadi gemezz sama kamu." ujarnya sambil mencubit pipi lita.


pas lita ingin memukul lagi lengan pria yang duduk di sampingnya itu, tiba tiba mereka berdua di kagetkan dengan suara.


"sa,,saya di mana?" suara itu berasal dari brangkar riko, ya, itu adalah suara riko yang baru sadar dari alam mimpinya, rizki dan lita pun terperanjat kaget, dan mereka berdua langsung berdiri dari duduknya menghampiri suara tersebut.


"pa..!" paraunya, yang langsung memegang tangan riko. "syukur, papa sudah sadar." lanjutnya dengan mata yang sudah berkaca kaca.


"eugh, papa di mana ki?" tanya riko sambil melihat putranya itu. "papa, ada di rumah sakit." jawabnya sambil terus melihat sang papa.


setelah riko dapat jawaban dari sang putra, ia tidak sengaja melihat sosok perempuan cantik yang berada di samping sang anak, wanita itu tersenyum sangat manis.


senyum itu.


dengan cepat riko melihat putranya. "wanita yang ada di samping kamu siapa?" tanyanya ingin tau, dengan cepat rizki menoleh ke samping melihat lita yang berdiri tepat di sampingnya yang juga sedang melihatnya.


jujur saja saat ini rizki sangat ingin sekali mengenali lita sama kedua orang tuanya, tapi ia takut jika sakit papa nya nanti akan parah, karena mengetahui kenyataan, bahwa anaknya sudah memiliki kekasih.


lita yang melihat tatapan rizki pun mengerti, dengan sendirinya lita mengenalkan dirinya. "hem, saya lita om, karyawan nya pak rizki di caffe nya." ucapnya dengan senyuman yang manis.


rizki sangat terkejut atas ucapan lita, sampai ia melepas genggamannya yang sedari tadi terletak di tangan sang papa. dengan cepat rizki melihat ke lita, begitu pun lita yang juga sedang menatapnya. lita pun langsung memberikkan senyum termanisnya dan menganggukkan pelan kepalanya.


"saya sangat senang om sudah sadar." ada jeda sebentar di kalimatnya. "semoga om, cepat sembuh ya." lanjutnya sambil mengelus tangan riko. riko yang merasakkan sentuhan tangan lita pun, merasa ada yang aneh dalam dirinya.


kenapa aku merasa sangat mengenalnya.


riko hanya bisa menganggukkan kepalanya pelan seraya tersenyum ke arah lita. rizki yang melihat papa nya tersenyum ke lita pun, merasa kalo papanya sudah mulai menyukai lita, ia berjanji jika papa nya sudah sehat, ia akan menceritakkan yang sebenarnya.


"yaudah, karena om sudah sadar dan baik baik saja, saya izin pulang, karena sudah malam."

__ADS_1


"aku antar yah?" tawar rizki.


"ngga usah, saya bisa pulang sendiri pak, bapak di sini saja, kasian om ngga ada yang jagain." tolak lita seraya tersenyum.


rizki yang mendengar penolakkan lita hanya bisa membuang nafasnya pasrah seraya mengangguk pelan. "kamu hati hati di jalan ya."


"iya pak, om saya pulang dulu ya, sekali lagi cepat sembuh." pamit lita, setelah mengucapkan itu lita pun langsung keluar dari ruangan om riko, tidak tau kenapa, ia merasakkan ingin sekali berada di dalam sana hingga riko sehat.


ya tuhan, ada apa dengan perasaan ku.


.


.


.


.


.


.


.


.


dengan langkah gontai ia menaiki anak tangga untuk menuju kamarnya. sesampainya di kamar, ia langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya tersebut. bunyi kucuran air yang berasal dari shower, yang mampu menenangkan hati dan pikirannya.


"gue ngga boleh jatuh cinta sama perempuan itu, ngga boleh."


"gue harus lawan perasaan ini, gue ngga boleh lemah sama perempuan."


"ayo adit, kenapa lo jadi lemah seperti ini, cuma karena perempuan itu." gumamnya sambil meninju tembok kamar mandi, sampai jari jarinya memerah karena pukulan yang sangat keras di tembok.


ia langsung menjambak rambutnya frustasi. "gue harus cari tau, ada hubungan apa sebenarnya, rizki sama karyawannya." dengan senyuman menyeringai, ia akan mencari tau itu semua.


selama beberapa menit adit menenangkan pikirannya dalam air dingin, ia langsung keluar dari kamar mandi dan langsung mengenakkan baju. ia langsung melihat hp nya, ia mengambil hp itu untuk mengerim pesan dengan seseorang.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


tepat pukul 10:15 malam, lita baru sampai di rumah temannya yang sekarang menjadi kosan nya, ia selalu membawa kuncing cadangan, agar ia bisa bebas keluar masuk rumah. itu di sarankan oleh rahma, karena bagaimana pun juga, lita sekarang sudah tinggal bersamanya, jadi rumah itu juga menjadi rumah lita.


lita pun langsung masuk ke rumah, begitu terkejut ia melihat rahma sedang menunggunya di ruang tamu dengan wajah panik.


"lo kemana aja si lit? bikin gue panik aja, hp lo juga ngga aktif jadi susah buat gue hubungi." cerocos rahma, lita yang mendengar cerocosan temannya pun hanya bisa terkekeh geli.


"gue abis dari rumah teman, sekalian ngerjain tugas, trus hp gue juga lowbet, jadi ngga bisa hubungi lo."


rahma hanya bisa mengerucutkan bibirnya kedepan, lita pun langsung mengajak rahma untuk duduk di sofa.


"oh, iya gimana, soal pertemuan lo sama teman lama orang tua lo?"


seketika raut wajah rahma berubah menjadi gembira. "oh itu, lo percaya ngga lit, kalo ternyata gue mau di kenalin sama anaknya." jawabnya dengan senyuman gembira di bibirnya.


lita yang tidak mengerti atas jawaban temannya pun hanya mengernyitkan keningnya. "maksudnya?"


rahma yang sudah sangat gembira karena percakapan mereka ini, dengan sepontan merubah mimik wajahnya, dan memutar bola matanya malas. "masa lo ngga ngerti si lit maskud gue, duhh." ucapnya frustasi.


lita hanya bisa menggeleng gelengkan kepalanya saja.

__ADS_1


"kaya semacam di jodohin gitu loh." tambah rahma yang sudah frustasi atas tingkah laku temannya ini.


lita yang terkejut mendengar itu langsung membulatkan matanya. "trus lo mau.?


__ADS_2