
"sebenar nya rizki sudah mencintai wanita lain mah, bahkan rizki selama setahun sudah menjalin hubungan wanita itu" ucap rizki sambil menundukkan kepalanya. sinta yang terkejut mendengar kejujuran dari sang anak hanya mampu membulatkan matanya itu.
###
"APPAAA, KAMU SELAMA INI SUDAH MEMPUNYAI KEKASIH?!!" ucap sinta yang masih dengan nada yang sangat terkejut itu.
"iya mah, maafin aku yang ngga pernah bilang sama mama" ucap rizki sambil bersimpuh di kedua kaki mama nya itu.
"apa karena, perempuan itu kamu menolak perjodohan ini" ucap sinta yang sekarang sudah menatap lurus lorong rumah sakit.
dengan sigap rizki mendongakkan kembali kepalanya, untuk melihat wajah mama nya "ngga mah, malah dia belum tau kalo aku di jodohin, ini murni kemauan aku ma, karena aku sangat mencintainya mah" ucap rizki dengan nada lirihnya.
perlahan sinta menundukkan pandangannya untuk melihat putranya itu "mama ingin tau wanita itu nak, bisa kamu pertemukkan dengan mama" ucap sinta yang sekarang tengah memandang wajah putranya.
rizki yang mendengar perkataan mamahnya pun langsung duduk kembali di samping mamahnya "mamah serius mau bertemu dengan wanita yang aku cintai" ucap rizki yang wajah nya sudah nampak gembira.
sinta yang melihat wajah putra pun hanya menganggukkan saja kepalanya "kalo kamu tidak bisa menjauh dari wanita itu, maka dengan terpaksa mamah harus menyuruh nya untuk menjauhi kamu" batin sinta.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
setelah obrolan rizki dengan mamahnya pun. tidak lama keluar dokter dari ruangan riko di rawat. rizki dan sinta yang melihat dokter sudah selesai memeriksa riko pun langsung bangkit dari duduk nya lalu menghampiri dokter tersebut.
"gimana dok, keadaan papa saya" ucap rizki langsung bertanya kepada dokter.
"keadaan pak riko saat ini sangat lemah, karena beliau memiliki sakit serangan jantung" ucap dokter tersebut.
"iya bu, pak. jadi tolong untuk jangan membuat pak rizki banyak berfikir dulu karena itu bisa membuat jantung nya beraksi lagi" ucap dokter tersebut .
"baik dok, terima kasih" ucap rizki yang sambil menenangkan sinta yang sudah menangis itu .
"baik pak, bu. saya permisi dulu" ucap dokter tersebut sambil berlal meninggalkan rizki dan sinta .
"gimana ini nak, keadaan papamu" ucap sinta yang terus saja menangis di pelukkan rizki itu .
__ADS_1
"mamah tenang saja, papah akan sembuh" ucap rizki yang sesekali mengusap rambut sinta dengan lembut .
"aku harus gimana tuhan, ngga mungkin saat ini aku menolak keinginan papah, tapi aku benar benar tidak siap menerima perjodohan ini" batin rizki .
.
.
.
.
.
malam sudah berganti menjadi pagi, rembulan sudah berganti menjadi mentari, seperti biasa di pagi hari lita sudah sibuk dengan pakaian lari pagi nya itu, tidak butuh waktu lama, lita sudah berpakaian rapih, kali ini ia pergi lari bersama dengan rahma.
"pagi ini sejuk banget ya lit" ucap rahma sambil merentangkan kedua tangan nya sambil menghirup udara yang segara di pagi hari.
"iya dong, mangkannya gue suka banget sama lari pagi, karena cuaca nya yang sangat mendukung" ucap lita sambil merentangkan tangan nya sama seperti rahma.
"oh iya kapan lo mau kerumah tuh cowo , lo udah tau alamat nya kan" ucap rahma yang sekarang sambil meminum air mineral yang ia bawa.
__ADS_1
"iya jadi dong, gue udah tau ko alamatnya" ucap lita dengan nada semangatnya.
lita dan rahma tidak lama berlari, hanya dua putaran taman, mereka berdua langsung menuju rumah nya, sesampai nya di rumah , mereka langsung membuat sarapan, selesai membuat sarapan mereka langsung membersihkan diri nya masing masing sebelum menyantap sarapan nya itu .