
lita yang terkejut mendengar itu langsung membulatkan matanya. "trus lo mau.?
***
rahma langsung menampilkan wajah malu malunya sambil mengangguk kecil. "asal lo tau ya lit, gue udah suka sama dia sejak kecil." jujurnya sambil menerawang pandangan nya kedepan. seketika pandangan itu berubah menjadi sendu.
"trus pas gue umur 5 tahun, gue harus ikut ayah sama bunda gue ke australia, karena ayah buka cabang perusahaan di sana."
rahma menghentikkan cerita nya sejenak, "trus gue harus terpisah sama dia selama bertahun tahun lamanya, pas nyokap sama bokap gue kecelakkan, trus meninggal, gue balik lagi ke jakarta karena ada om gue yang tinggal di sini." rahma sudah tidak bisa membendung air matanya lagi, lita yang melihat itu langsung memeluk tubuh rahma yang bergetar.
"sekarang gue akan ketemu sama dia lagi lit, pria yang slalu nenangin gue di saat gue nangis." ucap nya sambil mendongakkan kepalanya agar ia bisa melihat wajah lita yang juga sedang tersenyum ke arah nya.
lita hanya bisa menganggukan saja kepalanya. "gue ikut bahagia, kalo lo juga bahagia." ujarnya sambil tersenyum ke rahma. rahma jadi teringat masa masa iya bersama pria itu.
flashback on
kala itu rahma masih berumur 5 tahun, ia sedang berada di dalam mobil bersama kedua orang tuanya, karena ada pesta pernikahaan rekan orang tuanya di sebuah hotel bintang 5.
mobil rahma dan kedua orang tuanya pun sampai di sebuah hotel yang cukup mewah di kota jakarta. ia dan kedua orang tua nya langsung berjalan ke lift dan ayah nya menekan satu tombol yang akan mengantarkan mereka ke lantai yang sedang berada pesta tersebut.
tidak lama pun, lift itu berhenti dan pintunya terbuka, lita dan kedua orang tuanya pun berjalan beriringan, memasuki kerumunan orang orang yang menghadiri pesta tersebut.
"RENO!" panggil seseorang dari sebrang sana, iya, yang memanggil itu adalah riko, riko langsung berjalan menghampiri mereka.
"apa kabar, ren?" ucapnya sambil menyalami tangan reno. reno yang melihat itu pun lansung tersenyum dan langsung menerima uluran tangan riko. "gue baik ko." jawabnya santai.
riko pun langsung melihat wanita yang ada di sebelah reno, dan langsung menyalami nya juga. "apa kabar,lan?" tanyanya sembari tersenyum.
"aku baik." ucapnya sambil menerima uluran tangan riko. "oh iya, sinta mana, rik?" tambahnya lagi.
riko langsung menunjuk sang istri yang tengah asik berbincang sama teman teman nya. "tuh sama teman teman nya, biasa perempuan suka sekali ngegosip." ujarnya sambil terkekeh kecil di ikuti juga oleh reno yang ikut terkekeh.
wulan hanya bisa menggeleng gelengkan saja kepalanya. "mas, aku samperin sinta dulu yah?" tanyanya yang langsung dapat anggukkan oleh sang suami.
__ADS_1
rahma yang melihat sang bunda pergi begitu saja pun, merasa di abaikkan, begitu juga dengan sang ayah, yang tengah asik mengobrol dengan riko.
dengan rasa kesal, rahma pun meninggalkan sang papa yang tengah asik mengobrol itu, ia memilih tempat duduk paling pojok dan menangis di msnang
"kenapa, bunda dan ayah melupakkan aku." gumamnya sambil trus menangis. tanpa rahma sadari ada pria yang sekitar umur delapan tahunan itu menghampiri nya dan langsung duduk di sebelahnya.
"kenapa nangis?" tanya pria tersebut, membuat rahma tersentak kaget. "kamu siapa, jangan culik aku." ujarnya yang ketakutkan, pria itu hanya bisa terkekeh kecil mendengarnya.
"kalo mau nyulik bukan di sini tempatnya, di sini tuh ramai, yang ada nanti aku di pukulin karena menculik gadis yang sedang menangis" celotehnya yang mampu membuat rahma mengakhiri tangisnya dan tertawa pelan.
pria itu menoleh ke arah rahma yang sekarang tengah tertawa itu. "kamu sendirian di sini, orang tua kamu di mana?" tanyanya yang langsung membuat muka rahma murung kembali.
"aku ngga suka, ayah sama bunda." ucapnya yang sudah menangis kembali.
pria itu pun kelabakkan karena gadis kecil yang di samping nya ini kembali menangis, dengan sigap pria tersebut memeluknya, rahma yang di peluk oleh pria lain selain ayahnya pun merasa salah tingkah dan seketika pipinya merasa panas.
pria itu merasakkan kalo gadis kecil itu sudah tidak menangis pun melepaskan pelukkannya tersebut, dan melihat wajah rahma yang sudah memerah karena malu. pria itu langsung tersenyum melihat rahma salah tingkah.
"di mana orang tua kamu, biar aku antar kesana.?" tanyanya yang langsung dapat anggukkan setuju oleh rahma, mereka pun berjalan beriringan sampai satu suara meneriaki nama gadis yang ada si sebelahnya, dan langsung memeluk gadis kecil itu.
"aku kesel bunda sama ayah sibuk sama urusannya masing masing." ucapnya kesal. wulan dan reno pun langsung meminta maaf kepada sang putri karena telah mengabaikkannya.
"mamah" ucap pria itu terkejut karena melihat mamahnya berada di sana berasama papahnya.
"kamu, bawa anak orang ngga bilang bilang, bikin orang panik aja." ucap sinta yang memarahi sang putranya.
"ini anak kamu sin?" tanya wulan yang langsung dapat anggukan oleh sinta. "ya ampun tampan sekali, makasih ya nak, kamu udah bawa rahma kesini." ucapnya sambil tersenyum ke arah pria itu.
"sama sama tante." jawabnya yang mampilkan senyumnya itu.
"siapa nama kamu?" kali ini yang bertanya reno.
"rizki om." ucapnya sopan.
__ADS_1
###
setelah pertemuan mereka di pesta seminggu yang lalu, wulan dan sinta mengajak anak anak mereka untuk jalan jalan di sebuah mall di kota jakarta, sinta dan wulan melihat kedua anak mereka begitu bahagia bermain di salah satu permainan yang terletak di mall tersebut.
"lihat deh mereka, begitu sangat dekat, dan bahagia yah" ucap sinta sambil terus tersenyum melihat putranya yang begitu sabar mengajari rahma bermain.
wulan pun menoleh sebentar ke arah sinta. "iya, bagaimana kalo kita jodohin saja mereka berdua?" pertanyaan itu mampu membuat sinta menoleh tidak percaya ke teman nya itu. "aku sangat percaya sama rizki, kalo dia bisa menjaga rahma suatu saat nanti" tambahnya lagi.
"kamu serius sama omongan kamu itu?"
"iya sin aku serius, kalo mereka sudah dewasa, baru kita kasih tau tentang perjodohan ini." sinta yang mendengar penuturan wulan pun menganggukkan kepalanya tanda setuju.
sedangkan itu di tempat permainan itu ada dua anak yang berbeda umur tengah asik bermain.
"aku ngga bisa main ini, bangki." ujarnya sambil merajuk, rizki yang melihat rahma merajuk pun mengampirinya.
(oh iya, bangki itu singkatan abang iki yah, soalnya rahma belum bisa berbicara R, hehe okeh lanjut)
"sini biar aku yang mainin." rizki pun mengambil alih alat pencapit boneka tersebut, dan yah, rizki berhasil mengambil satu boneka panda berukuran kecil itu dan langsung ia berikan ke rahma.
"terima kasih bangki." ucapnya sambil terus tersenyum.
rizki pun hanya menganggukan saja kepalanya.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
bersambung