
"LITAA" ucap rizki yang terkejut dan langsung melihat ke arah teman nya itu, dari tatapan rizki, hendra pun bisa mengerti dan langsung melanjutkan ceritanya.
"iyaa lita, lo kenal kan?" tanya hendra yg sedang membenarkan posisi duduk nya menjadi tegak dan menatap lurus ke arah rizki, adit yg mendengar pembicaraan teman nya itu pun hanya menyimak saja dan trus fokus ke layar handphone nya.
"iya, kenapa sama lita?" ucap rizki yg nada suara nya yang sedikit khawatir.
"selama 3 hari ini lita telat trus ke kampus. dan setelah gue tanya kedia, katanya belakangan ini cafe lo rame trus, jadi dia lembur sampai larut malam, dan gue mohon sama lo ki, izinin dia balik cepat kalo lagi ada kelas pagi aja, gue kasian sama dia, setiap hari di marahin sama dosen trus!!" ucap hendra panjang lebar dan ada sedikit nada memohon di kalimatnya itu, rizki begitu terkejut mendengar ucapan hendra itu.
"Sebegitu dekatnya kah lita dan hendra? kenapa lita gk pernah cerita sama gue! selama ini lita anggap gue apahnya si? sampe cerita tentang kesusahannya aja dengan orang lain" ucap rizki di dalem hati.
Hendra yang melihat rizki melamun, akhir nya menepuk pundak rizki agar rizki sadar kembali, seketika lamunan rizki buyar dengan sekali tepukan di pundak nya, dan langsung menatap hendra yang tangan satu nya masih memegang pundak teman nya itu.
"ko lo malah ngelamun si ki? gimana? bisa yaa yaa yaa" ucap hendra sambil menyatukkan kedua telapak tangan nya di depan dada, seperti orang memohon.
Belum rizki menjawab, hendra meneriaki nama seseorang "LITAAAAAAAAAA" teriak hendra dengan satu tangan nya melembai untuk memanggil teman nya itu mendekat. seketika rizki pun ikut menoleh dan dia melihat seseorang wanita cantik yg sangat di sayangi nya itu berdiri tidak jauh dari tempat nya dia duduk.
__ADS_1
Lita yang merasa namanya di panggil pun menoleh ke arah sumber suara yg tadi memanggilnya hendra gumam lita pelan, dan mata lita melihat satu orang pria yg sangat di kenal nya sedang duduk di samping hendra dengan mata yg terlihat begitu kesal.
"rizki, ko bisa sama hendra" ucap lita di dalam hati sambil trus berjalan ke arah hendra, pas lita sudah sampe di meja mereka.
"ini ki yang nama nya lita, lo kenal kan?" ucap hendra dengan santainya sambil menyenderkan pundaknya pada sandaran kursi.
lita pun langsung menautkan ke dua alis nya tanda dia tidak mengerti, tapi setelah lita melihat ke arah rizki, lita bisa melihat muka rizki yang sedang menahan kesal, dan lita yakin hendra sudah berbicara yg tidak tidak kepada rizki.
Rizki tidak menjawab ucapan hendra, rizki langsung berdiri dan langsung memasukkan kedua tangan nya kedalam saku celana nya menatap lekat lekat ke arah lita.
"duh apa gue salah ngomong yaa" ucap hendra yang langsung menegakkan lagi duduknya dan menepuk kening nya dengan telapak tangan nya.
Lita yang mendengar suara hendra pun langsung menatap hendra dan langsung duduk di kursi yang bekas rizki duduki itu "emang lo ngomong apa ndra" ucap lita yg trus menatap ke arah hendra.
Adit yg sedang fokus bermain game di ponsel nya pun seketika menghentikan acara nya itu, karna mendengar suara yang tidak asing di telinganya, pas adit melihat ke arah perempuan tepat dia hadapan nya itupun langsung membulatkan bola matanya "DIA" ucap adit di dalam hati yg trus saja fokus menatap wajah cantik wanita di hadapannya itu, seketika jantung adit berdegup dengan cepat.
__ADS_1
"hmm, sorry yaa lit, dan akhirnya hendra menceritakan kembali apa yg di ucapkan nya ke pada rizki tadi"
"duh lo gimana si ndra, kenapa lo bilang sama pak rizki" ucap lita penuh prustasi.
"yeh kan niat gua baik lit, gua cuma mau bantu lo doang, biar lo gk terlalu cape" ucap hendra yg membela diri nya sendiri.
"iyaa tapi bisa kan, lo ngga usah ikut campur sama masalah gue, kalo sampe gua di pecat gimana ndra? cari kerja di jakarta itu susah" ucap lita dengan mata yg berkaca kaca dan bibir yg bergetar menahan tangis nya.
Hendra yg melihat lita hampir mau menangis, secara reflek memegang tangan lita, dan seketika lita langsung menatap lekat wajah hendra.
"lo ngga perlu takut, kalo sampe rizki mecat lo, gue yg bakalan ngmong sama dia biar lo gk di pecat" ucap hendra dengan nada yg lebih lembut dari yg tadi, dan baru kali ini hendra berbicara seserius ini kepada lita, biasa nya dia hanya slalu berbicara dengan nada jenaka nya, yg slalu membuat orang lain ingin sekali menampol wajah nya yg watados itu.
lita hanya bisa menganggung anggukan kepala nya tanda dia mengerti dengan ucapan sahabat nya itu, dan lita pun langsung beranjak dari duduk nya, untuk menemui kekasih sekaligus bos nya itu, lita sudah mengumpulkan segenap keberanian nya, untuk menghadapi amarah kekasih nya saat ini, walaupun lita tau, kalo kekasih nya saat ini marah kepada nya karna dia tau semua masalah lita saat ini dari orang lain, bukan dari diri nya langsung..
jangan lupa VOTE, LIKE DAN KOMEN yaa guys, semoga suka dengan cerita ku ini 😘😘❤
__ADS_1
selamat membaca ❤