
setelah melihat kejadian tadi di lorong rumah sakit, adit memutuskan untuk meninggalkan rumah sakit tersebut, dengan wajah yang sulit untuk di artikan, ada sedikit hatinya tergores melihat lita di peluk oleh pria lain, bahkan pria yang memeluk lita itu adalah teman kecilnya.
selepas keluar dari rumah sakit, adit langsung menjalankan mobilnya ke sesuatu tempat yang bisa membuat pikiran dan hati nya tenang. iya, disinilah ia berada, memandang lautan yang sangat berisik dengan suara ombak yang menabrak batu karang di pinggir lautan, di tambah angin lautan yang menerpa wajah dan rambutnya, membuat ia sedikit tenang.
tapi ketenangannya tidak bertahan lama, setelah ia membayangkan kejadian tadi di lorong rumah sakit. "shiiitttt, kenapa sama hati gue?, kenapa sama perasaan gue?, kenapa sama diri guee?, kenapa gue ngerasa ngga ikhlas banget ngeliat tubuh lita di peluk sama pria lainn." teriakknya penuh dengan emosi.
adit langsung mengambil batu kerikil di sekitarnya untuk ia lemparkan ke tengah lautan, "aaahhhhkkkkkkkkk, brengsekkkkkkkk!!" teriaknya lagi.
ia langsung mengatur nafas nya yang masih turun naik menahan emosi yang begitu menggebu gebu, "kenapa sama gue?." gumamnya pelan sambil mengusap wajah nya kasar, "ngga mungkin kan gue jatuh cinta sama dia." lanjutnya lagi.
"ada hubungan apa sebenarnya mereka berdua?" adit hanya bisa bertanya tanya pada dirinya sendiri. "gue harus cari tau soal ini." lanjutnya.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
rizki dan lita pun sekarang sedang berada di ruangan riko (papahnya rizki), lita mengamati wajah pria yang masih setia memejamkan matanya itu, ada sedikit rasa aneh di hatinya di saat iya melihat pria itu, lita merasa dekat sekali dengan pria itu, tapi lita merasa baru hari ini melihat pria paruh baya tersebut. "papah kamu sakit apa?" pertanyaan lita yang berhasil membuat rizki menoleh ke arahnya.
"hm, papah aku kena serangan jantung lit." jawabnya yang langsung mendundukkan kepalanya, ia langsung terbayang atas perlakuannya ke papahnya, ini semua gara gara dirinya.
lita yang begitu terkejut pun, hanya membulatkan matanya sempurna, dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya. "yaa ampun, ko bisa?" pertanyaan lita yang ini, membuat rizki tidak bisa berkata kata lagi, ia bingung harus menjelaskan dari mana, jujur saja saat ini rizki belum siap dan tidak akan pernah siap harus kehilangan lita.
rizki tidak langsung menjawab pertanyaan dari lita, ia sedang sibuk melihat wajah kekasihnya itu, yang sudah hampir ingin menangis, ia bingung harus bicara seperti apa, ia tidak mau sampai lita tau kalo papahnya masuk rumah sakit karena dirinya yang menolak perjodohan yang kedua orang tuanya lakukan.
"jawab aku ki?" pekik lita dengan air mata yang sudah berhasil lolos dari mata bulatnya itu, rizki langsung memejamkan matanya sebentar, dan langsung menatap lekat wajah lita, "papah aku lagi ada masalah sama orang, dia emosi dan akhirnya masuk rumah sakit." jawab rizki sambil mengusap air mata lita yang berhasil lolos ke pipinya.
"maafkan aku lit, aku terpaksa berbohong."
lita hanya bisa memandang pria yang sudah menjadi kekasihnya setahun yang lalu itu dengan tatapan sendu, "maaf aku sampai nangis seperti ini, karena sejak kecil aku tidak pernah melihat ayahku." kejujuran lita yang ini membuat rizki terkejut, iya, rizki baru mengetahui itu sekarang.
"aku ngga bisa bayangin, kalo ayahku yang berada di sini, aku sangat ingin bertemu dengannya." akhirnya isak tangis lita pecah saat itu juga, dengan sigap rizki menarik tubuh lita kedalam pelukkan nya, membiarkan wanitanya menangis di dalam pelukkannya.
__ADS_1
"ayah kamu akan baik baik saja, kamu akan bertemu dengannya." ujar rizki sambil mengelus rambut lita, agar wanita itu tenang. detik itu juga lita melepas pelukkan rizki dan kembali menatap rizki dengan senyum sendu.
"bagaimana aku bertemu dengannya." lita langsung menundukkan kepalanya. "ayah ku sudah berada di syurga." tambahnya yang mampu membuat rizki terkejut untuk yang kedua kalinya. rizki tidak bisa berkata apa apa lagi.
"kata ibu, ayah aku meninggal saat aku masih di dalam kandungan ibu." tambahnya yang sudah menegakkan lagi kepalanya menatap rizki sambil tersenyum sendu.
rizki yang melihat lita dengan senyum sendu pun, kembali memeluk tubuh mungil wanita nya, "maafin aku sayang, aku benar benar ngga tau soal ini." rizki merasa bersalah sudah berbicara seperti itu ke lita.
lita yang mendengar permintaan maaf rizki pun hanya bisa terkekeh kecil sambil melepas pelukkan itu, "aku ngga apa apa ko, kamu ngga usah panik kaya gitu." ujarnya sambil tersenyum manis ke arah rizki. rizki yang melihat lita sudah bisa tersenyum lagi pun merasa lega.
"kamu memang perempuan yang pantas untuk aku perjuangkan"
"satu pesan aku, kamu harus jaga papah kamu, jangan sampai suatu saat nanti kamu menyesal." ucapan lita yang sekarang mampu membuat tubuh rizki menegang, "ya ampun apa ini, kenapa lita berbicara seperti itu" batin rizki.
rizki terhanyut dengan semua perkataan lita tadi, apa ia harus menuruti kemauan sang papah yang akan menjodohkan nya dengan anak temannya, tapi ia juga ngga bisa kehilangan lita, sosok wanita yang kuat dan mandiri, yang mampu mencuri sepenuh hatinya.
"ko kamu, bengong?" tanya lita yang berhasil membuat rizki tersadar kembali dari lamunannya.
"ah, itu aku gapapa ko, aku cuma lagi mikirin, perkataan kamu tadi, aku akan menjaga papah ku sekuat tenaga aku lit." jawab rizki dengan senyum yang di paksakan. lita yang mendengar itu hanya bisa tersenyum ke arah rizki.
"maafin aku lit, aku belum siap untuk cerita semuanya sama kamu, tapi aku janji, jika semua masalah aku sudah selesai, aku akan menceritakan semuanya sama kamu."
__ADS_1