
"Hey, girls! Kalian akan datang ke pesta ulang tahunku yang ke enam belas, bukan?"
Ini sudah kesekian kalinya Jenny menanyai kedua teman baiknya; Alexa dan Gaby, perihal ulang tahunnya yang akan ia rayakan hari ini.
"Kau tahu sendiri kan kalau orang tuaku selalu mengizinkanku." Jawab Alexa.
"Yah, kuharap aku seberuntung dirimu, Alexa. Mamaku selalu saja melarangku, bahkan jika aku mengatakan akan pergi bersama kalian." Balas Gaby yang mendengus kesal lalu meletakkan kepala di mejanya dan meniup poninya yang berwarna biru.
"Cobalah untuk membujuk Mamamu, Gaby." Alexa meletakkan tangan kanannya yang mengepal di meja dan menopang dagunya, "Ini ulang tahun Jenny, tidak mungkin kau akan melewatkannya, bukan?"
"Akan kucoba membujuknya sepulang sekolah siang nanti, itu pun kalau dia sudah pulang dari kantornya."
"Itu baru Gaby!" Seru Jenny senang sambil merangkul bahu kanan Gaby, "Jangan lupa! Aku menunggu kalian berdua pukul tiga tepat sore ini."
"Bukannya pesta ulang tahunmu mulai pukul 3:30 sore?" Tanya Alexa.
"Kalian adalah tamu spesial di ulang tahunku, tentu saja kalian tidak boleh terlambat."
"Iya deh, iya." Jawab Alexa dan Gaby bersamaan.
Saat mereka bertiga asyik bersantai di kelas, Miss Polly; wali kelas mereka, mengunjungi kelas XI Science III yang merupakan ruang kelas Alexa, Gaby dan Jenny.
__ADS_1
"Nona Lucas! Ikut ke ruanganku sekarang!" Seru Miss Polly dengan raut wajah galak. Jenny menelan ludahnya dengan kasar, sementara kedua gadis di sampingnya menunggu jawaban.
"Aku tadi mengerjai Bianca." Kata Jenny menjawab kebingungan Gaby dan Alexa. Alexa menepuk dahinya sementara Gaby menghela napas pasrah.
***
Alexa dan Gaby kemudian menemui Jenny di kafetaria, "Miss Polly menyuruhku pulang dua puluh menit lebih lama setelah jam pulang sekolah. Katanya, dia akan menyuruhku membersihkan lapangan olahraga sekolah sebagai hukuman karena membuat Bianca jatuh ke lantai yang licin." Jenny memanyunkan bibirnya, pertanda dia sekarang sedang kesal.
"Yah, semoga beruntung dengan hukumanmu." Ledek Alexa, lalu Alexa dan Gaby terkekeh.
"Terus saja ejek aku seperti itu." Kata Jenny sambil menyilangkan kedua tangannya, kesal dengan kedua sahabatnya. Bukannya mendukungnya, Jenny malah di jadikan bahan tertawaan oleh mereka.
Yang di tanya hanya menunduk dan tersenyum malu, lalu memilin rambut cokelatnya dengan satu jari, "Aku melakukannya untuk Andy yang hampir di celakai oleh Bianca."
"Kau melakukannya untuk kakakku?!" Teriakan Gaby mengundang perhatian hampir seluruh siswa di kafetaria itu, Gaby pun mengangkat tangan kanannya di udara dan meminta maaf karena berteriak.
Tatapan Gaby lalu kembali pada Jenny, "Apa kau... Em..." Gaby ragu-ragu mengatakannya.
"Menyukai kakakmu? Ya, aku menyukai dia saat pertama kali aku ke rumahmu untuk mengerjakan tugas bersama hari itu."
Ketiga gadis itu terdiam sejenak sebelum teriakan girang dari Gaby terdengar, "Aku harus memberitahu Andy mengenai hal ini." Gaby buru-buru mengambil ponselnya yang berwarna biru dari saku baju seragamnya.
__ADS_1
"Gaby, jangan beritahu kakakmu!" Jenny berseru histeris.
"Mengapa tidak? Aku senang karena sebentar lagi kau akan menjadi calon kakak iparku."
"Ini bukan waktu yang tepat, Gaby. Semuanya perlu waktu!"
"Baiklah, baik!" Gaby mengurungkan niatnya untuk menelepon Andy. Jenny lalu menyadari Alexa hanya terdiam sedari tadi, "Ada masalah apa, Alexa?"
Alexa yang memusatkan perhatiannya pada seseorang pun tersadar mendengar Jenny yang berbicara kepadanya, "Eh, aku... Akan kembali. Kalian tunggu saja aku disini." Alexa berdiri dari duduknya lalu mengejar orang yang ia perhatikan tadi. Gaby dan Jenny saling bertukar pandang, kebingungan melihat tingkah Alexa.
Sementara Alexa terus mengejar orang itu hingga ke koridor. Dia adalah orang yang Alexa sukai sedari kelas X, namanya Alvin. Sekarang Alvin kelas XII, satu tingkat lebih tinggi dari Alexa.
"Alvin! Tunggu!" Alexa berteriak mencegah Alvin yang sedang membuka lokernya.
"Ada apa, Alexa?" Tanya Alvin, menutup kembali lokernya dan memusatkan perhatian pada gadis yang memanggilnya.
"Aku... Hanya ingin tahu... Apakah kau mau pergi ke ulang tahun Jenny bersamaku?"
"Maaf, Alexa. Tapi aku akan pergi bersama Gaby." Alvin sebenarnya tidak enak menolak ajakan Alexa, tapi dia sudah mencari banyak alasan untuk mengajak Gaby, dan acara ulang tahun Jenny ini adalah kesempatan yang tepat.
Alexa terlihat kecewa, tapi berusaha menutupinya, "Tidak apa-apa. Kalian bersenang-senanglah!" Kata Alexa sambil mengangguk-angguk dengan senyum kecut di wajahnya.
__ADS_1