
"Apa yang kau dan Miss Polly bicarakan?" Tanya Livian setelah Alexa keluar dari ruangan Miss Polly.
"Miss Polly menugaskanku untuk mendata siswa di kelasku untuk ikut berpartisipasi dalam lomba yang di adakan pada hari rabu, tanggal 20 Mei."
"Hei, itu kan-"
Alexa lalu memotong kalimat Livian, "Our school anniversary? Ya, kau benar."
"Apa saja lomba yang akan diadakan di sekolah ini?" Tanya Livian lagi.
"Pertandingan bola basket, lomba menyanyi, menari balet, dan lain-lain. Entahlah, aku tidak ingat semuanya."
Seketika keheningan mengelilingi mereka sebelum Alexa kembali berbicara, "Aku akan kembali ke kelasku sekarang, Gaby dan Jenny pasti menungguku saat ini. See you later, Livian! " Alexa melambai pada Livian.
Namun Livian memanggil nama Alexa, membuatnya menghentikan langkah kaki dan membalikkan badan menghadap Livian yang masih berdiri di depan pintu ruangan Miss Polly, "Ada apa, Livian?" Tanya Alexa.
"Apa... Kau ingin makan siang bersamaku pada jam istirahat hari ini?" Setelah setahun mereka bersekolah di sekolah yang sama, Livian akhirnya memberanikan dirinya untuk mengajak gadis yang ia sukai untuk menghabiskan waktu bersamanya. Terukir senyum di bibir Alexa, "Tentu... Aku akan mengajak kedua sahabatku. Sampai jumpa di kafetaria siang nanti!"
"Tunggu Alexa, bukan itu yang-" Alexa tidak menunggu Livian menyelesaikan kalimatnya, dia berlari ke kelasnya meninggalkan Livian di belakangnya.
"... Ku maksudkan. Aku hanya mengajakmu, hanya kau." Kata Livian lagi, walaupun Alexa tidak bisa mendengarnya. Dia pun menghela napas pasrah, "Ya sudahlah... Mungkin lain kali." Livian lalu tersenyum pada dirinya dan kembali ke kelasnya.
***
Pukul 11:00 siang, Alexa, Gaby dan Jenny menemui Livian di kafetaria, "Hai, Liv! Apa kau sudah lama menunggu kami?" Sapa Alexa sambil duduk di kursi yang berseberangan dengan Livian, diikuti oleh kedua sahabatnya.
"Yah, lumayan." Kata Livian lalu mengedikkan bahunya, "Kalian bertiga pesanlah makanan terlebih dahulu. Aku masih menunggu teman-temanku."
__ADS_1
"Teman? I didn't know that you're have friends too. Setahuku, kau orangnya penyendiri." Jenny agak meledek sambil mengibaskan rambutnya yang ia kuncir ke belakang. Yang bisa Livian lakukan hanya terkekeh, lalu menjawab Jenny, "Tentu aku punya teman. Andy dan Alvin akan datang kemari sebentar lagi."
"What!" Seru Alexa dan Jenny bersamaan. Kedua gadis itu lalu saling menatap dan menertawai satu sama lain, membuat suasana makin kikuk.
Yang di tunggu-tunggu pun tiba. Alvin dan Andy menghampiri mereka berempat tanpa mengatakan sepatah kata pun, sementara Jenny dan Alexa membeku di tempat masing-masing ketika melihat orang yang mereka sukai, duduk tepat di seberang mereka.
"Apakah kalian akan memesan atau hanya tinggal diam menunggu bel masuk kelas berbunyi?" Kata Livian Alexa dan Jenny; juga Gaby yang rupanya sibuk memainkan ponselnya sedari tadi dengan diam. Tanpa di minta, Alexa langsung berdiri dari duduknya, "Aku saja yang akan memesan." Katanya lalu melirik Jenny dan Gaby, "Kalian mau pesan apa?"
"Seperti biasa..." Jawab Jenny sambil mengalihkan pandangannya pada Alexa selama sepersekian detik, lalu kembali memerhatikan Andy yang duduk tepat di sebelah kiri Livian. Alexa tersenyum geli melihat tingkah Jenny, lalu menatap Gaby yang tidak berhenti mengetikkan sesuatu di ponselnya, "How about you, Gaby?"
Gaby akhirnya mengalihkan matanya dari ponsel miliknya, "Maaf, tadi kau bilang apa?" Tanya Gaby polos, membuat Livian, Alvin dan Alexa tertawa, "Jadi sedari tadi kau tidak mendengarkan kami berbincang?" Kata Livian di sela-sela tawanya, "Aku tidak menyangka kau bisa melucu, Gaby."
Sontak Gaby merasakan wajahnya merah merona, ini pertama kalinya Livian memanggilnya dengan nama panggilannya sejak mereka saling mengenal. Tanpa sadar Gaby melirik ke arah Livian secara diam-diam. Livian lalu menatap Gaby dan pandangan mereka bertemu, membuat Gaby merasakan jantungnya berdegup cepat.
Suara notifikasi dari ponsel Gaby membuatnya mengalihkan tatapannya dari Livian. Fiuh, untung saja perhatianku teralihkan sebelum aku mejadi gila karena Livian, batin Gaby. Ia lalu mengecek notifikasi yang rupanya berasal dari akun instagramnya.
"Gaby..." Alexa menyentuh bahu kiri gadis berambut biru itu, Gaby mendongakkan kepalanya, "Kau belum bilang mau pesan apa, kan?" Ujar Alexa.
"Aku ingin dua sandwich." Gaby menjawab. Mungkin menambah porsi makan akan membuatku melupakan Alexa dan Livian, batin Gaby.
"Apa kau sanggup menghabiskannya?" Alexa sedikit meledek.
"Aku... Sangat lapar. Sekarang pergilah..."
"Okay, okay. Aku akan pergi tanpa kau minta." Jawab Alexa sambil terkekeh lalu menyusul Livian.
Selesai memesan makanan, Alexa dan Livian berbincang-bincang tentang anniversary sekolah mereka sambil menunggu makanan di sajikan, "Apa kau ikut lomba di anniversary sekolah nanti?" Tanya Alexa saat membuka percakapan.
__ADS_1
"Yap, Miss Ely mendata di kelasku tadi pagi."
"Lomba apa yang kau ikuti?"
"Aku sebenarnya ingin ikut lomba menyanyi, tapi Alvin-"
"Alvin kenapa?" Tanya Alexa cepat dengan raut wajah khawatir.
"Dia memasukkanku ke dalam tim basket nya. Tentu saja aku tidak menolaknya, bukan hanya karena dia temanku tapi aku juga tidak yakin kalau Miss Ely akan memilihku dalam lomba beryanyi itu."
Alexa tersenyum miring lalu menepuk bahu kanan Livian untuk menyemangatinya, "Jangan berkecil hati seperti itu, Liv. Bukan hanya kau yang takut gagal, semua orang takut gagal. Namun jangan jadikan itu alasan untuk membuatmu mundur dari meraih apa yang kau inginkan."
Livian tersenyum hangat pada Alexa dan merasakan hatinya berbunga-bunga karena gadis itu berusaha menyemangatinya. Aku semakin yakin tentang perasaanku padamu, Alexa, batin Livian.
Alexa baru menyadari tangannya yang masih memegang bahu Livian, "M-maaf." Ia lalu menarik tangannya dari Livian dan merasa canggung. Makanan yang telah di sajikan menyelamatkan Alexa dari suasana canggung itu, ia dan Livian pun membawa makanan itu ke meja di mana teman-teman mereka berada.
Sebelum mereka berdua tiba di meja, Livian kembali bertanya pada Alexa, "Sepertinya tadi kau sangat mengkhawatirkan Alvin, Alexa! Apa kau suka dengan dia?" Livian benar-benar to the point kali ini. Alexa terkejut dengan pertanyaan Livian hingga hampir melepaskan sepiring sandwich milik Gaby dari tangannya.
"A-aku... Me-mengapa kau tiba-tiba m-menanyakan itu?" Tanya Alexa balik dengan gugup.
"Aku tidak bermaksud apa-apa. Tidak heran kalau kau suka pada Alvin, dia adalah siswa yang populer dan para gadis akan melakukan apapun agar bisa menjadi pacarnya. Contohnya saja Bianca..."
Alexa terkesiap, "Bianca... Siapa?"
"Kau tahulah... Bianca Rasya Roland, anak dari wakil kepala sekolah kita, Mr. Roland."
"Kau dan Alvin sekelas dengan Bianca?" Alexa memperjelas apa yang baru saja ia pikirkan.
__ADS_1
"Memangnya kau tidak tahu?" Tanya Livian. Alexa hanya menggelengkan kepalanya, "Aku ingin tahu bagaimana itu terjadi, tapi aku sangat lapar sekarang. Kita lanjutkan percakapan ini nanti saja, ya?" Kata Alexa sambil mengelus perutnya, Livian tertawa di buatnya lalu mengangguk dan mereka pun berjalan menghampiri teman-teman mereka.