
"Gaby! Gaby! Tunggu!" Suara Alvin meneriakkan nama Gaby saat dia berjalan keluar dari area pesta.
"Ada apa, Vin! Kau tidak lihat aku sedang tidak ingin di ganggu?!" Bentak Gaby kesal, masih memikirkan perhatian Livian ke Alexa.
"Yah, maaf. Aku hanya ingin menawarkanmu tumpangan kembali ke rumahmu."
"Tidak perlu. Aku bisa pulang sendiri!" Kata Gaby sambil berjalan menjauhi Alvin.
Saat sampai di rumah, Gaby langsung berjalan ke kamarnya sambil menghentakkan kaki, bahkan Gaby mengabaikan Delancy yang menyapanya. Begitu pula Andy yang menyapa adiknya itu, "What's wrong, girl? Mengapa kau kelihatan kesal?" Andy menghalangi Gaby yang hendak ke kamarnya.
"Bukan urusanmu! Out of my way! " Gaby menepis salah satu tangan Andy yang terentang ke samping agar ia bisa menuju ke kamarnya.
Gaby menghempaskan dirinya ke tempat tidur tanpa sempat mengganti gaunnya. Baru saja dia akan memainkan ponselnya, dia mendapatkan panggilan video dari Alexa.
"Gaby! Mengapa kau pulang tanpa pamit terlebih dahulu?!" Jerit Alexa dari seberang telepon. Dia terlihat kesal.
Gaby hanya memasang senyum paksa, "Aku tiba-tiba sakit kepala, jadi aku tidak sempat pamit. Maaf membuatmu khawatir."
"Lain kali kabari aku kalau kau perlu sesuatu, bukankah aku sudah memberitahumu berkali-kali?"
"Iya, iya, lain kali aku akan mendengarkan. Aku akan istirahat sekarang, I'll call you later." Tanpa menunggu Alexa menjawab, Gaby mematikan telepon sepihak.
***
Pagi ini Gaby tidak bersemangat seperti biasanya. Dia bahkan menghabiskan lima menit lebih lama untuk bersiap-siap berangkat ke sekolahnya.
Dengan kemeja putih polos, rok hitam di bawah lutut, sepatu kets warna biru tua dan rambut birunya yang ia kuncir kuda, Gaby menghampiri meja makan untuk sarapan bersama mama dan kakaknya.
"Pagi, Ma! Pagi, Kak!" Gaby menyapa keduanya, namun yang menyahut hanya Andy.
"Ini sarapan Anda, Nona!" Delancy memberi Gaby sepiring sandwich kesukaannya.
__ADS_1
"Delancy, berapa kali aku harus memberitahumu untuk memanggilku Gaby saja?"
"Baik, um, Gaby." Jawab Delancy gugup.
Gaby mengangguk tanda puas karena Delancy akhirnya memenuhi permintaannya. Ia pun memakan sandwichnya tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Itu membuat Emelie bertanya-tanya, apa yang terjadi dengan putrinya yang menjadi pendiam hari ini?
"Tidak ada, Ma. Gaby cuma banyak pikiran, itu saja." Jawab Gaby datar, "Kak, aku akan menunggu di mobil." Kata Gaby lagi setelah menghabiskan sandwichnya.
Untungnya Gaby tidak perlu menunggu Andy terlalu lama di mobil. Mereka pun berangkat ke sekolah bersama.
"Ada apa denganmu hari ini, Gaby?" Tanya Andy saat mereka berjalan masuk ke gerbang Wonderfull High School, tempat mereka bersekolah.
Wonderfull High School atau WHS, adalah sekolah populer di kota mereka. WHS adalah salah satu sekolah impian Alexa, Gaby dan Jenny saat mereka masih SMP dulu dan sekarang, mereka berhasil bersekolah di WHS dan tahun depan mereka akan lulus dari WHS.
"It's not your business." Jawab Gaby ketus.
"Okay, okay. Tidak apa-apa kalau kau masih tidak ingin menceritakannya. Aku akan di dekatmu kalau kau ingin bercerita." Kata Andy lalu menepuk bahu kanan adiknya, "Whenever you ready, I'll be there for you." Andy lalu berjalan lebih dulu menuju kelasnya.
"Pagi, Gaby!"
"Hai, Alexa." Gaby balas menyapa gadis rambutnya di kepang itu. Sikap datar Gaby membuat Alexa bertanya-tanya, "What's wrong with you, Gaby?"
"Aku baik-baik saja, aku hanya kurang bersemangat hari ini. Sekarang jika kau tidak keberatan, please leave me alone! " Gaby lalu mempercepat langkah kaki menuju ruang kelasnya dan Alexa mengikuti dengan tergesa-gesa.
Tiba di ruang kelas, Jenny memerhatikan tingkah Gaby yang aneh hari ini dan menatap Alexa seakan bertanya: ada apa dengannya?
Alexa hanya mengedikkan kedua bahu lalu duduk di kursinya yang tepat berada di belakang kursi Gaby. Setelah menaruh tasnya di laci meja, Alexa kembali menatap Jenny yang duduk diseberang kanan Gaby. Alexa memberikan kode kepada Jenny untuk mencari tahu apa yang terjadi pada sahabat periang mereka itu.
Jenny berdiri dan menarik kursinya mendekat ke Gaby, "Hai, Gaby. Kebetulan sekali kau datang sedikit lebih lambat hari ini." Jenny memulai percakapan.
"Langsung saja, what do you want? "
__ADS_1
"Aku ingin bertanya padamu mengenai Andy." Jenny asal-asalan memilih topik pembicaraan, membuat Alexa menghela napasnya kasar sambil menatap Jenny kesal.
"Andy baik-baik saja, dia sudah sarapan tadi pagi."
Jawaban Gaby pada Jenny sudah cukup membuat Alexa sadar bahwa memang ada sesuatu yang salah pada Gaby hari ini. Apa itu ada hubungannya dengan pesta ulang tahun Jenny, tanya Alexa dalam hati.
Sedangkan Jenny berpikir bahwa pertanyaannya kurang tepat, "Apa kau memberitahu Andy kalau aku telah memaafkannya?" Tanya Jenny lagi.
"Ya, sudah kulakukan."
"What did he say?" Tanya Jenny semakin antusias dan melupakan tujuannya, yaitu membujuk Gaby untuk menceritakan masalahnya.
"Dia bilang: sampaikan terima kasihku pada Jenny karena telah memaafkanku."
Tanpa sadar Jenny bertepuk tangan kegirangan sambil berteriak senang, "Mengapa kalian tidak chatting lewat whatsapp saja? Pasti lebih mudah..." Gaby mulai menggerutu, "Aku bukan merpati pos kalian."
Jenny menanggapi Gaby dengan tertawa, "Mungkin sudah saatnya kau mendapatkan perhatian dari seseorang yang-"
"But let me stop you there... Oh, before you speak..." Gaby segera memotong kalimat Jenny dengan menyanyikan salah satu lirik lagu Meghan Trainor. Alexa tersenyum mendengar suara merdu Gaby yang sangat mirip dengan Meghan Trainor.
Alexa akan menghampiri kedua sahabatnya sebelum mereka berdua terlibat perdebatan kecil, namun Alexa kembali duduk ke kursinya saat Livian mengetuk pintu kelas mereka.
"Alexa, Miss Polly ingin berbicara denganmu. Dia memintaku untuk mengantarmu menemuinya." Kata Livian tanpa mengalihkan tatapannya dari Alexa hingga mata mereka bertemu. Gaby yang melihat hal itu memalingkan wajahnya ke arah jendela di samping kirinya. Apa Livian perlu menatap Alexa seperti itu, batin Gaby, lalu tersadar dengan apa yang baru saja ia pikirkan dan menggelengkan kepalanya.
Sadarlah, Gaby! Kau bukanlah siapa-siapa bagi Livian!
"Apa yang ingin Miss Polly bicarakan denganku?" Tanya Alexa.
"Entahlah, dia tidak memberitahuku. Mungkin sesuatu yang penting."
Alexa lalu beranjak dari kursinya dan menghampiri Livian, "We better find out. See you later, girls!" Alexa melambaikan tangan kepada kedua sahabatnya.
__ADS_1
"See ya!" Balas Jenny dan Gaby bersamaan.