Cinta Atau Sahabat?

Cinta Atau Sahabat?
Alexa's Crush


__ADS_3

Sekarang pukul 14:30, masih ada waktu setengah jam lagi bagi Alexa untuk berangkat ke pesta ulang tahun Jenny. Ia telah menyiapkan apa yang akan dipakainya, yaitu gaun warna biru langit selutut. Alexa juga telah selesai menyiapkan kado yang berisi boneka beruang ukuran sedang, berwarna cokelat. Ku harap Jenny menyukainya, batin Alexa.


Havana, ooh na-na (ay)


Half of my heart is in Havana, ooh-na-na (ay, ay)


He took me back to East Atlanta, na-na-na


All of my heart is in Havana (ay)


There's somethin' 'bout his manners (uh huh)


Havana, ooh na-na (uh)


Musik 'Havana' yang dinyanyikan oleh Camila Cabello terdengar diponsel Alexa, "Siapa yang menelepon?" Gumam Alexa saat tahu bahwa lagu yang telah ia setel menjadi nada dering itu berasal dari ponselnya. Nama Gaby tertera di layar ponsel Alexa, dia pun menjawab telepon.


Alexa: Halo. Ada apa, Gaby?


Gaby: Mengapa kau meninggalkanku tadi di sekolah, huh?! Kau tahu hari ini aku sedang piket kelas, bukan?!


Suara Gaby melengking di telepon sehingga Alexa harus sedikit menjauhkan ponsel dari telinganya. Gadis ini akan membuat telingaku tuli, maki Alexa dalam hati.


Alexa: Aku tadi ada urusan hingga melupakanmu.


Alexa berbohong. Dia meninggalkan Gaby karena mengingat Alvin yang akan mengajak Gaby untuk pergi ke ulang tahun Jenny bersamanya. Alexa tidak menyalahkan sahabatnya itu, dia menyalahkan dirinya.


Mengapa aku menyukai orang yang menyukai sahabatku dan bukannya menyukaiku?


Itulah yang hati kecil Alexa tanyakan kepada dirinya sendiri yang bahkan tidak mengetahui jawaban yang tepat.

__ADS_1


Gaby: Kali ini aku memaafkanmu, tapi lain kali tidak akan. Oh ya, aku akan ke rumahmu sebentar lagi.


Alexa: Hah? Untuk apa?


Gaby: Untuk menjemputmu agar kita bisa pergi ke pesta ulang tahun Jenny, tentunya. Don't tell me that you forget about it!


Alexa: Kupikir kau akan pergi bersama Alvin?


Gaby: Kata siapa?


Alexa: Alvin sendiri yang memberitahuku. Sebaiknya kau menerima ajakannya, dia pasti kecewa kalau kau menolak.


Gaby: Tapi Alexa... Aku ingin pergi bersamamu.


Alexa: Tunggu sebentar... Ibuku memanggil dari lantai bawah.


"Iya, Bu!" Seru Alexa pada ibunya.


"Akhirnya kau turun juga, Alexa. Temanmu menunggumu dari tadi." Kata Diandra pada Alexa sambil memajukan sedikit bibirnya untuk menunjuk pada seorang laki-laki, yang sekarang sedang duduk di sofa ruang tamunya. Alexa mematung sejenak di anak tangga terakhir, tempatnya sekarang berdiri.


"Hai, Alexa!" Lelaki itu menyapa Alexa dengan senyumnya.


"Livian? A-apa yang kau lakukan disini?" Tanya Alexa pada lelaki bernama Livian itu. Alexa mengenalinya, karena Livian adalah teman sekelas Alvin.


Livian pun menjawab pertanyaan Alexa, "Aku ingin mengajakmu pergi ke pesta ulang tahun Jennifer."


"Kalian berbincang-bincang saja dulu. Tante akan ke dapur membuat jus." Ujar Diandra yang hendak melangkah ke dapur, namun di hentikan oleh Alexa, "Tidak perlu, Bu."


"Alexa... Tidak menjamu tamu yang berkunjung itu tidak sopan!" Diandra memperingatkan putrinya.

__ADS_1


"Tapi, Bu-"


"Alexa benar, Tante. Tidak perlu repot-repot. Lagipula, kami akan pergi ke acara pesta Jennifer. Mungkin lain hari saja ketika saya berkunjung." Livian menengahi perdebatan kecil antara ibu dan anak itu, walaupun sebenarnya ia tidak keberatan jika mendapatkan sedikit penyegar tenggorokan.


"Baiklah kalau begitu Tante akan meninggalkan kalian disini." Ucap Diandra sambil berlalu. Sementara Alexa mendengar Gaby berteriak dari ponselnya.


Alexa: Apa lagi sih?


Gaby: Siapa itu yang sedang berada di rumahmu?


Alexa: Livian. Dia mengajakku pergi bersamanya ke pesta Jenny.


Gaby: Oh begitu... Baiklah, aku pergi bersama Alvin saja.


Alexa: Good girl! See you at the party!


Gaby: Okay, see ya!


"Maaf ya, Livian. Aku membuatmu menunggu." Alexa berpaling pada lelaki yang masih duduk di sofa.


"Tidak apa-apa. Pestanya juga akan di mulai satu jam dari sekarang, jadi tenang saja."


"Ya, tapi si penyelenggara pesta ingin aku hadir di pestanya setengah jam dari waktu yang seharusnya."


"Oh benarkah? Kau mau berangkat sekarang?"


"Tentu. Jika kau tidak keberatan, aku akan kembali ke kamarku untuk bersiap-siap."


"Baiklah, aku menunggumu di mobil."

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, Alexa menghampiri Livian di mobilnya dengan gaun biru muda, rambut pirangnya yang ia kuncir dan di sapu ke bahu kirinya, "Ada yang salah, Livian? Mengapa kau menatapku seperti itu?"


Livian yang memakukan pandangannya ke Alexa menjadi salah tingkah, "Eh, tidak ada yang salah. Sebaiknya kita pergi sekarang, shall we? " Kata Livian yang memutar kunci untuk menyalakan mobilnya. Alexa menjawab dengan satu anggukan.


__ADS_2