Cinta Atau Sahabat?

Cinta Atau Sahabat?
Gaby's Crush


__ADS_3

Gaby: Siapa itu yang sedang berada di rumahmu?


Alexa: Livian. Dia mengajakku pergi bersamanya ke pesta Jenny.


Gaby: Oh begitu... Baiklah, aku pergi bersama Alvin saja.


Alexa: Good girl! See you at the party!


Gaby: Okay, see ya!


Kecewa? Mungkin. Kecewa pada Alexa? Tentu tidak. Gaby tahu, Livian belum mengetahui bahwa Gaby menyukai Livian sehingga dia merasa aneh jika Livian... Dekat dengan gadis lain, bahkan kepada sahabatnya sendiri.


Apa Gaby cemburu? Mungkin.


Tapi dia tidak akan menyalahkan Alexa karena dekat dengan Livian. Justru sebaliknya, Gaby menyalahkan dirinya sendiri karena tidak berani mengatakan perasaannya pada Livian. Tapi, seperti yang Jenny katakan: semuanya perlu waktu.


Jari Gaby sibuk mencari kontak telepon Alvin di ponselnya. Saat Gaby mendapatkan apa yang ia cari, dia menekan tombol 'dial' di pojok kanan bawah.


Gaby: Halo, Alvin!


Alvin: Hai, Gaby. Ada apa? Tidak biasanya kau menelepon.


Gaby: Alexa bilang, kau ingin mengajakku ke pesta ulang tahun Jenny.


Alvin: Ya, itu benar. Aku senang kau mengetahuinya lebih dulu. Aku akan menjemputmu, oke?


Gaby: Oke. Aku akan menunggumu di rumahku. See you later, Vin!

__ADS_1


"Let's see!" Gaby membuka lemari pakaiannya setelah menutup telepon, "Merah? Tidak, terlalu anggun. Kuning? Terlalu mencolok. Ungu? Tidak." Gaby terus memilih gaun yang cocok, tapi tidak menemukan satu pun yang pas.


Sebenarnya Gaby bisa saja menyuruh Delancy untuk memilihkannya gaun, tapi dia tidak ingin mengganggu Delancy yang sedang sibuk di dapur. Oh ya, Delancy adalah pembantu di rumah Gaby, tapi dia lebih menganggap Delancy sebagai saudari daripada pembantu. Usia Delancy yang dua puluh tahun sekarang ini membuat Gaby merasa nyaman di dekatnya karena dia selalu mendengarkan keluh kesah Gaby setiap saat. Bahkan saat Gaby pernah satu kali itu bertengkar dengan Emelie, Delancy yang memberi nasihat agar Gaby menghormati Emelie, karena Emelie tetaplah orang tua Gaby.


"Ah, ini dia!" Gaby menarik gaun berwarna biru langit dari lemari. Gaun itu mengingatkannya pada Alexa dan Jenny, karena mereka memiliki gaun dengan warna dan model yang sama. Sebut saja gaun biru langit itu sebagai gaun persahabatan mereka bertiga.


Setelah bersiap-siap, Gaby keluar dari kamarnya dan berbelok ke kanan. Itu adalah arah ke kamar Andy. Gaby mengetuk pintu kamar yang bernuansa cokelat dan hitam itu, "Aku tidak ingin di ganggu!" Begitulah jawaban Andy. Tapi apakah Gaby peduli? Tidak. Dia tetap masuk ke kamar Andy walau Andy melarangnya.


"Kau tidak mengerti bahasa, ya?" Tanya Andy sarkastik.


"Jika semua orang sama menyebalkannya denganmu, maka jawabanku adalah ya!"


Andy yang duduk di kursi belajarnya beralih ke tempat tidurnya dan berbaring, "Apa yang kau inginkan?"


"Aku hanya ingin memastikan kau telah bersiap-siap."


"Kau lupa kalau Jenny berulang tahun hari ini? Dan dia mengundangmu."


"Jenny? Jenny siapa?" Andy menggaruk pelipisnya dengan jari telunjuk.


Gaby menghembuskan napasnya kasar, merasa kesal dengan kakaknya yang satu itu, "Teman kelasku, Jennifer."


Jentikan jari Andy terdengar oleh Gaby, "Oh, Jennifer yang itu. Sampaikan saja permintaan maafku padanya."


"Hah? Memangnya kenapa?"


"Aku tidak bisa datang. Miss Reila memberiku tugas matematika dan harus selesai hari ini juga." Jelas Andy, kembali ke meja belajarnya dan mulai mengerjakan tugas, "Padahal Jenny sengaja mengundang Livian dan Alvin agar kau juga datang." Gumam Gaby.

__ADS_1


"Apa kau bilang?"


"Eh, aku tidak mengatakan apapun. Baiklah akan kusampaikan." Jawab Gaby.


Suara klakson mobil terdengar di depan rumahnya bersamaan dengan Alvin yang mengirimkan pesan whatsapp di ponsel Gaby.


Alvin


Aku ada di depan rumahmu saat ini.


Gaby


Aku ke sana sekarang.


"Kurasa aku harus pergi sekarang." Ucapnya pada Andy.


"Wait... Dengan siapa kau akan pergi?"


"Teman kelasmu, Alvin."


"Oh, okay then. Aku bisa mempercayai anak itu." Balas Andy.


"Aku pergi sekarang. See you soon! "


"Yeah, see you! Beritahu Alvin untuk hati-hati!"


"Okay!" Teriak Gaby saat menjauh dari kamar Andy.

__ADS_1


__ADS_2