Cinta Beda Bangsa

Cinta Beda Bangsa
Bab 23


__ADS_3

"Nando apa yng terjadi kepdamu?" Tanya satria


"Satria... " gumam nando kecil


"Kau knpa nando, kenpa kau nangis, seumur hidup ku baru kali ini aku melihat mu menangis nando?" Tanya satria mendekati nando


"Aku merasa gagal jadi adik saat, aku terlalu takut kehilangan kak Vhito, tpi aku lebih takut gk bisa berbuat apa apa untuk nya" jawab nando dengan mengatur nafas nya


"Tenang nando, tolong ceritakan padaku, ada apa dngan Vhito?" Tanya satria excited


Namun nando ingat akan janji nya kada siska untuk tidak menceritakan ini kepda siapa pun


"Nando, kmu yakin tak ingin berbagi crita kpdaku ?" Tanya satria


"Aku boleh minta tolong pdamu sat" tanya nando


"Tentu... " jawab satria singkat


"Tolong jangan beri tahukan tentang keadaan ku saat ini" pinta nando


"Aku janji, akan merahasiakan ini semua dri siapa pun" jawab satria


"Trimakasih sat" jawab nando


"Apa kamu masih tetap tak ingin menceritakan kpdaku tentang Vhito" tanya satria


"Maafkan aku satria, aku sudah berjanji kpda seseorang untuk tidak menceritakan kepada siapa pun... "jawab nando

__ADS_1


"Baik lah, aku memahami itu ndo" jawab satria


"Apa kamu masih tetap ingin mengurung diri dsni Ndo?" Tanya satria


"Iya, aku sedang ingin sndri "jawab nando


"Apa kmu tidak mengingat seseorang?" Tanya satria


"Seseorang?" Gumam nando


"Arin, dia sangat mengkhawatirkan mu bhkan dia juga merindukan mu?" Jawab satria


"Astaga arindi...." teriak nando yng lalu melesat pergi


Dsar bucin, bisa bisanya dia meninggal kan aku bgitu saja "grutu satria


"Dmna arin?" Tanya nando yng melihat aris dan rendi sedang berburu di hutan


"Dia ada di basecamp" jawab aris


Tanpa trimakasih atau apa pun nando melesat pergi ke basecamp


"Arin... "panggil nando lirih


"Apa kau masih mengingat ku?" Jawab arin ketus tanpa melihat Nando


"Tentu aku mengingat mu, krna kamu itu kekasih ku" jawab nando merasa bersalah

__ADS_1


"Nando kenpa kau terlihat kusam, apa kau sedang ada masalah "tanya vania slah satu vampire yang juga nongkrong di basecamp


"Arin yng sedari tadi tak ingin memandang nando, tiba tiba berbalik badan dan memandang nando setelah mendengar ucapan vania


"Aku tidak apa apa, hanya sedang kurang makan saja" jawab nando sepele


Yng membuat semua tertawa, berbeda dengan arin yng memilih untuk pergi karna masih merasa kesal dengan nando


"Kenapa dia terlihat kusam dan lemas, apa dia sakit, Ahk masa vampire sakit sih, apa dia sedang dalam maslah?" Gumam arindi dalam hati


"Tuhan ada apa dengan nando, aku takut dia knpa napa tuhan "grutu arindi dalam hati dengan langkah nya yng cepat krna nando trus mengejar nya


"Knp, kamu trus mengjar ku? Tanya arin ketus dengan membalik kan badan ke nando


"Krna aku tau kau ingin aku kejar?" Jawab nando santai


"Pikiran macam apa itu?" Jawab arin mengerut kan kening


"Kalo kamu berniat menghindar pasti kamu melesat pergi, tpi kamu tetap jalan tanpa sedikit pun berniat melesat, itu tanda nya kamu berharap ku kejar" jawab nando sedikit salting dngan gaya nya menggaruk garuk rambut nya


"issst..... "kesal arin, lalu melesat


"Aku sudah berusaha menghibur mu, namun kau tak menghargai ku jdi tolong jangan slah kan aku jika aku berusaha cuek padamu dan fokus akan maslah kakk ku, semoga engkau mengerti" kata nando yng tak mungkin bisa di dengar arin lalu nando pun melesat pergi


Tanpa di ketahui nando dan arin ternyta raja aryatama chaniago pun ada di atas pohon mendengar kan smua ucapan nando


"Maslah??? Masalah apa yng sedang di hadapi Vhito sehingga nando terlihat begitu mencemas kan Vhito "gumam raja aryatama

__ADS_1


__ADS_2