
"Arindi Nando, apa kalian tidak ingin sarapan bersama kami?" suara Arthania terdengar dri luar
"Nando ngantuk kak, biarkan dia tidur" jawab Arindi sembari membuka pintu lalu keluar mengikuti kakak nya...
"Memang nya apa yng terjadi semalam kak?" Tanya Arindi sembari berjalan menuju ruang makan....
"Nanti kakk jelaskan di meja makan saja" jawab Arthania dengn memeluk adik nya girang
"Pagi ayah ibu" sapa Arindi kepada raja Christian dan Ratu Olivia yang hanya di jawab dengn senyum ramah
"Mna nenek dan kakek Bu?" Tanya nya lagi
"Kakek dan nenek mu sudah pulang bersama ke6 anak pengawal nya" jawab Ratu Olivia
"Suami mu tidak ikut sarapan?" Tanya Raja Christian
"Dia lelah yah, dia memilih tidur, dia bilng habis di kerjain sma kalian" jawab Arindi memandang kakak kakak nya bergantian
"Kami hanya main main saja, tidak bermaksud mengerjai" jawab Vhito menahan tawa
"Memang nya apa yng kalian lakukan?" Tanya Arindi menelisik
"Semalam kakk menidurkan mu di kamar tamu, dan para pengawal mengeblok pengelihatan kita semua, agar tidak mencium keberadaan mu?" Jelas Arthania
"Kenapa kakk menyembunyikan ku, dan kenapa Nando harus marah sma kalian?"
"Syang, jelas lah Nando marah, ini kan malam pertama dia, tpi istrinya justru tak terlihat oleh nya" jelas Ratu Olivia
"Oh, jadi itu sebab nya Nando marah" ucap Arindi polos yang di sambut tawa oleh mereka
"Apa kak Arya juga tak ikut sarapan syang?" Tanya Alex kpda Arthania
"Kak Arya Tama butuh istirahat syank, krna kak Arya Tama tidak seperti kita" jawab Arthania
" Ya sudah kita mulai sarapan nya, dan setelah nya kita pulang ke istana, biarkan Arindi beristirahat" ucap Raja Christian
"Baik yah, jawab Vhito yang juga di jawab anggukan oleh smua yng di meja makan
"Sayang, bangun lah, ini udh malam syank" terdengar suara Arindi membangun kan pria yang kini sudah resmi menjadi suaminya
__ADS_1
"Emmm" jawaban yng kluar dri mulut Nando
"Apa kmu tidak lapar?"
"Aku lapar syank, tpi aku ingin memakan mu saja" jawab Nando sembari menarik Arindi untuk tidur di samping nya
"Bagaimana bisa kmu mau memakan aku" Arindi menjawab dengn sedkit menyungut
"Apa ayah dan ibu sudah pulang? Tanya Nando dengn mata tetap terpejam
"Baik lah, besok kita ke sana ya, skrng boleh aku minta tolong siapkan baju ku syank, aku gerah dan ingin mandi"
"Baik syang ku" ucap Arindi segera berdiri dan di ikuti Nando yang berdiri menuju bathroom untuk membersihkan tubuh nya yang belum sempat dia bersihkan sejak acara kemarin
"Sayang apa apa'an kmu!? Kenapa tidak memakai handuk" triak Arindi spontan menutup mata Dengan kedua tangan nya, yang melihat suaminya berjalan dengan tubuh polos tanpa sehelai kain
"Kenapa kamu menutup mata?"
"Aku tak mau mengotori mata suciku, dengn melihat cacing mu"
"Aku ini suami mu sayang"
"Tapi aku belum terbiasa"
__ADS_1
"Buka matamu agar kmu terbiasa"
Tok tok tok.... Terdengar suara pintu di ketuk
"Siapa?" Tanya Arindi dengn masih menutup mata
"Maaf tuan Putri, anda dan tuan muda di panggil pangeran Arya Tama" ucap pengawal dri balik pintu
"Kata kan ke pada kakak 10 menit lagi kmi kluar" jawab Nando sembari memakai pakaian
"Apa kmu akan terus menutup mata sayang?" Tanya Nando setelah selesai mengenakan pakaian
"Pakai dlu pakaian mu!!!" Triak Arindi
"Buka matamu syank" ucap Nando dengn melepas tangan Arindi dari muka nya secara perlahan
"Aku akan bener bener mambuat mu kewalahan saat kita sudah di dimensi manusia saja agar tidak ada yng mengganggu kita" ucap Nando dengan mengecup bibir istrinya
Kecupan yng awalnya hanya sebuah kecupan biasa, kini justru menjadi adegan berciuman, Arindi yng setadinya terdiam di kecup oleh suaminya kini pun membalas ciuman itu....
Hingga mereka bermain lidah bersama melalui ciuman yng berawal dri kecupan,
Perlahan nafas mereka mulai tersengal sengal, di lanjut kan dengan tangan yang super aktif dari Nando, meraba seluruh bagian tubuh istrinya....
Adegan yng yng meraka lakukan dengn berdiri membuat Nando mau tidak mau mendorong istrinya ke tempat tidur tanpa melepas kan ciuman....
"Emb, yang embz ang" suara Arindi tak jelas krna trus mendapatkan serangan dari suaminya...
"Aaak Ama aaya aa" suara Arindi trus terdengar sembari memukul mukul bahu suami nya yng masih menindih badan nya
"Kmu kenapa syang?" Tanya Nando melepaskan ciuman tpi tetep dengn tangan yng trus berkeliaran meraba tubuh istrinya
"Kak Tama sudh menunggu kita syang"
"****,,, aku lupa" ucap Nando menghentikan aktivitas nya
Mereka segera merapikan diri untuk menemui kakak nya....
"I love you sayang" bisik Nando sembari memeluk istrinya untuk kluar dri kamar
"Love you more sayang" jawab Arindi yang berada di pelukan suaminya dan trus mengikuti berjalan kluar kamar
__ADS_1