
" Apa kamu benar benar akan menghukum ku?" Tanya Arindi ketika Nando meletakkan nya di ranjang
"Tentu, sebelum aku menghukum mu, cepat lah mandi dan aku akan makan siang sebentar" ucap Nando datar
Arindi segera menuju kamar mandi krna dia sudah merasa gerah setengah hari keliling mall
"Dsar perempuan ******, lihat lah aku akan membalas perbuatan mu, berani berani nya kau ngadu ke suami ku kalo aku ke mall"
"Lagian kenapa sih dia harus marah marah, kan aku cuma jalan jalan sambil nyari baju, aku juga bukan anak kecil yng tidak bisa jaga diri"
"Sayang" mau sampai kapan kamu di dalam?" Triak Nando
Arindi yang sedang berendam di dalam bat up sambil menggerutu kemudian mempercepat mandi nya agar suami nya tidak semakin marah kepadanya
"Apa kamu sudah makan sayang?" Tanya Arindi saat keluar dari kamar mandi
"Sudah, aku gerah syang, aku mandi dulu ya?"
"Sayang?"
"Iya" jawab Nando mengurung kan niat nya untuk ke kamar mandi
"Apa kamu masih berniat menghukum ku?" Tanya Arindi
"Tentu, kenapa? Kamu tidak sabar untuk aku hukum? Tanya Nando
"Hukuman apa yng akan kamu berikan kepada ku?
"Nanti juga kamu tau" ucap Nando kemudian memasuki kamar mandi
"Sayang" panggil Arindi ketika melihat Nando sibuk berkutat dengan laptop nya
Namun Nando hanya menjawab dengan deheman kecil "heem"
"Apa kmu masih menyayangi ku?" Tanya Arindi
"Tentu" jawab Nando dengan menatap ke arah istrinya yang terlihat panik di atas ranjang " kenapa kamu bertanya itu?"
"Apa kamu akan berikan hukuman cambuk untuk ku?"
"Sungguh sayang, aku tidak melakukan apa pun, aku hanya ingin makan siang sekalian mencari baju, bukan kah kamu tau aku tidak memiliki banyk baju di dimensi manusia"
"Sayang, tolong ampuni aku" rengek Arindi memelas ke arah suaminya
"Sayang, kita tidak sedang di alam kita, yng ketika melakukan kesalahan akan segera di cambuk" jawab Nando singkat dengan menutup laptop nya kemudian berjalan mendekati istri nya
"Sudah saatnya aku menghukum mu syang" bisik Nando di dekat telinga istri nya yang masih terlihat panik
"Tolong ampuni aku syang, atau kamu mau aku mengadu ke kedua kakak ku?" Ucap Arindi sedikit mengintimidasi
"Bahkan kedua kakak mu yang meminta ku untuk menghukum dengn cara seperti ini" ucap Nando membuat Arindi makin tak mengerti
__ADS_1
"Maaf syang, aku terlalu sibuk sampe aku sering mengabaikan mu, aku tidak punya banyak waktu menemani mu" ucap Nando sembari mengecup kening istrinya
"Sepertinya aku perlu membawa dua atau tiga pengawal dari bangsa kita, agar tidak kecolongan lagi, aku takut kamu kenapa Napa ketika kamu nekat keluar tanpa aku"
"Manusia di sini tidak pecus menjaga mu bahkan mereka saja lebih menuruti perkataan mu"
"Maafkan aku sayang, tapi aku pasti bisa menjaga diri sayang" ucap Arindi bergelayut di lengan suaminya sembari rebahan bersama
"Aku hanya terlalu mengkhawatirkan mu sayang" ucap Nando sembari mengecup kening istrinya
Kecupan kening yang menunjukkan betapa sayang nya Nando terhadap istrinya itu turun setelah persekian detik
Kecupan itu mendarat ke bi\*ir Arindi yng ranum, kecupan dari kecupan kini berubah jadi ciuman lembut antara keduanya
Mereka terbawa suasana menikmati kecupan yang menjadi ciu\*a\* lembut dan semakin lama menjadi ciu\*a\* panas di ikuti tangan Nando yang semakin liar bermain di tengkuk dan gundukan da\*a milik istrinya
Arindi yang setadinya panik karna akan mendapatkan hukuman kini mulai mengikuti permainan suaminya....
De\*ahan de\*ahan kecil yang Arindi keluarkan menambah gair\*h Nando untuk terus melakukan permainan nya lebih dalam
Suasana kamar yang luas dan di lengkapi AC kini terasa panas bagi suami istri yang sedang melakukan adegan dewasa
Ciu\*an Nando kini bukan lagi di bi\*ir ranum istrinya, melainkan sudah turun ke leher dengan satu tangan nakal nya yang berhasil melepas ba\*u tidur yang di kenakan istrinya
Usaha Nando terlihat gigih hanya dengan satu tangan mencoba melepaskan seluruh benang yang menempel di badan istrinya
Ada kepuasan tersendiri buat Nando setelah malam pertama nya tertunda karna ulah kakak nya yang mengerjainya waktu itu
Sedangkan Arindi? Iya dia hanya bisa mengeluarkan suara suara kecil yang membuat Nando semakin lihai mengusai permainan....
Ketikan ciu\*an Nando sudah mendarat ke sebuah gundukan yang terdapat di da\*a istrinya, Nando semakin tidak bisa mengontrol dirinya, dia makin menjadi jadi membuat istrinya susah untuk bernapas ciu\*an itu semakin lama semakin turun dan kali ini Nando benar benar tak bisa menahan nya lagi....
Nando melepas kan semua baju yang ia kenakan malam itu "sayang aku takut" ucap Arindi terbata bata
"Tenang lah sayang aku akan melakukan nya dengan perlahan" ucap Nando sembari mengecup bi\*ir istrinya
__ADS_1
Mereka melanjutkan adegan panas itu dengan berpeluh dan suhu ruangan yang tak kalah panas nya dari adegan mereka
"Au,,,, sayang sudah lah, aku tidak mau" triak Arindi ketika Nando akan mencoba memasukkan senjata nya ke milik istrinya
"Sabar sayang, ini hanya sakit di awal saja, setelah itu aku janji, tidak akan membuat mu sakit" ucap Nando menenangkan istrinya
"Tapi ini sakit sayang" rengek Arindi menitikan air mata sembari terus mencengkram lengan suaminya
Nando yang melihat istrinya menangis mengurung kan niat untuk memasukkan senjata nya, dia lebih memilih untuk membuat istrinya melayang dan melanjutkan permainan nya menggunakan tangan dan bi\*irnya lebih dulu
Ntah sudah berapa lama dia melakukan adegan itu, hingga kini Nando mencoba lagi untuk memasukkan milik nya ke milik istrinya....
Istrinya hanya terpejam menahan suara dan dan tangis nya...
Nando merasa puas, krna berhasil menrobos kesucian istrinya....
Iya membiarkan milik nya terdiam selama beberapa detik di dalam milik istrinya, agar milik istrinya terbiasa dulu dengan milik nya agar dia lebih leluasa melakukan permainan
Nando dan Arindi perlahan mulai melakukan adegan suami istri, Arindi terlihat sudah terbiasa dan Nando makin menguasai permainan....
Ketika mereka sudah mencapai sebuah kenikmatan bersama, mereka kini tergolek lemas bersama dalam keadaan tubuh yang di penuhi keringat....
"Terimakasih sayang" ucap Nando mengecup kening istrinya
"Apa kamu masih akan menghukum ku?" Tanya Arindi krna itu masih saja mengganggu fikiran Arindi
"Bukan kah aku sudah selesai menghukum mu, apa kamu masih mau ku hukum?
"Apa itu tadi hukuman untuk ku?"
"Iya, itu hukuman untuk istri yang berani keluar tanpa izin suami"
Arindi tersenyum konyol sembari berkata " kalo hukuman nya cuma gitu mah aku tidak takut" sembari lari ke toilet
"Apa? Jika kau melakukan nya lagi aku akan menghukum satu hari satu malam untuk melayani ku" triak Nando berlari menyusul istrinya
__ADS_1
Waktu sudah menunjukkan jam 8 malam, ahkirnya mereka memutuskan untuk makan malam di kamar saja...