Cinta Beda Bangsa

Cinta Beda Bangsa
bab 53


__ADS_3

"Sayang...." Triak seseorang dari kejauhan


Arindi dan Tere spontan melihat sumber suara yang ternyata terdapat Tirta dan Nando sedng berjalan menuju ke mereka


"Kmu ngapa'in syang?" Tanya Nando terlihat panik


"Dia hanya sedang makan, kenapa kau sepanik itu?" Tanya Tirta sembari duduk di samping Tere


"Kenapa kmu tidak bilng kalo mau keluar, dan apa kalian hanya keluar berdua?" Tanya Nando sembari duduk lalu memeluk istrinya


"Aku cuma makan siang saja, jdi aku sengja tidak mau memakai pengawal" jawab Arindi sedkit bingung


"Ayok pulang" tarik Nando dengn suara Agak meninggi


"Bahkan aku belum memesan makan ndo" ucap Tirta


"Mkan ku juga belum habis tuan" seru Tere yang melihat Arindi di tarik oleh tuan muda nya


"Kalian makan berdua saja" bentak Nando


Bukan nya melanjutkan makan mereka berdua justru lari mengikuti Nando dan Arindi


Di dalam mobil Nando terus saja mengomel dia bahkan tak memberi kesempatan Tere dan Arindi menjelaskan "apa kau tak berlebihan ndo, dia hanya makan siang dan jalan jalan di mall, bukan nya mendaki gunung" sahut Tirta yang ntah kenapa duduk di samping Tere


"Tau apa kau soal khawatir!!! Bhkan kau belum pernah memiliki kekasih, aku tak mau istri ku kenapa Napa, apa lgi sampai ada orang yang tau kalo istri ku bukan manusia" hardik Nando sembari trus malajukan mobil nya


"Sepertinya kamu melupakan Tere yang di samping kak Tirta sayang" ucap Arindi masih dengn selengekan, krna dia sadar betul suami nya tak akan mungkin sanggup memarahi nya


Sedang Tirta hanya tersenyum sinis ke arah Tere, Tere yang biasanya tak pernah kehabisan bahan untuk ngoceh pun kali ini terlihat bener bener kicep....


"Sial" pekik Tirta


"Kenapa tuan?" Tanya Tere


"Diam kau!!!" Seru Tirta


"Turunkan aku di sini" pinta Tirta


"Kau mau kemana?" Tanya Nando


"Bukan kah aku tadi membawa mobil"


Arindi berhasil tertawa terbahak bahak melihat kebodohan Tirta yang justru meninggal kak mobil nya di mall dan ikut ke dlam mobil nya


"Nona, apa nona tidak takut melihat tatapan mata tuan muda?" Tanya Tere


"Tentu tidak, untuk apa aku takut kepada suami ku, dia sangat manis kepada ku" jawab Arindi dengn merangkul lengan suami nya yng terlihat acuh mengendarai mobil

__ADS_1


"Hentikan Nando!!!!!" Triak Tirta


"Cepat lah keluar dari mobil ku!!!! Bentak Nando setelah memberhentikan mobil nya


"Sialan, pasti ini ulah perempuan ****** itu, pasti dia yang ngadu ke Nando kalo aku ke mall" batin Arindi


"Kenapa kmu tidak sekalian ajak pak min pulang?" Tanya Arindi


"Dia punya kaki untuk berjalan" jawab Nando datar


"Kasian sayang kalo dia harus jalan kaki sejauh itu"


"Diam lah, aku sedang marah kepadamu" ucap Nando dengan nada bicara yang datar namun terlihat acuh


Arindi hanya tersenyum kecil melihat suami nya begitu mengkhawatirkan dirinya


"Bener kata tuan muda, nona ini benar benar bukan manusia, melihat suaminya marah saja dia masih bisa tersenyum" batin Tere


"Sya tidak mau tau, kamu harus sampe rumh sebelum aku sampe rumah" ucap Nando di ponsel nya


"Siapa yang kamu hubungi sayang? Apa dia pak min?" Tanya Arindi lagi


"Diam lah syank, aku sedang memikirkan cara untuk menghukum mu"


"Apa kamu barani menghukum adik kesayangan raja?"


"Lakukan jika kamu berani"


"Dengan senang hati tuan putri"


"Turun" ucap Nando ketika mobil sudah berhenti dan memasuki mansion utama


"Bibsruh semua pelayan pengawal dan pekerja ke ruang tengah" perintah Nando ke pada ART nya




"Duduk lah di samping ku sayang" pinta Nando melirik ke Arindi



"Kau Tere, mulai hari ini kau tidak perlu kerja disini lagi"


Dan untuk semua pengawal, kalian tak perlu lagi menjaga rumah ini, karena kalian semua tidak pecus menjaga nona muda, dan sudah berani memperbolehkan dia keluar tanpa pengawalan dan bahkan tidak ada satupun yang melaporkan ke saya" ucap Nando membuat semua menunduk ketakutan


__ADS_1


"Dan buat smua pelayan juga ART ini pelajaran buat kalian, lain kali jangan izin kan nona muda keluar tanpa saya atau pun pengawal"



"Aku rasa kamu berlebihan sayang, mreka tidak salah apa apa, justru aku yng meminta agar mereka tidak perlu mengawal ku, bahkan aku menolak di antar pak min, tapi pak min trus memaksa ku, sampe aku perbolehkan pak min mengantar dengan syarat dia menunggu di parkiran saja" jelas Arindi



"Selamat siang tuan muda" ucap sopir pribadi Nando yang baru saja memasuki ruangan



"Hari ini cansel semua meeting dan pertemuan dengan clean, kau boleh pulang skrng juga"



"Baik tuan muda" ucap sopir nya kemudian keluar ruangan



"Sya tidak mau tau, kalian smua sya pecat!!!?" Ucap Nando dengan suara meninggi



"Sayang!!!!" Pekik Arindi tak kalah meninggikan suara



Nando hanya menatap tajam ke arah istrinya



"Baik lah, kalo kamu mecat mereka, aku akan pulang kerumah kakak saja, aku tidak mau tinggal sama bangsa kejam seperti mu"



Ucapan Arindi berhasil mereda kan emosi Nando yang sedari tadi menggebu gebu



"Ok, aku tidak akan memecat mereka, tpi aku akan menghukum mu" jawab Nando kemudian menggendong istrinya menuju kamar nya



Kini Tere dan para pengawal berhasil bernafas lega karna nona muda nya....


__ADS_1


Trus ikuti karya imajinasi ku ya guys 🙏🙏🙏🙏


__ADS_2