
"Cie jdi raja dan ratu sehari cie" goda Nia melihat adik dan adik ipar nya duduk di pelaminan
"Kakk tidak ingin mencoba nya?" Tanya Arin
"Setelah kmi selesai dengn misi kmi, pasti kami akan duduk di pelaminan juga"
"Kakak yakin kak Alex sayang sma kakk? Klo dia sayang harus nya segera menikah'imu bukan membiarkan mu menunggu kak?"
" Kmu bicara apa sih dek?"
"Jangn smpe pengorbanan kakak sia sia aja, kakak udah rela jadi vampir demi dia Lo"
Nia yng berdiri di samping pelaminan adik nya menunduk seolah membenarkan kata adik nya....
Dengn perlahan Arin meraih bahu kakak nya untuk di peluk "kakak harus segera pertanyakan keseriusan kak Alex kak"
"Alex bilng hanya butuh waktu buat dia menyesuaikan diri sebagai vampir dlu dek"
"Kenapa Kalian saling berbisik?" Tanya Nando yng sedari tadi hanya diam melihat istri dan kakak ipar nya berbisik
Nia yng tidak mau merusak suasana bahagia mereka, memilih untuk pergi "istri mu slalu ngajak aku ngomongin orang Ndo, mau cari mkan aja ahk dri pada di ajak ngomong'in orang"
"Hey markonah" seru Arin yang tak di tanggapi oleh kakaknya
"Ndo, dia tidak mau masuk tadinya karna tidak kau undang" ucap Alex membawa wanita di samping nya
"Maaf, aku tidak tau klo kmu sudah di Indonesia" ucap Nando tidak enak
"Kmu mah tega, bisa bisa nya ngelupain aku saat pesta pernikahan" kata wanita itu manyun
"Maaf, aku bener bener gk tau, aku fikir kmu masih di Amsterdam"
"Aku sudah pulang dri bulan lalu, dan semalam Alex menghubungi ku, mengajak aku untuk menghadiri pesta pernikahan mu, sesampainya dsni aku ragu, krna kau tak mengundang ku"
"Selamat ya atas pernikahan mu, istri mu cantik Ndo, kmu pintar cari istri" ucap cewek itu lagi
"Terima kasih" ucap Arin tersipu malu
"Hay, aku Dewi, dan kamu Arin kan?" Sapa wanita itu mengulurkan tangan
"Dewi?" Ulang Arin menyambut tangan wanita itu
"Iya, aku teman sekantor Nando dan Alex dulu" ucap Dewi
"Oh cuma teman sekantor?" Tanya Arin sinis
"Benar, apa ada mslah?"
"Tidak buat ku, ntah klo buat suami ku" ucap Arin melirik tajam ke arah Nando
"Kamu kenapa sayang?" Tanya Nando
"Sesak nafas" jawab Arin singkat
"Aneh" gumam Alex pelan yng masih bisa di dengar oleh mereka
"Kita duduk di sana aja yok lek" ajak Dewi dengn menunjuk sebuah kursi
"Tidak bisa, kak Alex harus menemani pacar nya yng sedng duduk sndri dsni" jawab Arin ketus
"Oh iya?"
"Of course, pacar kak Alex ada di ujung sana" ucap Arin menunjuk sebrang nya
"Bukan kah itu Anggun?"
"Iya, apa kmu tidak ingin menyapanya?" Tanya Alex
"Tentu ingin, aku merindukan nya" ucap Dewi segera berlari mendekati Nia
Arin menyaksikan kakak nya dan Dewi berpelukan dan ngobrol hangat, dia makin tersulut emosi....
Dia spontan mencengkram lengan suaminya dengn kasar...
"Dasar perempuan ******" gumam Arindi
"Siapa yang kmu sebut perempuan ****** itu?" Tanya Nando mengulas senyum
"Apa yang membuat mu tersenyum" tanya Arindi memandang sinis ke suaminya
"Tentu saja dua wanita yang sedang melepas rindu itu" jawab Nando
"Kmu bahagia bertemu Dewi?"
__ADS_1
"Biasa saja"
"Kmu bohong"
"Aku bahagia"
"kan" hiks hiks hiks..... Suara Arindi terisak
"Aku bahagia melihat mu cemburu bukan krna melihat Dewi" ucap Nando tetap dengan mengulas senyuman
"Aku cemburu? Tidak, aku hnya sedih karena kakak tidak pernh selembut itu dengan ku"
"Yakin?"
"Tentu"
"Ayo lah syang, akui saja klo kmu cemburu"
"Tidak"
"Baik lah, biar aku duduk di samping Dewi saja, toh kmu tidak cemburu kan?" Tanya Nando dengn melangkah kan kaki nya pelan
"Sayang, aku gk rela kau dekat wanita lain" pekik Arin membuat semua mata tertuju padanya
"Kmu gemeshin klo lagi cemburu sayang" ucap Nando tertawa dengn memeluk istrinya
"Sejak kpan kau pulang ke Indonesia?" Tanya Nia
"Sudah sebulan yang lalu nggun" jawab Dewi
"Jdi apa kau akan kembali ke Amsterdam lagi?"
"Mom and dad minta aku buat urus perusahaan dad nggun"
"Tidak Lex, dad minta aku buat berhenti main main"
"Bagus lah, kamu tidak perlu susah payah menjadi bawahan lagi" ucap Nia tertawa menggoda
"Kalian kapan nikah?" Nando saja yang terlihat anteng anteng sudah menikah Lo" tanya Dewi
"Kami sedng merintis perusahaan di Singapore, Setlah berhasil kami akan Segera menikah" jawab Alex yang hanya di tatap aneh oleh Nia
"Kmu sndri kapan menikah?" Tanya Alex
"Kapan dia buat rencana itu, dan apa penting nya dia nanya kapan Dewi nikah" gumam Nia dalam hati
"Aku masih belum menemukan pendamping lex"
"Atau kamu masih belum move on dri Nando"
"Apa'an sih Lex, udh deh"
"Aku gk heran kok klo kamu bilng pernh suka sma Nando, soalnya dia ganteng"
__ADS_1
"Dulu aja lu enggak percaya"
"Kan dulu belum pernah ketemu dengn Nando, wajar dong gua bilang lu bodoh, suka sama manusia cuek"
"Dia Ganteng lembut tapi cuek, eh sekarang dia udh nemuin pawang" ucap Dewi sembari memandang Nando
"Move on deh lu, dia udh suami orang"
Alex dan Dewi memang akrab sejak mreka menjadi bawahan Vhito, tpi kala itu Nando yang terlalu jarang ke perusahaan membuat Alex tak tau sosok Nando
Dewi pernh menaruh perasaan ke Nando tapi di abaikan oleh Nando, smpe akhirnya Dewi memilih ke Amsterdam untuk bergabung di perusahaan kakak kandung nya...
"Oh iya kmna tuan Vhito? Aku tidak melihat nya?" Tanya Dewi
"Dia tidak bisa hadir karena kesibukan nya di luar negri"
"Dan kau, kenpa kau bisa seakrab itu dengan Nando?"
"Kmi bersahabat Setlah kau pergi, dan kebetulan istri Nando itu adik nya Arthania"
"Siapa Arthania?"
"Maaf, maksud ku Anggun"
"Aku permisi" ucap Arthania yng sedari tadi di acuhkan oleh mereka berdua
"Kau mau kmna nggun?" Tanya Dewi
"Aku lelah, mau istrhat" ucap Arthania tanpa menoleh
"Tdi adek nya, sekrang kakak nya" keluh Dewi
"Kenpa?"
"Bukan kah mreka aneh Lex, awalnya ramah tiba tiba jdi jutek" kata Dewi pelan
"Itu hanya perasaan mu sja"
"Mungkin, aku mau menyapa teman yang lain dlu ya"
"Silahkan, aku mau nyusul'in Anggun dlu" ucap Alex kemudian mreka berjalan bersama menuju arah yng berbeda
__ADS_1