Cinta Beda Bangsa

Cinta Beda Bangsa
bab 52


__ADS_3

"Bukan kah kau sedang bernostalgia dengan Dewi?" Tanya Arthania ktika melihat Alex menyusul ke kamar


"Apakah tuan putri sedang cemburu?"


Arthania hanya memandang Alex sekilas dan kemudian merebahkan badan nya di sebuah ranjang kamar...


Alex yang mengetahui Susana hati kekasih nya Sedang tidak bagus pun memilih untuk keluar kamar dan menuju kamar pribadi nya


"Kak Tirta....."triak Nando dri pelaminan


"Apa??!!! Seru Tirta tanpa mau mendekati Nando


Nando melambaikan tangan meminta Tirta untuk mendekat "sni dlu nyet" suara Nando sedkit merendah


Tirta dengan langkah gontai pun mendekati Nando "apa'an sih?!!!


"Diam di sni lu ya" ucap Nando sembari celingukan


Kemudian mengulas senyum ketika melihat teman teman sekantor bercengkrama di arah sebrang


"Dewi!!!" Triak Nando yng kemudian berhasil membuat istrinya melirik kesal


Dewi yang merasa di panggil pun melihat si sumber suara, kemudian jalan dengan anggun mendekati Nando


"Aku ingin memperkenalkan mu dengn kak Tirta wi" ucap Nando


"Pak Tirta CEO ANTARISA?" Tanya Dewi


"Kau mengenal ku?" Tanya Tirta angkuh


"Tentu, siapa yng tidak mengenal CEO muda tampan dan cerdas pemilik perusahaan ANTARISA" sambung Dewi


"Terimakasih, tapi memang begitu kenyataannya" jawab Tirta tengil


"Lu gk ush tengil Napa, Dewi ni teman baik gua sma Alex kak, jadi tolong sedkit ramah deh" sela Nando


"Alex? Pak Tirta mengenal Alex? Tanya Dewi


"Tentu, kak Alex adalah adik kandung kak Tirta satu satunya" jawab Arindi dengn tak kalah angkuhnya dri Tirta


"Oh iya? aku justru baru tau" ucap Dewi masih berusaha ramah


"Aku tidak punya waktu untuk berbasa basi" ucap Tirta kemudian pergi menyapa beberapa relasi bisnis yang turut hadir di pesta pernikahan Nando


"Dia sangat berbeda dri Alex" cetus Dewi yng kemudian ikut pergi ke arah lain


"Padahal aku cuma mau Carikan kak Tirta pendamping, biar dia gk kesepian" keluh Nando yang di tatap sinis oleh Arindi


Setalah pesta selesai Arindi dan Nando memilih istrhat...


Dan smua clan vampir memilih untuk segera pulang ke istana

__ADS_1


Beberapa clan Serigala memilih untuk istrhat sebentar di mansion Vhito yang skrng jadi milik Nando


Pagi pagi sekali Nando sudah bangun dan bersiap siap untuk ke kantor "pagi syang" sapa Nando ketika melihat istrinya menyipitkan mata


"Kamu mau ke kantor?"


"Iya, ada meeting penting yang harus ku hadiri, cepat lah bngun lalu mandi syang, maaf aku tidak bisa menemani mu sarapan" ucap Nando sembari ngecup lembut kening nya


"Hati hati syang" ucap Arindi sedkit berteriak sembari menatap punggung suaminya



"Apa kah saudara dan teman teman sudah pulang mba?" Tanya Arindi ke Tere



"Sudah nona, teman teman dan sodara nona aneh ya?"



"Aneh? Knpa?" Tanya Arindi mengerutkan kening



"Mreka semua bule yang cantik dan tampan tapi syang mreka tak tau teknologi"




"Tapi nona, mreka tidak satu pun yng terlihat menggunakan ponsel"



"Mereka tak seperti warga Indonesia yang terlalu fanatik terhadap teknologi, sudah jangan bahas mereka deh"



"Temani aku makan siang ke mall \*\*\*\*\* yuk mba"



"Boleh nona, sya siap siap dulu ya nona"



"Lihat lihat baju di toko itu yok mba" ajak Arindi


"Apa tidak sebaiknya mkan siang dulu non, bhkan nona hnya sarapan dengan segelas susu?" Tanya Tere


"Nanti saja deh"

__ADS_1


"Yah padahal di restoran sebelah sana banyak cogan non"


"Cogan?" Tanya Arindi mengerutkan kening


"Nona kudet sih, cogan itu cowok ganteng non" jawab Tere yang hnya di balas senyum kecut oleh Arindi


Arindi dan Tere memilih untuk masuk ke sebuah toko baju guna melihat lihat baju yang mreka ingin kan...


braakkk''''' "maaf maaf, sya tidak sengaja" ucap pria tampan berbadan gagah sembari membantu Arindi merapikan pakaian yang jatuh krna di tabrak nya


"No problem, aku bisa merapikan nya sndri" ucap Arindi mengikuti pria itu jongkok


"Wow, ini seperti di novel novel nona, seorang putri di tabrak pria tampan lalu mreka berkenalan dan akhirnya dia jadi orang ketiga dan tuan muda memilih untuk pergi demi kebahagiaan nona" oceh Tere memperhatikan Arindi dan pria itu merapikan pakaian yang terjatuh di lengan Arindi


"Apa'an sih kmu mba" ucap Arindi berdiri sembari nampol lengan Tere


"Aduh sakit non, mas gk pingin kenalan sma nona sya dlu?" Tanya Tere melihat pria tampan di hadapan tersenyum memandangi Arindi


"Boleh juga, Novan" ucap pria itu sembari menjulurkan tangan


"Oh ya, sya Arindi dan ini Tere, mba sya" ucap Arindi datar namun tetep menyambut uluran tangan Novan


"Apa mas sudah terbiasa memakai pakaian wanita?" tanya Tere membuat Novan mengerutkan kening


"Memakai pakaian wanita?" Ucap Novan mengulangi kata kata Tere


"Sorry, mungkin maksud mba Tere kenapa anda ada di toko baju wanita?" Jelas Arindi


"Oh atau anda sedang mencari hadiah buat pacar anda, mari sya bantu, saya bisa mencari baju yang cocok dengn pacar anda" ucap Tere nerocos


"Tidak, sya sedng menemani patner sya berbelanja, tpi dia tak terlihat setelah saya dari toilet"


"Baik lah sya permisi, dan maaf atas ketidaksengajaan sya menabrak nona" ucap Novan terlihat begitu ramah


"Arindi?" Triak seorang wanita dri blkng Novan yang hendak beranjak pergi


"Dewi? Kau mengenal nya? Tanya Novan ketika berbalik badan dan melihat sosok Dewi menyapa Arindi


"Of course, dia istri teman ku" jawab Dewi


"Apa dia patner mu?" Tanya Arindi


"Iya, Dewi patner yang sedang ku temani belanja" jawab Novan dengn senyum mengambang


"Kenapa dunia begitu sempit sih, gk ada episode kelanjutan nya dong novel nya non" celetuk Tere


"Apa'an sih kamu mba" ucap Arindi sedkit berbisik kepada Tere


"Kelanjutan novel? Novel apa?" Tanya Dewi terlihat bingung


"Dia hanya sedang halu, baiklah kami duluan ya wi, mau sklian mkan siang" ucap Arindi segera pergi

__ADS_1


"Arindi tunggu!!!!, bukan kah kita bisa mkan siang bersama" ucap Dewi setengah merendahkan suara nya ktika melihat Arindi yang tak mengindahkan teriakan nya


__ADS_2