
"Tega sekali kau membawa Raja dan Ratu ke Ancol?" Tegur Tirta kepada Nando
"Tega?" Tanya Arindi mengerut kan dahi
"Biarkan mereka mencoba menjadi manusia, dri pda hanya duduk manis di istana" jawab Nando dengan tertawa kecil
"Bener, apa paman dan bibi tidak akan kelelahan Nanti Ndo?" Tanya Alex
"Sudah ku bilang, biar mereka gerak sekali kali, jngn hanya duduk manis di singghsana"
"Bener bener anak durhaka ya kau" sela Tirta
"Berisik, udh sana cari cewek aja kau, biar tak mengganggu aku Arindi Alex juga Nia, apa kau tak bosan menjadi obat nyamuk kami?" Goda Nando
"Sialan lu, klo niat udh bnyk yng ngantri sih, dasar gua aja yng lgi malas cari cewek"
"Noh di ujung ada 3 cowok" kata Nando sembari menunjuk 3 pria yng di ujung mereka duduk
"Buat apa?"
"Kau kan malas cari cewek, ya itu ada cowok"
"Sialan lu, gini gini gua masih doyan cewek woi" seru Tirta kemudian jalan mendekati Ratu Olivia Raja Christian dan beberapa pengawal juga ibunya yang asik mengobrol di sebrang mereka berdiri
"Lihat noh sih Rendi" cetus Nia
"Kenapa?" Tanya Alex
"Matanya gk lepas merhatiin mba Tere trus"
"Iya dia maksa kali nyuruh Arin ajak mba Tere tu kak" sambung Arin
"Semalaman juga dia gk bisa tidur katanya kepikiran wajah Tere" sambung Alex yang memang satu kamar bersama Rendi teman Arindi dri bngsa serigala dan beberapa pengawal lainnya
"Jangan jangan dia suka sma mba Tere kak?" Celetuk Arin
"Bisa jadi" jawab Nia singkat
"Gimana klo kita jodoh kan mreka kak?"
"Ide bagus"
"Nanti kita belikan Rendi handphone aja kak, biar bisa komunikasi sma mba Tere"
"Dan kalo dia mau biar saja dia di dimensi manusia dan masuk ke perusahaan Nando"
"Iya syang, masuk'in Rendi ke perusahaan mu ya" pinta Arin dengn meraih lengan suaminya
"Tidak perlu ikut campur urusan mereka, lagi pun takdir mereka sudah beda bukan? Rendi Bangsa serigala dan mba Tere hanya manusia biasa" jawab Nando datar dengn terus memandang ke arah pantai
"Bener juga tuh kata Nando" sambung Alex ikut menimpali
__ADS_1
"Kmu skrng kaku syang gk kek dlu, kmu berubah setelah nikah" ucap Arin mengibas kan lengan suaminya dengn kesal namun hanya di tatap sekilas
"Sayang, kmu denger gk sih aku ngomng?" Pekik Arin
"Maaf nona tuan Nando bukan berubah, tpi ini lah diri tuan Nando sebenarnya, dia memiliki pribadi yang dingin dan acuh, dlu dia merubah sikap jdi pribadi yang suka bercanda dan selengekan hanya krna biar di nilai tak pantas jadi Raja, supaya tidak menggeser posisi pangeran Vhito" jelas Siska yang sedari tadi hanya diam duduk di blkng mreka
"Tpi dia juga udh gk perhatian sma aku sis, dia kek nya udh gk syang sma aku" keluh Arin
"Enggak syang gmna sih, bukti apa lagi biar kmu percaya selain aku menjadi serigala dan menikah'imu kmu mau bukti apa lagi?" Tanya Nando dengan menyentil kening Arin lembut
"Iya, kan kmu udh di nikahin smpe dia rela berubah jdi serigala, knp masih berfikir Nando gk syang sih dek?" Tanya Nia yng hanya di jawab tawa meringis oleh Arin dengn memperlihatkan gigi putih yang tertata rapi
"Tidak perlu meragukan cinta ku lagi syang, aku mungkin tak pandai berkata kata tpi lihat lah pake hatimu gimana aku memperlakukan mu, krna cara ku menyayangimu mungkin agak beda, aku menyayangimu dengan sikap buka ucapan" jelas Nando dengn menatap mata Arin penuh cinta
"Ke ujung sana yok syang" ucap Alex sembari berdiri menarik lengan pacar nya
"Ayok, malas dengar mereka ngebucin ahk" jawab Nia mengikuti pacar nya
Sedng Siska hanya tersenyum mengembang, dengan perlahan tapi pasti membalikkan badan lalu pergi
"Trima kasih sayang" ucap Arin
"Tidak perlu berterima kasih untuk kasih sayang yang tulus" ucap Nando dengn tetep memandang pantai
"Mereka semua terlihat menikmati suasana, mereka bener bener bahagia bisa berlibur bersama, walaupun Meraka merasa tidak lengkap tanpa adanya Raja Arga Ratu Karmila dan si pembakang Vhito
Mereka menghabiskan waktu sebelum mereka bener bener kembali ke dimensi mreka, krna mereka sepakat balik ke dimensi mreka setelah pesta pernikahan Arin dan Nando selesai....
"Teman" jawab Nando singkat
"Teman tapi mesra?" Selidik Arin
Suanasa malam bener bener riuh mempersiapkan acara pesta Arin dan Nando besok pagi, tpi Arin dan Nando memilih di kamar untuk beristirahat, mempersiapkan tenaga buat besok
"Sayang jawab!!!" Pelik Arin
"Cuma teman biasa sayang" jawab Nando dengan tetap memeriksa laporan perusahaan
__ADS_1
"Klo teman biasa kenapa harus foto sambil berpelukan?"
"Hanya pelukan biasa?"
"Sayang, liat aku"
"Iya syang"
"Bisa gk sih, jangn cuek'in aku, dan jawab pertanyaan ku"
"Iya syang" jawab Nando dengn melirik istrinya sekilas
"Kmu emng udh gk syang aku" ucap Arindi dengn suara terisak
"Hey kmu nangis?" Tanya Nando meletakkan berkas kemudian mendekati istri nya di ranjang
"Kmu tidak peduli dengan ku"
"Aku bekerja sayang, di sini aku harus bener bener menggunakan otak, tidak seperti di dunia kita, dsna smua kebutuhan ku di siapkan, dan aku tidak perlu bekerja, tpi dsni aku harus bekerja, aku harus bisa mengembang kan perusahaan kak Vhito" jelas Nando
"Aku sedang bertanya, tpi kmu sma sekali tak menghiraukan"
"Krna aku tau kamu sedang cemburu buta saja" ucap Vhito pelan dengn mengecup kening istrinya
Arin yng di kecup kening nya mencair seketika, dia yng setadinya ingin marah lngsung bergelayut mesra mendekap suaminya"kmu syang sama ku??"
__ADS_1
"Tentu" ucap Nando membaringkan Arin dan melanjutkan pekerjaan nya lgi