
"Maafkan aku jika ini membuat mu sakit syang?" Kata Alex yang hendak menggigit arthania...
"Tidak mungkin sakit syang, kan kmu sudah latihan berhari hari untuk menggigit ku, dan aku yakin kmu akan melakukan dengan penuh kelembutan" jawab arthania
Yupss upacara untuk merubah arthania dan nando di lakukan hari ini di depan para raja dan tetuah nya...
"Kmu siap siap ya sayng, ini akan menyakitkan buat mu" kata Arindi menakut nakut'i Nando
"Kenapa kamu tidak seromantis Alex sih?
Alex bisa menenangkan arthania, la kmu malah menakut nakut'i ku" kata Nando
"Hey!!! Kmu cowok sayng, jdi kamu tidak perlu takut, bhkan sewaktu kecil kamu sudah pernah merasakan ini ketika ayah mu ingin merubah mu jdi vampire" tegas arindi dengan sdkit kesal
"Ahk kamu terlihat tidak tulus, klo begitu aku tidak mau jadi srigala saja" goda Nando
"Apa!!? Apa kmu tidak mencintai ku?" Tanya arindi
"Aku mencintaimu, tapi aku takut setelah aku menjadi srigala kamu akan meninggalkan aku" kata Nando
"Ayok lah sayang, tidak perlu berdrama" kata Arindi kesal
"Tapi Setlah aku menjadi srigala dan menikah dengan mu berikan aku 4 anak ya" pinta Nando membuat pipi arindi memerah
"Cepat lah syang" kata Arindi dengan kesal manja
Setlah Acra perubahan arthania dan nando kini mereka sedng di sibuk kan untuk acara pernikahan arindi dan Nando...
Arthania dan Alex memilih menunda pernikahan sampe Alex bener bener sudah mahir dalam dunia vampire....
"Sayang aku mau jalan jalan" kata Arindi
"Mau kmna sayang?" Tanya Nando yng stlah resmi menjadi srigala menentap di istana raja Arya Tama
"Ntah lah, aku sedang rindu kak Nia, aku ingin cari angin seger untuk sejenak melupakan kakak ku yang mungkin sedang bahagia bersama kak Alex" kata Arindi
"Baiklah, ayok ku teman'i sayang" ucap Nando menggandeng Arindi keluar istana
Nando sndri pun merasa asing dengan keberadaan nya di istana raja Arya juga tentang perubahan tubuhnya...
Tapi Nando memilih untuk tidak menceritakan ke Arindi, Nando tidak mau membuat Arinda khawatir dengan dirinya
"Kakak,,, apa yang kakk lakukan dsni?" Tanya Arindi kepada raja Arya Tama yng tengah termenung di bawah pohon luar istana
"Yang mulia" sapa Nando ketika raja Arya Tama menatap nya yng berdiri di samping Arindi
"Panggil saja aku kak, mulai sekrng aku kakk mu ndo" kata raja Arya Tama mendekati Arindi dan Nando, lalu berdiri di tengah" mreka dan memeluk mreka
"Aku sedang memikirkan Nia, apa dia bahagia, apa dia bisa terbiasa dengan perubahan dirinya, ini semua tidak mudah" keluh raja Arya Tama
"Perubahan dirinya?" Kata Arindi
"Iya syang, ratusan tahun kakk mu menjadi srigala, dan saat ini dia harus jadi vampire itu tidak mudah, begitu juga dengan Nando...
Kakk tau Nando pun tidak muda menerima perubahan yang ada pda dirinya" jelas raja Arya Tama
"Apa kmu tersiksa ndo?" Tanya Arindi
"Knp kmu tidak memanggil ku syang?" Protes Nando
__ADS_1
"Sudah lah Ndo, aku malu memanggil mu syang di depan kakk ku" bisik Arindi yng masih terdengar oleh raja Arya Tama
"Sudah lah, tidak perlu malu, lagi pun sebentar lagi kalian akan menikah" tambah raja Arya Tama tersenyum melihat tingkah adek nya
"Tukan, bhkan yang mulia raja saja memaklumi nya" kata Nando
"Sekali lagi kmu memanggil ku dengan sebutan yang mulia dan bukan kakk, kmu akan ku hukum Ndo" kata raja Arya Tama
"Maaf kan aku kak, aku belum terbiasa" kata Nando sdkit menunduk
"ahk tidak perlu seformal itu Ndo, aku ini calon kakk mu, jdi bersikap lah biasa aja" kata raja Arya Tama
"Jngn alihkan pembicaraan!!! Jawab apa kmu tersiksa krna ku paksa jadi srigala? Tanya Arindi
"Klo pun iya aku tersiksa, ini bukan krna mu syang, ya ini krna kemauan ku sndri" jawab Nando
"Jdi benar kmu tersiksa?" Tegas Arindi penuh penyesalan...
"Iya, tapi akan lebih tersiksa kalo aku hidup tanpa kamu syang" jawab'an Nando berhasil membuat pipi Arindi memerah
"Ku rasa kalian bisa mesra mesra'an di tempat lain tanpa harus mengganggu ketenangan ku" celetuk raja Arya Tama sembari melepas pelukannya dan buang muka ke arah lain
"Apa kakk cemburu?" Tanya Arindi begitu polos nya
"Bahkan akan berubah jadi murka kalo kalian masih tetap berdiri dsni" jawab raja Arya Tama dengan nada sedikit mengeras
"Ayok pergi sayang" kata Arindi menarik lengan Nando
Setlah beberapa meter mreka berjlan mereka menemukan sebuah pohon besar di hutan...
Kita duduk di pohon ini saja syang, sambil memandang sungai indah di depan kita" kata Arindi
"Tunggu sebentar sayang, biar ku ambil kursi buat kita berdua duduk " tambah Nando sembari mengangkat kursi kayu untuk mreka duduk
Mreka terlihat serasi duduk bersanding dengan wajah yang tampan dan cantik....
Arindi meletakkan kepala nya di bahu Nando....
Nando pun mengelus rambut Arindi dengan penuh kelembutan....
"Sayang... "Panggil Arindi
"Iya, jawab Nando
__ADS_1
"Apa kak Nia bahagia? Apa dia merasa rindu seperti aku merindukan nya?" Tanya Arindi
"Tentu, dia akan merindukan adik nya yang manja dan nakal ini" jawab'an Nando berhasil membuat Arindi cemberut
"Jadi aku manja dan nakal? Lalu knp kamu mau menikahi ku?" Tanya Arindi
"Karna kmu udah berhasil membuat aku tergila-gila pdamu" lagi lagi pipi Arindi memerah mendengar jawaban Nando
"Ahk ntah lah syang, bahkan aku sudah sring di tinggal kan kak Nia, kak Nia sring ke dimensi manusia smpe berbulan bulan dan aku tak serindu ini, tapi kali ini aku benar benar rindu dan takut, aku takut kak Nia bahagia dengan kak Alex lalu melupakan aku syang" keluh Arindi
"Hey syang.... lihat aku, Percya lah kak Nia tidak akan melupakan adik dan kakk nya begitu saja" kata Nando dengan menarik bahu Arindi lalu saling berpandangan
"Mksih ya syang karna kamu slalu menenangkan aku, bahkan aku tidak pernah lelah mendengar keluh kesah ku" kata Arindi
"Aku akan slalu jadi apa yng kamu butuhkan syang" kata Nando dengan membelai pipi Arindi lalu perlahan mendarat kan bibir nya ke bibir Arindi....
"Woi tolong aku dmana, ini knp kok ada adegan vulgar dsni" triak Siska yng tiba tiba loncat dari atas pohon
"Permisi, tenang kami tidak melihat apa pun kok, permisi ya, permisi" ucap putra yng juga lompat dri pohon bersamaan dengan Siska
Kehadiran Siska dan putra berhasil membuat Nando dan Arindi malu dan seketika merah pipi kedua sejoli itu
"Putra Siska!!!! Apa apa'an kalian?
Ngapain kalian ada di dimensi kami?" Kata Nando berusaha tegas menutupi malu nya
"Tidak perlu galak galak pangeran" goda Putra dengan selengek'an
"Iya pangeran, apa di istana tidak ada tempat mesum sampai kalian harus ke hutan buat mesum" tambah Siska
Arindi hanya tertunduk malu...
Berbeda dengan Nando yang bersikap tegas dengan pasang muka marah
"Apa yang kamu lakukan Siska?" Tanya Nando sekali lagi
"Yng mulia meminta kami mengawasi perkembangan anda pangeran" jawab Siska yng berubah menjadi serius
"Sudah lah syang kita pulang saja, toh yng di khawatir kan juga malah terlihat bahagia bersama pacar nya" kaya putra
"Syang?" Celetuk Arindi dan Nando
"Dih kompak gitu ya? Emng klo udh bucin parah ya kompak nya, trus kita kapan geh kompak nya syang?" Ucap putra menggoda Siska stlah menggoda Arindi dan Nando
"Sya permisi pangeran" ucap Siska dengan pipi memerah...
__ADS_1