
Ayla membalikkan tubuhnya yang sudah hampir sampai di wc lalu menatap malas perempuan di depannya.
"Kalau tidak ada hal penting, jangan ganggu saya!" ketus Ayla dengan tatapan sinisnya lalu hendak masuk ke dalam wc.
Tapi, sepertinya perempuan itu tidak membiarkan Ayla untuk masuk ke wc, perempuan itu mencekal tangan Ayla dengan keras.
"Heh, kita baru berjumpa loh j*lang kenapa sekarang kamu udah mau pergi gitu aja? Kenapa juga kamu bisa ada di Restaurant ini, ah aku tahu kamu pasti di ajak sama Kakek-Kakek Sugar Daddy lo kan?" ejek perempuan itu dengan menutup mulutnya seolah kaget mengetahui Ayla bersama Sugar Daddy-nya.
'Siapa juga yang mau pergi, huh gue udah kebelet kali! Masa suami gue juga dia samain sama Kakek-Kakek sih enak aja, suami gue ganteng banget malah di samain Kakek-Kakek,' gerutu Ayla di dalam hati merasa kesal dengan perempuan di depannya itu yang sok tahu.
"Lepasin!" perintah Ayla dengan tatapan tajamnya karena sudah merasa kebelet.
Perempuan yang bernama Levina Kelisya itu menatap marah Ayla yang menghiraukan ucapannya malah bersikap sok tegas di depannya.
"Cih, sekarang sudah mulai berani kamu sama saya! Saya aduin sama bokap kamu baru tahu rasa kamu!" ancam Levina dengan tatapan marahnya.
Bukannya takut dengan ancaman Levina, Ayla malah terkekeh mendengar ancaman dari Levina itu yang membawa-bawa bokapnya.
"Bokap, kamu bilang? Aku udah nggak punya bokap kali!" kekeh Ayla disertai dengan tatapan sinisnya.
Ayla pun langsung mengibaskan tangannya kencang hingga membuat tangan Levina yang tadi memegang tangannya terlepas dengan keras. Ayla pun pergi masuk ke wc begitu saja meninggalkan Levina karena dia benar-benar sudah kebelet lagian menurutnya tidak ada faedahnya juga melawan wanita kaya Levina menurutnya.
Sementara Levina yang di tinggalkan begitu saja oleh Ayla menggerutu kesal dan menatap ke arah wc di mana Ayla masuk dengan marah.
"Dasar j*lang! Dia sudah sangat sombong sekali sekarang mentang-mentang sudah mendapatkan Sugar Daddy ckck. Hanya jadi j*lang tapi gayanya sudah selangit! Lihat aja kamu, aku akan beritahukan hal ini ke Om!" gerutu Levina kesal.
__ADS_1
Levina ternyata adalah sepupu dari Ayla yang memang sudah sedari kecil tidak pernah akur dengan Ayla ah ralat Levina lah yang sedari kecil selalu tidak suka dengan Ayla.
Setelah melampiaskan dengan menggerutu di depan wc, Levina pun pergi dari tempat itu dengan wajah memerah karena marahnya.
Di dalam wc setelah membuang air kecil akhirnya Ayla merasa lega juga. Ayla pun keluar mencuci tangannya sembari memikirkan pertemuannya tadi dengan Levina sepupunya itu, walaupun sebenarnya Ayla tidak pernah menganggap Levina sepupunya karena menurutnya sangat tidak cocok sebab hanya bisa membuat hidup Ayla selalu sengsara saja dengan segala kelicikan serta fitnahannya.
Setelah di rasa tangannya bersih, Ayla kembali ke ruangan karena pasti suaminya sudah menunggunya sedari tadi.
Ceklek
Baru saja masuk ke dalam ruangan, Ayla di buat terkejut dengan pemandangan yang di lihatnya.
Sepupunya yang tadi membuat masalah dengannya tiba-tiba ada di ruangannya bersama suaminya. Levina tampak jongkok menangis di depan suami Ayla dengan bajunya yang tampak semakin ***** karena jongkok dengan pakaian pendek.
Ayla mengepalkan tangannya geram, kilatan api sudah tampak berkobar di mata Ayla, wajah Ayla pun tampak merah karena emosi melihat sepupu tidak tahu malunya itu.
Ayla tidak menjawab melainkan mendekat lalu duduk begitu saja di pangkuan Arvan sembari mengalungkan tangannya ke leher Arvan seolah menunjukkan ke Levina kalau pria yang saat ini di dudukinya adalah miliknya seorang.
Arvan sedikit terkejut melihat tingkah istrinya, tetapi sekaligus senang juga karena baru kali ini ia melihat istrinya yang inisiatif biasanya istrinya terlihat malu-malu jika berada di dekatnya.
"Kenapa bisa ada hama di ruangan kita Mas?" tanya Ayla dengan tatapan sinisnya menatap Levina. Bahkan, Ayla menyebut Levina dengan hama.
Arvan menahan tawanya mendengar julukan dari istrinya itu.
"Entah sayang, padahal Mas udah usir hamanya tapi sepertinya hamanya tidak punya malu," balas Arvan ikut menyindir Levina sembari mengelus rambut istrinya lembut.
__ADS_1
Levina mengepalkan tangannya emosi.
"Apa maksudnya ini? Ayla tolong turun dari pangkuannya Mas Arvan! Aku tahu kamu memang dari dulu suka merebut milikku, tapi untuk ini tolong jangan rebut orang yang Kakak sukai," ujar Levina dengan suara paraunya serta air mata bohongannya yang sudah mengalir deras di pipinya.
'Dasad j*lang!' batin Levina kesal.
Kalau ada orang tidak tahu pasti sudah merasa sangat kasihan dengan Levina saat ini karena aktingnya memang patut di acungi jempol.
Ayla melongo mendengar penuturan Kakak sepupunya itu yang sangat tidak tahu malu.
'Apa katanya merebut miliknya, heh gila! Jelas-jelas Mas Arvan milik aku suami aku sekarang dia seolah-olah aku merebut Mas Arvan. Cih dasar ratu drama!" gerutu Ayla dalam hati merasa sangat kesal dengan tuduhan Kakak sepupunya yang sudah sekian kalinya.
Arvan yang mendengar itu pun langsung tertawa keras menatap aneh sekaligus eneg perempuan yang duduk di lantai itu yang mengatakan hal bodoh sekaligus konyol.
Ayla serta Levina menatap bingung Arvan yang tiba-tiba tertawa kencang.
"Kamu bodoh ya? Sebaiknya kamu periksa gih otak mu di Dokter!" Cibir Arvan setelah berhasil meredakan tawanya dengan tatapan tajamnya.
"Saya saja sama sekali tidak kenal sama kamu. Siapa juga yang membiarkan kamu masuk ke ruangan yang sudah saya pesan pribadi untuk saya dan istri saya! Sepertinya Restaurant ini harus di tutup!" lanjut Arvan menggerutu kesal karena makan siangnya harus diganggu orang lain padahal ia ingin makan siang sekaligus bermesraan berdua dengan istrinya, tapi sepertinya hal itu harus gagal lagi.
"Ma-Mas Arvan saya Levina model yang sedang naik daun itu, dan saya hanya ingin tambah dekat sama Mas Arvan jadi tidak ada hubungannya dengan Restaurant ini," cicit Levina dengan sedikit takut kalau Restaurant itu di tutup oleh Arvan karena ia sangat tahu betapa berkuasanya Arvan yang pastinya kalau hanya Restaurant seperti ini bisa di tutupnya dengan sekali perintah. Kalau sampai Restaurant ini di tutup pasti lah Levina akan kena semprot dengan Sugar Daddy-nya apalagi saat ini uang yang Levina dapat hanya dari pria itu sebab uang dari model menurutnya tidak seberapa.
Tiba-tiba tubuh Levina membeku ketika mengingat satu kata Arvan tadi yang menyebutkan kata istri. Levina menatap terkejut Arvan dan Ayla yang masih setia duduk di atas paha Arvan.
"Ka-kamu istrinya Mas Arvan?" tanya Levina dengan wajah terkejutnya menatap Ayla.
__ADS_1
Ayla tersenyum smirk mendengar pertanyaan sekaligus melihat wajah terkejut Levina itu.