
Mom Ella memicingkan matanya saat mendengar perkataan pria paruh baya yang mengatai menantu kesayangannya.
Mom Ella pun berjalan ke pagar karena pria paruh baya yang tak lain Silas itu berteriak kesetanan terus di luar pagar.
Ayla menatap khawatir Mama mertuanya yang ingin keluar. Ayla memegang tangan Mom Ella lalu menggelengkan kepalanya saat Mom Ella berbalik menatapnya.
"Kenapa sayang?" tanya Mom Ella lembut.
"I-itu Mom tidak perlu urusin orang itu. Sebaiknya kita masuk saja Mom," ajak Ayla dengan wajah gugupnya.
Mom Ella menggelengkan kepalanya. "Tidak sayang. Kita harus beri pelajaran berharga untuk orang seperti itu. Dia Ayah yang tega melakukan hal jahat itu sama kamu kan?" tanya Mom Ella memastikan karena mengingat cerita suaminya tentang masa lalu menyedihkan menantunya ini.
Ayla menunduk dengan kepalan tangannya. Ayla pun mengangguk perlahan membenarkan perkataan Mama mertuanya.
Melihat anggukan Ayla, Mom Ella langsung menyeringai.
'Dasar tua bangka! Sudah berbuat jahat dengan anaknya kini datang sok menjadi yang tersakiti!' gerutu Mom Ella dalam hati dengan kesalnya.
"Ayo sayang kita keluar. Jangan takut, ada Mom di sini!" ujar Mom Ella tersenyum menyemangati lalu menarik pelan tangan menantunya agar mengikutinya keluar.
Ayla yang ditarik itu pun hanya pasrah mengikuti mertuanya apalagi setelah mendengar mertuanya membela sekaligus menyemangati dirinya.
__ADS_1
"Buka gerbangnya!" perintah Mom Ella ke Satpam yang sedari tadi mencoba menahan gerbang yang sudah berapa kali Silas coba buka paksa.
Satpam itu pun mengangguk lalu membuka gerbang. Baru saja gerbang di buka pria paruh baya yang mengaku sebagai Ayah dari Ayla itu kini menunjuk serta berteriak kesal di depan Ayla.
"Kamu ya sekarang mentang-mentang sudah jadi orang kaya malah lupain Ayah kamu. Kamu pikir kamu bisa berada di tempat mewah dan menikah dengan orang kaya seperti Arvan itu kalau bukan karena Ayah kamu ini!" hardik Silas dengan menunjuk wajah Ayla dengan geramnya.
Mom Ella memicingkan matanya serta menatap sinis pria paruh baya itu.
"Turunkan jari telunjuk mu atau aku pastikan jari itu tidak akan berada di tempatnya lagi!" ancam Mom Ella dengan tatapan tajam serta tangannya yang sudah di lipat di dadanya.
Silas mengalihkan pandangannya ke arah Mom Ella ketika mendengar ancaman yang di lontarkannya.
Bukannya takut Silas malah menatap remeh Mom Ella dengan ikut melipat tangannya di dadanya.
Mom Ella terperangah menatap tidak percaya Silas, baru kali ini ada orang yang berani mengatainya kepala pelayan. Sepertinya pria paruh baya di depannya ini ingin benar cari ribut dengannya.
Bukan hanya Mom Ella, tapi Ayla serta beberapa Satpam yang berada di tempat itu pun menatap tidak percaya sekaligus kaget dengan ucapan Silas yang mengatai Mom Ella kepala pelayan apalagi berani memerintah Mom Ella.
'Otaknya dia taruh di mana?' batin Mom Ella kesal.
"Heh tua bangka, enak saja ngatain aku kepala pelayan. Seharusnya saya yang menyuruh anda pergi dari Mansion milik anak saya. Ck kami di sini tidak terima pengemis," balas Mom Ella dengan sarkasnya.
__ADS_1
Silas membelalakkan matanya kaget. Tapi, itu hanya sebentar karena Silas langsung tertawa entah karena apa.
"Hahaha kamu melucu? Jangan sok berpura-pura jadi besan saya deh, dari penampilan mu saja kamu sama sekali nggak level! Kalau kamu masih berani mengaku sebagai Ibu dari menantu saya, saya akan adukan kamu ke atasan kamu itu lihat saja apa yang akan Arvan lakukan kepadamu!" ancam Silas menatap remeh penampilan Mom Ella dari atas sampai bawah. Setelah melihat Mom Ella dari atas sampai bawah dengan remehnya, kini ia kembali menatap Mom Ella dengan angkuhnya.
"Hei anak tidak tahu diri. Kamu masih biarkan Ayah kamu ini di luar panas-panas begini, huh? Kamu mau jadi anak durhaka. Suruh juga kepala pelayan kamu itu untuk tidak berpura-pura!" lanjut Silas menatap kesal Ayla yang hanya diam sedari tadi.
'Sabar Ella, sabar!' batin Mom Ella mencoba sabar dengan menghembuskan nafasnya lalu tersenyum kesal menatap Silas dengan kepalan tangannya.
Ayla tidak menghiraukan ucapan Ayahnya, ia malah fokus menatap Mama mertuanya dengan tidak enak. Sungguh Ayla saat ini merasa sangat tidak enak karena pria paruh baya yang sayangnya memang Ayahnya malah menghina Mama mertuanya yang sudah sangat baik dengannya selama ini.
"Hei, kamu tuli apa ha!" teriak Silas dengan marahnya karena Ayla masih diam saja.
Silas pun menarik kasar tangan Ayla, membuat Ayla terpekik kaget. Baru saja Silas ingin melayangkan tangannya ke arah Ayla tapi sudah di tangkap oleh Mom Ella. Kini tidak ada lagi senyuman walaupun senyuman kesal, tapi hanya ada tatapan tajam yang di layangkan oleh Mom Ella.
Mom Ella sangat tidak bisa mentolerir kalau pria paruh baya itu sudah berani mau main tangan dengan menantu kesayangannya.
"Terserah kalau anda tidak mau percaya. Saya juga tidak mau percaya kalau anda adalah Ayah dari menantu saya. Anda sangat tidak cocok menjadi Ayahnya, menantu saya Ayla sangat baik hati, sangat berbeda dengan anda yang kelakuannya sangat jauh dari kata baik. Jadi, sebaiknya anda pergi dari sini jangan buat masalah dan jangan ganggu menantu kesayangan saya lagi. Kalau sampai anda berani mengganggu menantu kesayangan saya, saya pastikan anda tidak akan bisa melihat matahari lagi," sarkas Mom Ella dengan tatapan tajamnya.
Mom Ella pun melepaskan tangan Silas dengan kasarnya.
Mom Ella melirik sekilas Satpam yang sedari tadi hanya bengong di tempatnya berdiri. "Kenapa kalian diam! Cepat usir dia, jangan biarkan dia masuk ke dalam Mansion ini bahkan dalam kawasan Mansion ini juga. Bagaimanapun caranya walaupun harus memakai cara kasar!" perintah Mom Ella dengan tegasnya.
__ADS_1
Setelah mengatakan itu Mom Ella langsung menarik tangan menantunya masuk ke dalam Mansion tanpa mendengar jawaban dari Satpam yang berjaga. Ayla hanya mengikut saja, sedari tadi ia hanya bisa diam bukan karena takut, tapi karena malu dan merasa tidak enak dengan Mama mertuanya yang jarang datang tapi sekalinya datang malah Ayahnya membuat keributan bahkan mengatai Mama mertuanya.
Sesampainya di dalam Ayla langsung menggenggam tangan Mama mertuanya menatap tidak enak hati. "Maaf Mom," cicit Ayla dengan menunduk malu serta tidak enak.