Cinta Bersemi Kembali

Cinta Bersemi Kembali
Kedatangan Orang Tak Terduga


__ADS_3

Pagi hari yang cerah, tampak pasutri yang tengah di mabuk cinta itu sarapan bersama dengan suap-suapan mesra lagi.


"Mas!" protes Ayla saat suaminya memberikan selai roti ke pipinya.


Arvan hanya terkekeh mendengar protesan istrinya.


"Baiklah, Mas ke kantor dulu. Mm kamu beneran sayang tidak mau ikut sama Mas gitu ke kantor lagi?" tanya Arvan memastikan kembali dengan wajah penuh harapnya.


Ayla menggeleng cepat, "Tidak. Ayla nggak mau karena Ayla ada di sana Mas jadi malas kerja," gerutu Ayla dengan bibirnya mengerucut mengingat kemarin setelah pulang dari Restaurant suaminya bukannya kerja saat sampai kantor malah terus menganggu dirinya di kamar yang ada di ruangan suaminya itu.


"Hehe itu wajar sayang, Mas kan rindu!" ujar Arvan dengan cengengesannya.


Ayla hanya menggelengkan kepalanya mendengar ucapan suaminya.


"Sudah sana Mas berangkat kerja, nanti telat lagi," ujar Ayla sembari mengambil tangan suaminya lalu mengecupnya.


"Suami mu ini pemimpin di Perusahaan itu jadi tidak apa-apa kalau Mas telat!" kata Arvan dengan bangganya.


"Karena Mas pemimpin makanya harus memberikan contoh yang baik untuk karyawan Mas!" balas Ayla dengan gelengan kepalanya.


Arvan terkekeh lagi lalu mengacak rambut istrinya yang sudah terlihat rapi itu.


"Mas!" Ayla kembali melayangkan protesannya karena kejahilan sang suami.


Arvan terkekeh kembali, "Baiklah istriku sayangku. Mas berangkat sekarang, tapi kamu temenin Mas sampai depan okey," ujar Arvan lalu menarik pelan istrinya agar berdiri setelahnya Arvan memeluk pinggang istrinya. Keduanya pun keluar dari Mansion bersama.


Setelah sampai di luar Mansion tepatnya di tempat mobil suaminya sudah terparkir rapi.

__ADS_1


"Mas pamit ya, ingat tidak boleh keluar dari Mansion sendiri dan kalau ada apa-apa langsung kabarin Mas!" tegas Arvan tapi masih dengan nada lembut.


Ayla mengangguk paham. "Iya, Mas. Mas tenang saja, Mas kerja saja dengan baik agar bisa menghasilkan uang yang lebih banyak lagi," kekeh Ayla di akhir katanya.


Arvan mencubit gemas hidung istrinya. "Makanya kamu juga pakai dong uang Mas belanja masa Mas udah capek-capek kumpulin uang kamu nggak bantuin buat habisin uang Mas sih!" ujar Arvan dengan kekehannya juga.


"Siap suamiku. Kalau uangnya habis Ayla pakai jangan ngambek ya!" ledek Ayla dengan tawanya.


"Tentu, tugas kamu memang itu habisin uang Mas," balas Arvan dengan tawanya juga.


Keduanya bahkan tidak peduli jika ada orang lain di sekitar mereka, sepertinya keduanya menganggap yang lain patung. Mereka berdua asyik larut dengan kemesraan mereka tanpa memedulikan orang di sekitarnya.


"Ekhem, pengantin baru ya gini. Lebih baik kalian bulan madu aja deh daripada bermesraan di depan umum seperti ini dan Arvan juga sepertinya malas berangkat ke kantor," ejek seorang wanita paruh baya yang baru saja masuk ke area Mansion dan langsung di suguhi pasutri yang asyik bermesraan.


"Mom!" cetus Arvan dan Ayla setelah menengok ke asal suara dengan raut terkejut mereka.


"Sudah sana kalian bulan madu saja, Mom juga tidak sabar pengen punya cucu," goda Momnya kembali dengan kedipan matanya ke anaknya.


Arvan hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah sang Mommy. Berbeda sekali dengan Ayla yang kini hanya bisa menunduk malu.


"Sudah Mom jangan goda gitu, istri Arvan malu kan jadinya. Kenapa juga Mom pagi-pagi sekali datang ke Mansion ini dan tidak menghubungi Arvan lagi?" tanya Arvan dengan mengernyitkan dahinya karena merasa tumben saja.


"Huh, Daddy kamu ada urusan jadi Mom sendirian di Mansion ya lebih baik kan Mom kesini ada Ayla yang bisa temenin Mom. Rencananya juga Mom mau ajak Ayla untuk habisin uang kamu seperti kata kamu tadi," keluh sekaligus ejek Mom Ella ke anak serta menantunya.


Arvan mengangguk paham. "Tapi, kalau Mom mau pergi bentar ajak Pak Berno ya," kata Arvan memberitahu sang Mommy karena merasa khawatir dengan istrinya apalagi mengingat baru saja istrinya di culik. "Mom sekalian kan bisa suruh Pak Berno bawain belanjaan kalian nanti," tambah Arvan ketika melihat Momnya ingin protes. Arvan pun juga mengkode sang Mommy agar menuruti keinginannya.


Mom Ella pun hanya bisa pasrah menuruti sang anak apalagi ia juga kembali mengingat kejadian beberapa hari yang lalu yang dialami sang menantu.

__ADS_1


Mom Ella mengangguk, "Baiklah. Jadi, kamu siapkan sayang kita akan habiskan uang suami kamu!" kekeh Mom Ella sembari menggenggam tangan menantunya.


Ayla hanya mengangguk dengan wajah malunya.


"Kalau begitu Arvan pamit dulu. Kalau ada apa-apa Mom atau kamu sayang langsung hubungi aku ya," ujar Arvan dengan raut wajah seriusnya.


Mom Ella terkekeh melihat anaknya perhatian karena baru kali ini ia melihat anaknya seperhatian itu dengan perempuan lain yang sekarang sudah menjadi istrinya.


Berbeda dengan Mom Ella, Ayla hanya mengangguk saja menjawab suaminya.


"Katanya nggak mau, sekarang beh," ejek Mom Ella.


Arvan tidak mempedulikan Momnya itu yang menurutnya sudah tua tapi masih saja gaul lihat saja pakaiannya huh sudah seperti anak muda saja.


Arvan pun salim dengan Momnya, setelahnya ia barulah mencium kening dan mengecup secepat kilat bib*r sang istri. Setelah itu Arvan buru-buru langsung masuk ke dalam mobilnya sebelum mendapatkan protes dari dua wanita berbeda usia yang keduanya merupakan perempuan terpenting dalam hidupnya.


"Dasar anak nakal!" gumam Mom Ella dengan raut wajah kesal sekaligus bahagianya. Mom Ella kesal karena anaknya itu memperlihatkan keromantisannya di depannya padahal anaknya tahu kalau Daddy-nya saat ini tidak ada di tempat itu yang otomatis Mom Ella tidak bisa melakukannya juga bersama sang suami. Tapi, di balik itu Mom Ella juga bahagia melihat anaknya sudah bisa menerima Ayla dan terlihat sudah mencintai Ayla.


Mom Ella hanya bisa berdoa agar pernikahan anaknya bertahan hingga selamanya.


Setelah melihat mobil yang di tumpangi Arvan pergi. Mom Ella kembali melihat ke arah sang menantu yang sedari tadi hanya menunduk malu.


"Yuk sayang, kita masuk saja. Lupakan suami kamu yang nakal itu, lebih baik kita siap-siap untuk habisin uang anak nakal itu!" ajak Mom Ella dengan semangatnya sembari memegang tangan menantunya.


Mom Ella pun ingin menarik tangan menantunya untuk masuk ke Mansion, tapi suara orang teriak dari balik pagar terdengar jelas di telinga keduanya membuat Mom Ella dan Ayla berhenti terdiam di tempatnya. Apalagi Ayla yang membeku, jantungnya juga rasanya berpacu kuat mendengar suara itu.


"KAMU DI DALAM KAN ANAK TIDAK TAHU DIRI. KAMU SUDAH MENIKAH TAPI TIDAK MEMBERITAHU AYAH! KAMU MAU JADI ANAK DURHAKA HAH SETELAH MENDAPATKAN KEBAHAGIAAN KAMU MENCAMPAKKAN AYAH KAMU!" teriak seorang pria paruh baya yang tak lain adalah Silas dengan marahnya.

__ADS_1


Kedua Satpam yang berjaga di pagar pun berusaha menghalangi Silas yang nekat ingin masuk ke Mansion itu.


__ADS_2