Cinta Bersemi Kembali

Cinta Bersemi Kembali
Berubah


__ADS_3

"Kamu sudah dengar sendiri kan dari suami aku? Jadi, sebaiknya kamu pergi dari sini jangan jadi hama pengganggu. Satu lagi, ingat jangan panggil suami aku dengan Mas kalau kamu masih ingin lidah kamu tetap di tempatnya!" ketus Ayla mengancam di akhir katanya dengan tatapan sinisnya.


Arvan menatap kagum istrinya, sudah dua kali Arvan lihat istrinya berperilaku berbeda dengan saat mereka hanya berdua saja. Jika, mereka hanya berdua maka istrinya akan bersifat malu-malu, lembut dan perhatian tapi ternyata di balik kelembutan istrinya itu tersimpan sifat sangarnya juga.


Arvan kini bertanya-tanya dalam hatinya kenapa istrinya itu dulu tidak membalas sikapnya saja saat ia acuhkan dan hina padahal istrinya ternyata jago beladiri dan sangar juga seperti saat ini.


Berbeda dengan Arvan yang kini bertanya-tanya dalam hati. Ayla saat ini malah tambah geram karena melihat Levina yang masih saja duduk di lantai.


"Mas panggilan Satpam gih, kalau lihat muka dia rasanya mood makan Ayla hilang!" rengek Ayla menatap suaminya dengan raut wajah manjanya.


Arvan yang mendengar rengekan istrinya membuatnya kembali ka kenyataan. Arvan menatap gemas wajah istrinya yang memerah karena saking kesalnya.


"Baiklah sayang." Arvan pun mengambil handphonenya yang berada di atas meja di depannya dan hendak menelfon sang asisten agar mengurus masalah ini sekalian membuat Restaurant ini bangkrut saja karena jelas-jelas dirinya sudah memesan tempat VIP tapi masih saja ada yang bisa menerobos masuk ke tempatnya itu membuatnya geram sendiri dengan keamanan Restaurant yang katanya bintang 5 itu.


"Mas, jangan! Baiklah, aku akan keluar dari ruangan ini asalkan Mas mau memberikan nomor Mas untuk aku, gimana?" tawar Levina dengan tatapan genitnya.


Ayla sudah merasa gerah sedari tadi kini tambah diberikan minyak oleh Levina sehingga api yang ada di tubuh Ayla rasanya berkobar kencang. Ayla berdiri dari duduknya lalu menghampiri Levina yang masih saja betah duduk di lantai sedari tadi.


"Aku udah bilang jangan panggil suamiku Mas!" geram Ayla dengan tatapan tajamnya. "Apalagi sekarang kamu berani minta nomor suami aku di depan mata aku sendiri dan itu mata kamu natap suami aku terus mau aku tusuk, huh?" lanjut Ayla sadis karena sudah terlalu geram melihat tingkah perempuan yang seharusnya adalah sepupunya.

__ADS_1


Levina kembali ber drama sedih, "A-aku tidak bermaksud begitu kok. Aku minta nomornya Mas Arvan karena siapa tahu kami bisa bekerja sama dengan aku bisa menjadi model di Perusahaan Mas Arvan. Apa salah nya juga aku panggil Arvan dengan Mas? Kan kamu adik aku jadi otomatis Arvan saudara aku juga jadi tidak apa-apa dong aku panggil Mas Arvan dengan Mas? Iya kan Mas Arvan?" celetuk Levina sedih dengan meminta persetujuan Arvan di akhir katanya.


Arvan tidak bereaksi apa pun, ia hanya mengotak atik handphonenya sembari melihat sesekali ke arah sang istri karena sekarang tatapannya hanya selalu terarah ke istrinya ia tidak peduli mau bagaimana pun perempuan lain itu, di matanya istrinya tetaplah yang terbaik.


Arvan pun juga sangat menunggu-nunggu apa yang akan di lakukan istrinya sebab ia sudah pernah lihat keahlian bela diri istrinya saat melawan preman-preman yang berani menculik sang istri. Arvan kembali teringat dalang di balik penculikan itu ternyata musuh bisnisnya lah yang melakukan itu, tapi Arvan sudah membereskannya tinggal melakukan permainan sedikit dengan musuhnya itu yang sudah di sekapnya di tempat yang memang biasa di tempatinya untuk musuh-musuhnya.


"Main drama tuh di tv!" ketus Ayla.


PLAKK, PLAKK


Ayla menampar dengan keras kedua pipi Levina dengan tatapan tajamnya. Hal itu membuat tubuh Levina terdorong beberapa centi ke belakang.


Levina terdiam shock menatap Ayla tidak percaya karena setahu dirinya Ayla yang dulu hanya lah wanita polos yang selalu diam saat di hina, ia ingat pertama kali sekaligus terkahir kalinya Ayla berontak dan keterakhirnya kalinya itu pun ia bertemu dengan Ayla saat Ayla di jual untuk menjadi j*lang oleh Ayahnya sendiri dan saat ini menurutnya Ayla berubah drastis.


"Iya, kenapa memangnya huh? Aku udah suruh kamu pergi dari tadi tapi kamu nggak mau. Jadi, sepertinya kamu butuh tamparanku agar kamu sadar diri dengan kenyataan yang ada sekarang!" hardik Ayla dengan tatapan sinis dan menantangnya.


Levina mengepalkan tangannya menatap Ayla emosi.


'Lihat saja, aku akan balas kamu berkali-kali lipat j*lang! Aku juga akan beritahu keberadaan mu ke Ayahmu pasti dia akan sangat bahagia dan membuat kamu sengsara!' batin Levina dengan segala pikiran liciknya.

__ADS_1


Tok Tok Tok


"Masuk," ujar Arvan karena sudah sangat tahu siapa yang akan masuk ke tempat itu.


"Permisi Tuan dan Nyonya. Saya sangat minta maaf karena keteledoran kami. Saya akan bertanggung jawab atas semua ini, jadi saya mohon jangan membuat bangkrut Restaurant kami Tuan Arvan," ujar seorang pria dengan perut buncitnya yang saat baru masuk langsung sujud serta memohon ampunan dari pria di depannya yang ia sangat tahu pria itu memiliki kekuasaan.


Beberapa pria berseragam Satpam pun ikut melakukan apa yang dilakukan oleh manager Restaurant tempat mereka bekerja itu.


Arvan hanya berwajah datar serta menatap tajam beberapa pria di depannya yang memohon ampunan darinya. Ayla pun sama halnya biasanya ia akan membujuk suaminya untuk mengampuni saat ini ia rasanya sangat tidak mood untuk melakukan hal itu toh selama ini juga suaminya tidak mendengarkan ucapannya, tapi entah saat ini karena suaminya sudah berubah tetapi Ayla sudah tidak respect sebab ia rasa pelayanan di sini sangat kurang sehingga sepupu l*knatnya itu bisa masuk mengacaukan dan merusak mood makannya.


"Kami mohon Tuan belas kasihan Tuan. Kami tahu ini semua kesalhan kami, tapi kami janji ini keterakhir kalinya kami tidak akan mengulangi hal yang sama lagi. Kami akan melakukan keamanan lebih ketat lagi terutama di ruangan VIP," mohon pria yang menjadi manager Restaurant itu dengan wajah memelasnya.


Manager Restaurant itu pun melirik tajam wanita yang menjadi penyebab Restaurant tempatnya bekerja ada di ujung tanduk.


Degg


Levina tampak ketar-ketir sekarang apalagi melihat tatapan tajam dari manager Restaurant itu.


'Mati aku!' batin Levina khawatir dan cemas karena sepertinya bank berjalannya tidak akan ada lagi setelah ini.

__ADS_1


"Saya sangat kecewa dengan pelayanan kalian. Jadi, saya tidak bisa mentolerir jika sudah ada yang berani mengganggu waktu saya dan istri saya! Bahkan, sampai saat ini istri saya belum makan juga padahal ini sudah lewat jam makan siang dan ini semua atas kesalahan kalian!" kesal Arvan ketika mengingat istrinya belum makan apapun karena cewek jadi-jadian yang tiba-tiba masuk menggangu waktunya bersama sang istri.


"Kalian bisa berurusan dengan asisten saya nanti!" lanjut Arvan lalu memeluk pinggang sang istri dan pergi begitu saja dari tempat itu karena sudah merasa muak berada satu ruangan dengan makhluk-makhluk tak tahu malu menurutnya.


__ADS_2