Cinta Bersemi Kembali

Cinta Bersemi Kembali
Memborong


__ADS_3

Setelah permasalahan yang terjadi pagi tadi itu sempat membuat Ayla tidak ingin ke Mall karena masih merasa malu dengan Mama mertuanya, tapi Mom Ella terus memberikan pengertian agar Ayla tidak malu karena semua bukan salahnya Ayla. Mom Ella pun terus membujuk Ayla agar ingin pergi dengannya, bahkan Mom Ella memasang wajah memelas dan sedihnya di depan Ayla agar Ayla mau pergi dengannya.


Akhirnya segala bujukan dan rayuan dari Mom Ella mempan juga ke Ayla dan disinilah mereka di salah satu Mall terbesar di kota itu.


"Kita mau kemana dulu Mom?" tanya Ayla sembari memperhatikan sekitarnya yang banyak orang berlalu lalang.


"Ayo, kita beli baju dulu! Pokoknya kita harus puasin habisin uang suami kamu!" seru Mom Ella semangat dengan kekehannya.


Ayla hanya tersenyum geli melihat tingkah Mama mertuanya.


Mom Ella pun menarik Ayla ke salah satu toko pakaian branded yang ada di Mall itu. Saat masuk keduanya langsung di sambut dengan sopan serta ramah oleh pelayan di toko itu yang mempersilahkan keduanya juga untuk duduk ke salah satu sofa yang ada di toko itu.


"Tolong tunjukkan pakaian termahal dan terbaik di Mall ini!" perintah Mom Ella.


"Baik Nyonya, mohon di tunggu." Pelayan itu pun pergi untuk mengambil pakaian sesuai permintaan Mom Ella.


"Mom apa nggak sebaiknya kita beli di toko lain saja?" cicit Ayla dengan melirik sekitarnya yang penuh akan barang mewah.


Mom Ella mengernyitkan dahinya tidak paham, "Kenapa sayang? Apa kamu nggak suka pakaian-pakaian di sini?" tanya Mom Ella heran.


Ayla menggeleng pelan, "Bukan seperti itu Mom. Tapi, bukankah di sini terlalu berlebihan pakaiannya pasti sangat mahal-mahal. Lebih baik kita beli yang lebih murah di tempat lain saja Mom, lagian pakaian Ayla juga sudah banyak kok," jawab Ayla dengan raut wajah cemasnya karena takut ia belanjakan uang suaminya banyak. Walaupun suaminya sudah bilang tidak masalah, tapi tetap saja rasanya Ayla tetap sungkan karena ia dari kecil sudah terbiasa hidup susah bahkan ia sangat tahu juga betapa susahnya mencari uang.


Bukannya langsung menjawab, Mom Ella malah tertawa melihat tingkah polos menantunya.

__ADS_1


"Kamu ini, sangat menggemaskan!" kekeh Mom Ella sembari mencubit gemas pipi menantunya.


"Mom," cicit Ayla dengan wajah memerah malunya karena mertuanya itu mencubit pipinya padahal ia sudah dewasa apalagi ini di tempat umum.


Bukannya menghentikan, Mom Ella malah tambah tertawa melihat wajah malu menantunya.


"Aduh, kamu ini. Jangan pikirkan masalah uang okey, suami kamu kaya seharusnya kamu manfaatin porotin uangnya tahu!" cetus Mom Ella dengan hasutan l*knatnya setelah memberhentikan tawanya.


Ayla melongo mendengar perkataan mertuanya. Apa ada mertua yang malah menghasut menantunya untuk menghabiskan uang anaknya? Ayla heran sendiri dengan mertuanya itu yang aneh menurutnya, tapi ia juga bahagia karena punya mertua baik sih.


"Permisi Nyonya, maaf mengganggu waktunya. Ini adalah beberapa gaun yang hanya ada beberapa di dunia dan pastinya ini masih sangat baru. Nyonya beruntung karena bisa mendapatkan pengeluaran terbaru ini hasil dari desainer terbaik dunia," ujar pelayan itu menjelaskan dengan ramah serta semangatnya karena kalau dua orang di depannya itu membeli pakaian itu tentu saja dirinya akan mendapatkan bonus karena berhasil menjualnya.


Mom Ella mengalihkan tatapannya ke sekitar tiga baju yang dipegang oleh pelayan yang masing-masing memiliki keunikannya tersendiri dan tentunya tampak elegan.


"Coba pakai sayang," ujarnya ke menantunya itu yang hanya terdiam melihat tiga baju itu.


"Baik, mari Nyonya." Pelayan itu pun mempersilahkan Ayla untuk mengikutinya.


Ayla mengangguk lalu ikut dengan pelayan tanpa membantah.


Setelah mencoba satu baju, Ayla ke luar lalu memperlihatkan ke mertuanya yang masih duduk di tempat sebelumnya.


"Baju ini sangat cocok untuk Nona, Nyonya," celetuk pelayan tadi dengan senyumnya.

__ADS_1


Mom Ella mengangguk menyetujui perkataan pelayan itu. Baju yang di coba menantunya saat ini memang sangat cocok untuk sang menantu.


"Bagaimana sayang, kamu suka?" tanya Mom Ella karena walaupun Mom Ella rasa cocok, tapi bagaimana pun yang memakainya adalah menantunya bukan dirinya, jadi ia harus menanyakan pendapat menantunya juga.


Ayla mendekati mertuanya lalu berbisik pelan, "Mom nggak usah ya, bajunya sangat mahal banget padahal menurut Ayla baju ini sama kaya baju di tempat lain yang harganya lebih murah," cetus Ayla dengan wajah cemberutnya karena merasa tidak suka jika menghambur-hamburkan uang, karena ia sangat tahu betapa susahnya mencari uang.


Walaupun Ayla tadi mengatakan ke suaminya ia akan menghabiskan uang suaminya, itu hanya alibinya saja atau candaannya semata pada kenyataannya ia tidak akan enak hati untuk menghabiskan uang suaminya yang sudah sangat susah payah untuk mendapatkan uang yang banyak itu.


Mom menggelengkan kepalanya mendengar alasan menantunya menolak baju itu.


"Astaga sayang! Bahkan kalau kamu belanja seisi Mall ini uang suami kamu juga nggak akan habis jadi kamu tenang saja belanjakan. Suami kamu kan kerja untuk kamu, jadi kalau bukan kamu habisin masa orang lain. Kamu mau kalau suami kamu malah belanjakan uangnya yang banyak itu untuk perempuan lain karena kamu tidak mau membelanjakan uang suami kamu?" tanya Mom Ella dengan mencoba menakut-nakuti menantunya yang polos itu.


Ayla membelalakkan matanya mendengar perkataan mertuanya.


"A-apa yang Mom katakan benar?" cicit Ayla dengan gelengan kepalanya. "Mas Arvan hanya milik Ayla Mom!" tegas Ayla dengan raut wajah sedihnya.


Mom Ella diam-diam tersenyum mendengar perkataan menantunya.


"Nah, kalau gitu jangan sungkan lagi belanjakan uang anak Mom. Walaupun dia anak Mom, tapi yang lebih berhak sekarang itu kamu istrinya lagian kalau bukan kamu belanjakan siapa lagi kan? Mom kan juga punya suami yang bisa Mom pakai uangnya, otomatis semua uang suami kamu ya milik kamu!" ujar Mom Ella.


"Sudah, ayo kita borong semuanya!" lanjut Mom Ella semangat.


Ayla terdiam sejenak mencerna perkataan mertuanya, tapi setelahnya ia mengangguk dengan penuh semangat juga. Sepertinya pikiran Ayla mulai terkontaminasi dengan hasutan-hasutan Mama mertuanya itu.

__ADS_1


Keduanya pun belanja dengan semangatnya. Tapi, sepertinya Ayla tidak ditakdirkan untuk tenang karena baru saja tadi pagi ia bermasalah dengan Ayahnya kini malah ia harus ketemu lagi dengan Tante sekaligus Sepupu l*knatnya.


Ayla awalnya ingin mengacuhkan keduanya, tapi sepertinya kedua ibu dan anak itu tidak membiarkan hidup Ayla tenang begitu saja. Ibu dan anak itu malah dengan sengaja mendekati Ayla dan memulai pertengkaran kembali.


__ADS_2