
**"rumah andre**
"tanta, aku mendingan nyusul andre ke kantor aja ya.. aku udah gak sabar ketemu sama andre. aku kangen banget sama dia"...
ucap tanti sambil berdiri untuk pamitan ke merry..
"kenapa gak tunggu andre pulang aja ?..sebentar lagi pasti andre pulang kok sayang".. ucap mery.
"engak apa apa tanta, sekalian nanti aku ajak andre makan di luar. aku pamit dulu tanta"
lalu tanti berjalan keluar dan menghilang dari hadapan mery.
kini merry sudah mulai gelisa, dia memikirkan perasaan putry kalau tau tanti mantanya andre sudah kembali.
"mah, ".... panggil putry dari belakang
" eh kamu sayang, ngagetin mama aja..".. jawab mery yang kini menoleh ke arah putry
"tadi yang datang siapa ma"? kok cepat banget pulangnya. padahal putry belum sempat lihat tadi".. tanya putry
"oh itu,, itu temanya andre. dia ke sini cuma mau lihat kabar mama saja."..
jawab mery.
putry merasa ada yang aneh dari sikap calon mertuanya itu. dia hendak menanyakannya kembali, namun tidak jadi karena mery sudah langsung menarik tanganya kembali ke dapur
** kantor andre
#tok..tok..tokk..( ketukan dari luar)
"masuk".. sahut andre
tiba tiba muncul seorang wanita yang tak asing lagi di benak andre.
iya,, dia adalah tanti mantanya dulu. mantan yang menghianatinya dulu.
"kamu?...andre kemudian berdiri menatap tajam ke arah tanti
tanpa sadar tanti sudah memeluknya.. dekapan tanti membuat andre diam seribu bahasa
"aku kangen banget sama kamu sayang..aku mau kita seperti dulu lagi aku mau kita romantis seperti dulu lagi"...
ucap tanti yang mulai mencium pipi andre
"tanti kamu apaan sih? lepasin!.." bentak andre.
"aku tau kamu masih marah sama aku, aku tau kamu sakit hati gara gara aku dulu menduakan kamu. tapi sekarang aku udah beruba sayang,, aku sudah melupakan laki laki waktu itu. selama ini aku terus mencari kamu, aku terus menghubungi kamu, tapi ternyata kamu sudah mengganti nomor kamu"...
jelas tanti yang kini mulai meneteskan air mata buayanya
melihat tanti menangis, andre mulai luluh..
" sekarang kamu mau apa?..apa yang kamu mau sekarang tanti, setelah sekian lama kita berpisah dan sekarang kamu baru kembali..apa yang kamu inginkan?...".. tanya andre
"aku mau kita balikan sayang,, aku sudah relah datang dari amerika hanya untuk menemui kamu di indonesia. aku melepaskan perkerjaan aku di sana. selama ini aku seperti seoarang wanita gila gara gara kamu. kamu menghilang begitu saja. aku sayang banget sama kamu, aku mau kita seperti dulu lagi".. ucap tanti yang kini sudah memeluk tubuh andre lagi.
andre hanya pasra tubuhnya di peluk tanti. dia tidak menghidar sedikitpun.
__ADS_1
hatinya kini sudah mulai termakan omongan mantanya itu. dia kembali mengingat masa masa mereka saat pacaran dulu, dimana dia dengan tanti sangat romatis, kemana mana mereka selalu bersama. dan bejanji andre akan menikahinya setelah sukses nanti.
mengingat hal tersebut, kini andre mulai membalas pelukan tanti.
dia memejamkan matanya dan terhanyut dalam kenyaman di pelukan mantan pacarnya itu. mereka berpelukan cukup lama seolah olah melepas segala kerinduan selama berpisa hampir lima tahun.
*** hari sudah semakin sore
putry masih duduk di ruangan tengah sembari menunggu andre pulang. sementara mery masih sibuk menonton tv.
#tok tok tok... (suara ketukan pintu)
putry hendak berdiri, namun terhalang oleh mery
"biar mama saja yang buka sayang, pasti itu andre"..
putry hanya mengiyakan ucapan mertuanya itu.
"hallo tanta..." sapa tanti yang kini menggandeng tangan kirinya andre
mery hanya membalas sapa tanti dengan senyuman. kemudian mempersilahkan mereka masuk.
"andre?...
tiba tiba putry berdiri dan menyapa andre yang kini di gandeng seorang wanita cantik...
"putry?,,, kamu belum pulang?"... tanya andre sambil melepaskan tangan tanti dari lenganya.
putry terdiam sesaat. dia terus memperhatikan wanita yang menggandeng andre. kini hatinya mulai sakit
"dia siapa sayang?..kok dia panggil kamu seenaknya begitu?..apa dia pembantu kamu?..tanya tanti sambil menatap putry dengan waja tidak suka
"ah, diaa..diaaaa ,,dia anak dari tetangga sebelah. dia sering datang main di rumah." jawab andre sambil menunduk
mendengar jawaban itu, dada putry terasa sangat sesak, dia menggigit bibirnya dan berusaha menahan air matanya. sunggu tidak menyangka andre akan mengatakan seperti itu. selama ini andre mengakuinya sebagai calon istri bahkan sebentar lagi mereka menikah. putry mulai merasa di bohongi oleh andre.
merry yang sedari tadi berdiri di sebelah tanti, kini mulai membuka suara
" ehem,, tanti sebenarnya putry ini.........
"eh, tanta sebaiknya putry langsung pulang aja. terimakasih banyak untuk hari ini tanta. putry permisi dulu."
ucap putry memotong ucapan merry lalu pergi menuju pintu keluar
andre kini mulai di liputi rasa bersalah yang besar. tapi hatinya kini masih dilema. dua perempuan kini telah mengusik hatinya.
dia terasa sulit untuk memilih antara keduanya.
***
hisk hiks...kini putry sudah sampai di kostnya. dia menangis sejadi jadinya sekeras kerasnya. dia melepar semua barang di kamarnya. dia pecahin semua kaca yang masih terpampang rapi di depan lemari.
semua anak kost yang lain pada berlarian menuju kamarnya.
"kamu kenapa put?... tanya salah satu dari mereka
"hei, are you okey".. tanya teman satunya lagi
__ADS_1
putry masih menangis. dia tidak menjawab pertanyaan yang bertubi tubi menghampirinya. kini pikiranya sudah dalam kekacauan yang luar biasa.
tiba tiba devin berlari ke arahnya dan langsung memeluknya
"kamu kenapa put,, apa yang terjadi?..kenapa kamu bisa seperti ini?..
. tanya devin yang kini mulai ikutan menangis
putry masih menutup rapat bibirnya.
matanya terus mengeluarkan air mata.
dia memeluk tubuh devin dengan erat .
saat ini hanya devin yang mengerti dengan perasaanya. sementara teman teman yang lain sudah mulai keluar dari kamarnya
" dia jahat dev..dia jahat. aku benci sama dia"..ucap putry dengan tebata bata
" siapa? siapa yang jahat?..kasih tau aku sekarang?.. ucap devin
"andre. dia tidak mengakuiku sebagai calon istrinya. dan kini dia sedang bersama wanita lain"...
hik hiks putry mulai mengis lagi
sontak devin langsung melepaskan pelukanya
"apa?...andre?..laki laki itu lagi?. kurangajar. tunggu dia. aku akan memberi perhitungan!".. ucap devin yang kini sudah termakan emosi..
putry masih terdiam dan masih terus menangis.
devin melihatnya dengan penuh rasa sedih,. sahabat yang di kenalnya sangat periang, kini sudah tak berdaya cuman gara gara satu laki laki.
devin bergegas kembali ke kamarnya. mengambil ponsel dan menelfon kevin.
namun ponsel kevin di luar jangkauan.
dia bingung harus menghubungi siapa lagi, karena hanya kevin yang biasa menghibur putry.
setelah berapa detik mondar mandir, ahirnya dia mengingat sosok lelaki yang pernah datang mencari putry.
dia segera kembali ke kamar putry, dan mengambil ponsel putry lalu mencari kontak
yang bernama rendi..
creeenggg ( panggilan keluar)
"hallo putry".... jawab rendi
"hallo, maaf ini bukan putry. ini temanya. "... jawab devin sambil mendekap mulutnya agar suaranya tidak kedengaran putry
"iya, kenapa ponsel nya di kamu?.. dimana putry"?.. tanya rendi panik.
" kamu segerah ke sini sekarang. nanti aku akan jelasin semuanya"..
"oke. aku brangkat sekarang"..
tringg..(telfon di matikan)..
__ADS_1
🌺🌺🌺