
#pukul 10 pagi, putry dan rendi sudah tiba di bandara. 5 menit lagi mereka akan segera terbang ke bandung. mereka sengaja datang lebih lambat, karena tidak mau menunggu terlalu lama di bandara.
kali ini perasaan rendi dalam keadaan darurat. ini adalah kali pertama dia bertemu langsung dengan orangtuanya putry. dia memang belum sempat mengutarakan perasaan ke putry, namun dengan adanya kesempatan yang langka ini maka segala niatnya yang tertunda selama ini akan segera di tuntaskan. dia akan melamar putry langsung di depan orang tuanya.
di sisi lain, putry masih sibuk dengan ponselnya. entah apa yang sedang dia lihat, tapi kelihatanya pikiranya fokus ke ponsel yang di mainkan. sesekali rendi menatap ke arah putry dengan perasaan penuh harap.
pikiranya masih membayangi kejadian akan terjadi nanti.
#penumpang yang terhormat , pesawat batik air dengan no penerbangan id_**** tujuan bandung.....#
"put, kita berangakat sekarang,".. ucap rendi sambil mengambil tas di sebelahnya.
"okee".
***
putry dan rendi baru saja keluar dari bandara,
mereka segera menaiki taxi online yang sudah di pesan putry dari malang,.
"put, rumahmu masih jauh gak?".. tanya rendi
"lumayan jauh rend, sekitar 30 menit,".. jawab putry
rendi hanya membalas dengan anggukan kepalah. lagi lagi pikiranya mulai tidak tenang. di menempelkan tanganya di dada dan segera menarik nafas dalam dalam dan di hembuskan perlahan. lagi lagi melakukanya, sampai yang ke tiga kali hingga membuat putry menyadari apa yang di lakukanya
"rend kamu kenapa? kok tegang gitu,? kamu gak suka ya berada di sini, maafin aku ya..gara gara aku kamu jadi ikutan ke bandung ".. ucap putry
"ohh..enggak kok,,, aku gapapa put. aku cuman latihan pernapasan aja. aku kebiasaan kalau lagi di mobil kayak gini, biar rileks hehehe..."
selang 30 menit berlalu, taxi yang mereka tumpangi ahirnya berhenti di depan rumah putry.
"rend kita udah nyampe ayo kita turun".. ucap putry
rendi hanya mengikuti ucapan putry dan segera turun dari mobil.
matanya mondar mandir melihat keadaan sekeliling. suasanya sangat jauh dari malang. di sini lebih sejuk. dan nyaman. dia melihat ke arah rumah putry, dan kembali membayangkan reaksi dari orang tua putry ketika melihatnya nanti. apa lagi ayahnya, dengar suaranya aja sudah bikin takut apa lagi kalau lihat langsung . seketika rasa nyaman yang tadi beruba menjadi rasa kekuatiran yang besar.
tiba tiba dia di kagetkan dengan tepukan tangan putry di pundaknya
"kamu kenapa rend? kok bengong gitu?..
"eh kamu bikin kaget aja put., kirain tadi ayah kamu yang nepuk," jawab rendi sambil menarik nafas lalu di hembuskan secara perlahan.
"ya kali ayah aku yang nepuk,,. kamu aneh aja deh, ..kok kamu mala ngebayangin ayah aku sih?".. tanya putry
"oh enggak ko.. aku cuma...
"putry.." suara yang tiba tiba muncul dari belakang
putry dan rendi segera menoleh ke belakang
"ibu.."... ucap putry. lalu memeluk ibunya
" kamu ke sini pasti karena na andre. ".. tanya susan
"eh ibu, bukanya nanya kabar mala langsung nanya yang lain, emang ibu gak kangen apa sama putry,, ayah mana bu?.."
"ibu kangen sayang,, ayah kamu belum pulang,".. ucap susan
sekitar berapa detik putry dan ibunya berpelukan. sedangkan rendi masih berdiri kaku. dia tidak berani mengatakan apa apa.. dia melihat ibunya putry memiliki paras yang cantik wajanya persis seperti putry hanya hidungya yang beda. mungkin hidungnya di warisi dari sang ayah.
"ini siapa put?".. tanya susan sambil melepaskan pelukanya
"ini rendi bu, dia teman aku di malang. dia ke sini karena cuman pengen kenal aja sama ayah dan ibu,,.. rend ini ibu aku"...
"hallo tanta,, saya rendi temanya putry"..sapa rendi sambil mencium tangan susan
"ohw, jadi na rendi ini temanya putry.."..ucap susan
"iya bu, saya temannya putry" sekaligus calon mantu ibu. gumam rendi dalam hati
"iya sudah, ayo kita masuk,, pasti na andre senang melihat kedatangan kalian berdua."..
putry dan rendi Hanya saling menatap. kini perasaan putry mulai sedikit tenang, karena setidaknya tidak terjadi apa apa sama andre.
__ADS_1
beda hal nya dengan rendi, dia merasa terganggu sekali melihat andre lagi. meskipun tujuan kedatangan mereka ke sini untuk ketemu andre, namun tetap saja rendi kurang nyaman.
"silakan duduk na rendi.".. ucap susan setiba di ruangan tamu
"iya bu makasih"...jawab rendi.
"put, kamu temui na andre di kamar, dia di kamar tamu..dari kemarin dia gak mau makan, "...ucap susan
"apa bu? gak makan?.. kok bisa?..".. tanya putry panik
"yaaa..ibuk juga gak ngerti kenapa. tapi kamu temui dia dulu. nanti ibu jelasin semuanya".. ucap susan
"baik bu"..
"tunggu put".. panggil susan
"kenapa lagi bu?"
"ini kamu bawain ini,, ibu sudah siapakan dari tadi pagi".. ucap susan sambil menyodorkan semangkuk bubur ke putry.
putry langsung menerimahnya dan langsung berlari ke kamar.
sedangkan rendi hanya duduk melihat adegan yang tidak enak itu. lagi lagi putry kembali ke dalam perangkap andre.
# di pintu kamar, putry hendak masuk. namun dia langsung berpapasan dengan andre. yang membuatnya hampir terjatuh, untung andre segera menahanya .
mereka saling menatap seakan tidak percaya bisa bejumpa lagi dalam kedaan seperti ini.
putry memalingkan wajanya dari andre.
"kamu ngapain ke rumah aku?. bukanya kita sudah gak ada hubungan apa apa lagi..".. ucap putry. ditanganya masih megang semangkok bubur
"sayang maafin aku.. aku menyesal. tolong maafin aku..".. pinta andre yang kini mulai berlutut di kaki putry
"eh kamu ngapain sih.. ayo bangun , kalau ibu lihat gimana?.."
"aku gak peduli. yang aku peduli sekarang hanya maaf dari kamu. aku rela lakuin apapun yang kamu mau, . tolong maafin aku put"...
"kalau aku gak mau maafin kamu gimana?..toh kamu juga punya si tanti yang cantik itu. "
"sayang dengarin aku dulu.. tanti itu masa lalu aku. dia mantan aku. dan dia pulah yang membuat aku dingin sebelum aku ketemu sama kamu. dan sekarang dia datang lagi untuk minta balikan, tapi gak mau. karena aku sudah ada kamu"...
"aku sudah menjelaskan semuanya pada ayah dan ibumu. bahkan kemarin ayahmu sempat mengusirku. namun aku tidak menyerah. aku tetap meyakinkan mereka. aku tau aku salah..aku mohon beri aku satu kesempatan lagi. jika kamu gak mau maafin aku, aku tidak akan pulang lagi ke rumah. aku tidak akan mengurus perusahaan. dan aku akan tetap tinggal di sini"...
"kamu!..kamu gila ya.. ini kan rumah aku."..
"iya aku tau, makanya aku akan tetap di sini."
"oke. aku maafin kamu. tapi bukan berarti kita balikan lagi"..
"terus apa bedanya dong.. sama aja kalau begitu"..protes andre.
"iya aku beri maaf bukan berarti aku mau balikan sama kamu kan?"...
"enggak mau. pokonya kita gak ada pisah. kamu tetap menjadi miliku. dan selamanya miliku."
"enggak mau. kamu lanjut aja sama tanti. " ucap putry yang kini mulai masuk ke kamar, karena tidak ingin pertengkaranya di dengar oleh rendi dan ibunya. sedangkan andre segera mengikutinya dari belakang.
"kok kamu mala ikutan masuk sih?.. keluar sana!"..
"kalau aku gak mau gimana?"..jawab andre tanpa rasa bersalah sedikitpun
"oke. kalau begitu aku yang keluar"..
belum sempat putry melangka , tangan andre sudah lebih dulu menariknya. dia menarik tubuh putry dan langsung memeluknya.
bubur yang tadi berada di dalam mangkuk, seketika langsung berserahkan di lantai.
"lepasin!.. "
"gak mau!".
"ish kamu jangn main peluk peluk aja dong. kalau ibu lihat gimana"..
#cuupp..
__ADS_1
bibir andre mendarat di bibir putry.
putry berusaha keras untuk menghindar .
"jangan cium aku. dan lihat, gara gara kamu, buburnya jadi tumpah semua"...ucap putry sambil berusaha melepaskan pelukan andre
#chupp
ciuman kembali mendarat kedua kalinya
"andre,, kamu ini apa apaan sih. main cium aja. "
"terserah aku dong. kalau kamu mau melepaskan diri dari sini, kamu katakan dulu kalau kamu maafin aku dan akan menikah dengan aku"..
"apa!"..
#chupp
ciuman lagi lagi kembali mendarat.
kini putry tidak bisa apa apa lagi.. tenaga andre sangat kuat memeluknya.. bahkan dia hampir sesak nafas
"aku maafin kamu sayang. dan kita akan segera menika".. ucap putry
#chuppp
kembali mendarat lagi...
"makasih sayang. aku senang dengarnya"
"lepasin aku sekarang!"..
#chupp
mendarat lagi..
"kamu harus tulus maafin aku. bukan karena ingin aku lepasin pelukan ini".. ucap andre
"iya aku tulus sayang. sekarang lepasin aku ya"...nada nya mulai menggoda
ahirnya andre melepaskan putry dari pelukanya.
"aku lapar, dari kemarin belum makan"... ucap andre
"siapa suru gak mau makan. " ucap putry
"aku gak makan kan gara gara kamu".. jawab andre
"loh kok aku sih...emang aku salah apa coba?.."
"iya ini salah kamu, gara gara kamu marah sama aku, aku jadi hilang nafsu makan. bahkan aku mau bunuh diri kalau kamu gak juga temuin aku disini"..
"apaan sih..kamu yang salah, siapa suru bikin aku sakit hati"..
"iya iya maafin aku.. aku janji gak akan ulangi lagi"
"okee pak andre terhormat. sekarang kita keluar ayoo.." ajak putry
"tunggu sayang"...
"apa lagi "..jawab putry
"aku mau nanya sama kamu, tapi kamu jawab jujur ya.."...ucap andre
"iya aku jawab jujur..mau nanya apa?"..
"kamu kan kemarin nginap di apartementnya rendi, dan......
"ish apaan sih, kamu jangan mikir yang aneh aneh deh. aku tu gak ada lakuin apa apa sama rendi. lagian dia tidur sofa kok. dan aku juga gak ada hubungan apa apa sama dia"... jelas putry
"jadi rendi gak mengambil barang terhormat yang menjadi miliku kan?.."
"iyaaa..kamu pikiranya aneh aneh aja deh..".. ucap putry
"iya wajar dong sayang aku mikir yang aneh aneh. kamu kan kemarin nginap di tempatnya rendi , mana mungkin aku gak kepikiran"..ucap andre
__ADS_1
"kamu tenang aja. aku gak ada lakuin apa apa sama rendi. semuanya aman kok."
"oke deh..syukur kalau begitu. kalau sampe rendi macam macam, aku pastikan nyawanya tak tertolong"...