Cinta CEO Ganteng Dengan Gadis Magang

Cinta CEO Ganteng Dengan Gadis Magang
KEKECEWAAN ANDRE


__ADS_3

# Pagi Hari


Andre berusaha meraba ke samping, beraharap Putry masih ada. namun yang ia dapati hanya sebuah bantal guling. sepertinya Putry sudah bangun lebih dulu.


" sayang... " panggilnya sambil menampung segala nyawa untuk berusaha bangkit dari tempat tidur. tanpa mengenakan sehelai pakayan apapun di tubuhnya.


sekilas melihat jam di ponselnya.


sudah jam sepuluh pagi. sepertinya ia sangat kelelahan, sampai bangun kesiangan, . entah sampai jam berapakah kegiatan mereka tadi malam, hanya mereka yang tau..


terdengar suara air Dari kamar mandi. sepertinya putry lagi mandi.


Andre segera mendekat ke pintu kamar mandi


#tok tok .. mengetuk pintu


"sayang kamu di dalam?..."..


tidak ada jawaban. hanya terdengar suara air.


sekali lagi Andre mengetuk pintu agak keras


"sayang, putry..kamu gak apa apa kan?.." mulai panik..


"Iya ..aku lagi mandi. aku gak apa apa..".. teriaknya Dari dalam


hmmm..menghela nafas., kemudian berjalan kembali ke ranjang. mengambil ponselnya, mengetik sesuatu, sepertinya mau mengirim pesan pada seseorang.


selang berapa menit kemudian, Pintu kamar mandi di buka. putry keluar hanya menggenakan handuk sebatas lutut. bagian tubuh atas masih telajang. sekilas melemparkan senyum manis pada suaminya yang tanpa henti meliriknya dari ujung kaki sampai rambut. kemudian ia berjalan mendekat lemari untuk mengambil pakayan ganti.


Andre meletakan kembali ponsel di tangannya, berdiri dan segera mendekati istrinya. tanpa ada rasa malu sedikitpun meskipun dalam keadaan telanj**


"sayang..".. melingkarkan tanganya di pinggang putry, sambi sesekali mencium pundak putry.,..".. sepertinya Putry sudah tau apa mau dari suaminya itu..


sambil merasakan benda yang semakin mengeras milik suaminya itu, ia berusaha untuk menolaknya..


"sayang, kamu mandi dulu sana..,..".. berusaha membujuk suaminya supaya tidak ada kelanjutan apa yang hendak di inginkan suaminya itu


"aku masih ngantuk.".. Andre


"Ya sudah kalau kamu masih ngantuk, kamu boleh tidur lagi., tapi kamu harus pakai pakyan kamu dulu.,, kamu gak malu sama aku..."


"ngapain harus malu sayang., kamu kan istri aku, kita juga sudah saling merasakan satu sama lain. jadi ngapain aku harus malu. "


kembali menghujani pundak istrinya dengan ciuman, pelukanya semakin mengerat.


"lepasin aku dulu, bagaimana aku mau ganti kalau kamu masih meluk aku kayak begini..".berusaha menyikirkan tangan Andre,. namun sekuat kuatnya ia berusaha , kekuatan Andre semakin tak bisa di kalahkan..,. tangan yang semula melingkar di pinggang, kini mulai berjalan menuju dua benda berharga milik putry yang masih di tutupi handuk.


perlahan Andre meng** dua barang berharga tersebut.


sepertinya apa yang mereka lakukan tadi malam belum cukup baginya. mungkin itulah yang ia rasakan sekarang.


makin ke sini Putry mulai tergoda. menutup matanya, mengelus tangan suaminya secara perlahan. entah mungkin keinginan Andre harus terkabul sekarang. yang pasti ia mulai menikmati apa yang di lakukan suaminya.


#tok tok.."...tiba tiba pintu di ketuk dari luar


sontak putry langsung mendorong Andre ke belakang. lalu segerah berlari ke pintu. sementara Andre dengan santainya balik lagi ranjang lalu memasukan tubuhnya di bawah selimut


"selamat pagi Bu..".. sapa seorang karyawan hotel dari balik pintu


"iya pak..selamat pagi..".. berusaha menyebunyikan tubuhnya agar tidak kelihatan.


"saya membawahkan pesanan makanan yang di pesan pak Andre..". menyodorkan kotak makanan itu ke putry


"ohw, oke. makasih ya."..


"baik bu, saya permisi dulu"..

__ADS_1


kembali menutup pintu, tak lupa ia menguncinya. kemudian berjalan dan meletakan kotak makanan tersebut di atas meja. lalu perlahan berjalan mendekat ke Andre.


"ayo mandi..".. menarik selimut yang menutupi tubuh Andre, hingga terjatuh ke lantai.


lagi lagi ia kembali di suguhkan oleh pemandangan yang tak biasa.


" Aku mau lagi sayang..".. Andre menarik tanganya agar semakin mendekat


"Gak mau".. berusaha melawan


"kok gak mau sih... kalau begitu aku gak mau mandi dan gak mau pakai pakayan"... mengancam tanpa ada rasa malunya


mengehela nafas panjang. mencium kening Andre dengan lembut.


"sayang, bukannya aku gak mau lagi. tapi aku sekarang lagi sakit.."..


"apa, sakit? sakit apa..mana yang sakit. apa aku menyakitimu tadi malam.?." meraba seluruh bagian tubuh putry hingga handuk yang di kenakan putry hampir terjatuh.


kepanikan mulai terlihat dari raut wajanya. sepertinya ia sangat mengkawatirkan jika terjadi sesuatu pada istri tercintanya itu


putry tersenyum.. perlahan kembali mencium kening Andre.


"sayang,..bukan badan aku yang sakit. tapi ini adalah sakit wajib aku. dan kamu sama sekali gak pernah nyakitin aku tadi malam .." berusaha menjelaskan pada suaminya..


"sakit wajib?..emang ada ya sakit wajib?"..belum juga memahami apa maksud dari penjelasan putry


"hmmm.., Aku datang bulan sayang. makanya kamu gak boleh sentu aku sekarang. bahkan sampai tiga hari ke depan"...


"apa?..tiga hari?.. selama itukah aku harus menunggu?.. sayangg..kamu tau kan kita baru saja menikah. dan baru satu kali kita melakukan kewajiban kita. tapi kenapa sekarang malah di tunda...".. menjawab dengan penuh kekecewaan,.


" makanya kamu sih. mau bulan madu tapi gak kasih tau aku dulu. jadinya gini kan..coba aja kamu bilang dulu sama aku kemarin,..".


menurunkan badanya dan duduk di pangkuan Andre


"jadi ini alasan kamu kemarin gak mau lama lama di sini, jadi gara gara ini?.."..


#chup, menciuk bibir putry dengan lembut.."


"Maafin aku sayang..,."..


keduanya berpelukan. sebelum Andre bergegas ke kamar mandi.


dan selang berapa menit kemudian keduanya bersama sama menyatap makanan yang sudah di pesan.


###


Rendi kembali memasukan Barang bawah Nensy ke bagasi Mobil. raut wajanya kini di penuhi kebahagiaan. mungkin inilah cinta yang ia tunggu tunggu selama ini. meskipun ia tidak berhasil mendapatkan putry, namun Tuhan sudah menggantinya dengan kehadiran Nensy.


" Nen..".. sambil memasang sabuk pengaman


"hmm .." entah kenapa sekarang suasanya agak berbeda. keduanya terlihat malu malu.


"Kamu nyaman kan aku bawah pulang ke Apartemen lagi?".. Rendi


"Hmm..nyaman kok".. menjawab tanpa memandang


keduanya kemudian pergi meninggalkan Bandara.


beberapa saat kemudian, mereka ahirnya sampai di Apartemen lagi.


"Duduk dulu sini, aku bawain barang kamu ke kamar..".. mempersilahkan Nensy duduk di sofa ruangan tengah. lalu ia berjalan menuju kamar.


"Rend"...


"iya ada apa?"..


"Kamarnya kan di situ, kok barang aku mau di bawah ke kamar kamu".. bertanya dengan keheranan

__ADS_1


"Kamar akau sekarang sudah jadi kamar kamu"..


"Maksudnya.."..


#tanpa menjawab pertanyaa Nensy, bibir Rendi sudah lebih dulu menciumnya. melumati Bibir Nensy dengan penuh kelembutan. Rupahnya Nensy juga menikmati ciuman tersebut.


Tak tinggal diam, Rendi langsung mengendong Nensy masuk ke kamar lalu membaringnya di atas ranjang. ciuman keduanya belum juga usai.


kenikmatan antar keduanya sudah semakin menjadi jadi..


makin ke sini sini ciuman itu mendatang desahan kenikmatan atar keduanya.


tangan rendi sudah tak bisa di kontrol lagi, ia mulai menge** kedua barang milik Nensy yang masih tertutup baju


"Sayang.. Habis ini aku akan Nikahin kamu., sekarang boleh kah aku menyentu kamu?".. Rendi bertanya di selah selah kenikmatan


"Kamu yakin mau nikahin aku?"..


"iya Kita akan menikah besok"..


"besok?".. belum yakin dengan apa yang barusan ia dengar


"iya besok". kembali menghujani Nensy dengan ciuman


perlahan melepaskan pakayan yang di kenakan antar keduanya.


dan kini keduanya sudah tampil polos tanpa adah sehelai apa pun yang melekat di tubuh


Rendi memasukan jari tanganya ke *** milik Nensy. yang sudah mulai basah.


desahan demi desahan kelur dari mulut Nensi


"Tahan ya sayang. aku akan masuk sekarang."..


"pelan pelan.."..


Rendi mengarahkan barang miliknya untuk menyatu dengan Barang milik Nensy..


hingga sore datang pun keduanya masih bersantai di atas ranjang.


"Rend..".. meletakan kepalahnya di atas dada Rendi


"iya sayang..masih sakit?..".


"Sudah agak mendingan., hmmm..gimana ya aku ngomong sama ibu aku soal ini..


"tenang aja. aku akan urus semuanya. aku akan bertanggung jawab. Besok akan pergi meminta ijin pada ibuhmu untuk menjadikanmu sebagai istriku".. mencium kepalah Nensy


"kamu yakin?.."..


"iya sayang aku yakin. apa pun yang terjadi, sekarang kamu sudah menjadi tanggung jawab aku. dan setelah kita menikah Nanti, kita ajak ibu kamu untuk tinggal bersama. aku akan membeli rumah untuk kamu.."..


kata kata Rendi membuat Air mata Nensy mulai mengalir. mencium dada Lelaki yang belum sah menjadi suaminya itu


"makasih ya..".


"Justru aku yang harusnya makasih sayang, kamu sudah mengorbankan segalanya demi aku, hidupku sekarang sudah terasa lengkap. tingga menunggu Rendi junoir aja sekarang.."


kembali mencium dahi Nensy.


dari siang sampai malam, keduanya menghabiskan waktu di atas ranjang. hanya beristirahat berapa menit saja, keduanya kembali melakukan kegiatan yang hanya mereka saja yang merasakan.


hingga malam itu berlalupun, keduanya hanya terbangun untuk makan malam. setelahnya langsung kembali ke ranjang. hingga ahirnya terlelap bersama


Bersambung...


"

__ADS_1


__ADS_2