
Susana malam hari di kota bali sangtlah indah dan ramai. terlihat berbagai turis berjalan ke sana kemari. lampu menyala di mana mana. hembusan angin yang begitu halus menambah suasana menjadi sangat nyaman
Andre dan putry baru saja menyantap makan malam di salah satu restoran di dekat pantai.
mereka sengaja memesan restoran itu agar bisa sambil melihat pemandangan ke arah pantai.
"sayang,....".. panggil andre panda putry yang lagi asyik memotret pemandangan sekitar
"hmmm..."
"balik ke hotel yuk..sudah mau larut.."..
"Bentar dulu..aku masih ingin berfoto lagi..". ckrek ckrek..kembali memotret
"sayang..besok kamu bisa ambil foto sepuasnya..sekarang kita balik dulu ke hotel"..
"sini mendekat.."...putry.
tanpa basa basi Andre langsung menempel dan memeluk putry dari belakang
"ish..apaan sih..ngapain meluk meluk malu tau di lihat orang"..
"lo katanya tadi aku di suru mendekat"..
"iya, tapi bukan untuk meluk.." sambil menyingkirkan tangan Andre dari pinggangnya
"terus ngapain dong suru aku mendekat? " tanganya mala mempererat pelukan.
"aku mau kita foto berdua dulu sebelum balik ke hotel.."
Hampir setengah jam keduanya mengahbiskan waktu hanya untuk berfoto, sampai ahirnya memutuskan untuk balik.
__ADS_1
tidak lama setelahnya, ahirnnya mereka sampai juga di hotel.
"tok tok.... Andre mengetuk pintu kamar mandi , sudah sedari tadi Putry belum juga keluar dari kamar mandi
"iya sebentar"..teriaknya dari dalam
"kamu ngapain lama lama di dalam sayang..kamu kenapa;?"..
"enggak apa apa..bentar lagi keluar.."
Aduh kenapa jadi gugup begini sih. kita kan sudah menikah. berarti wajar dong kami melakukan hal itu..
Aduh malu banget..
sambil merapikan rambutnya di depan kaca kamar mandi, putry sudah memikirkan apa yang akan terjadi malam ini antara dirinya dengan suaminya Andre. suatu hal yang mebuatnya merasa malu sendiri, sekaligus merasa takut. sementara dari luar Andre terus menerus mengetuk pintu.
"aku hitung sampai tiga ya..kalau belum juga keluar aku dobrak., satu ,dua..tigg..
putry segerah keluar dan mendapati Andre sedang berdiri di balik pintu
"waja kamu kenapa merah begitu sayang?..kamu kenapa, kamu sakit?"..sambil meraba waja putry memastikan istrinya itu baik baik saja.
"iya aku gak apa apa sayang. mari kita tidur aku udah ngatuk..". melangka menuju ranjang tanpa menghiraukan kepanikan yang melandah diwaja suaminya
Andre mengikutinya dari belakang. naik di atas ranjang lalu berbaring di sebelah putry..
keduanya membisu. tidak tau apa yang harus di lakukan. enta harus di mulai dari mana untuk melakukan kewajiban yang mereka tunggu tunggu. bahkan Andre yang sebelumnya sangat memimpikan hal ini, sekarang mala tak bisa berkutik.
jantung antar keduanya berdetak tak karuan.
putry mulai menarik selimut lalu menutup seluruh tubuhnya
__ADS_1
"sayang..".. kini keberanian Andre mulai muncul..
"hmmm.."
Andre tak tinggal diam. ia menarik selimut yang menutupi tubuh istri itu.
#chupp. satu kecupan mendarat di jidat putry
sepertinya keberanianya sudah mulai memuncak
"kamu belum siap?".. pertanyaan yang membuat putry terdiam seribu bahasa
"kalau kamu belum siap, kita bisa menundahnya. sampai kamu benar benar siap..".. tamba Andre..
"emang kamu bisa tahan?.." berbalik badan mengahdap ke arah Andre
"menurut kamu?"...Andre
#Chupp..bibir putry tiba tiba mendarat di bibir Andre.
"kalau begini caranya aku gak bisa menahanya sayang..".
kembali menghujani putry dengan Ciuman. menendang selimut yang masih menempel di tubuh keduanya hingga jatuh berserahkan ke lantai.
semakin ke sini ciumannya sudah menjalar ke mana mana. sementara tanganya tak tinggal diam, perlahan membuka pyama yang di pakai putry hingga tak tersisah sehelaipun.
kini Tubuh keduanya polos tanpa ada yang menutupi..
melepaskan ciuman hanya untuk memberi ruangan sedikit untuk berbafas kemudian kembali menghujani dengan ciuman.
Malam itu menjadi malam berharga bagi keduanya. mematahkan rasa penasaran maupun rasa cinta yang begitu besar.
__ADS_1
#bersambung..