
Rendi dan Nensy masih berusaha menghubungi Putry, Namun tidak pernah masuk. begitu juga dengan Devin dan kevin. namun usaha mereka tetap sia sia. Putry sama sekali tak bisa di hubungi.
sementara Jaya dan Merry selaku mertua dari Putry hanya bisa menunggu kepulangan Menantu mereka di Rumah. sebab tidak ada lagi yang bisa mereka lakukan. Alasan sesunggunya Putry pergi juga mereka belum tau. Intinya Andre Dan putry sekarang Lagi Dalam masalah.
Andre masih Berdiri di depan Apartemen Tanti, terus memandangin ponselnya sendiri berharap Putry kembali menghubunginya.
"sayang kamu dimana?.. tolong jangan bikin aku gila. maafkan aku.." berbicara sendiri dalam hati.
kekawatiranya pada istri tercintanya itu sudah sangat parah. seandainya ia sudah mengatakan lebih dulu tentang apa yang terjadi, mungkin semua tidak akan jadi seperti ini.
**
Putry segerah menancap gas mobil menuju Tempat yang di tunjukan Tanti.
kurang lebih Lima belas menit ia pun sampai.
terlihat dari kejauhan Tanti sudah menunggunya, di temani segelas jus di depanya.
Putry segerah mendekat, Tanti langsung berdiri sambil mengelus perutnya sendiri, hanya untuk memperkerut suasana.
__ADS_1
" Katakan apa yang ingin kau katakan".. putry mulai berbicara tanpa peduli dengan senyuman kejahatan Yang suguhkan Tanti.
"Tenang aja putry. Aku mengajakmu ketemu bukan untuk membuatmu Emosi. Aku hanya ingin membantumu membongkar siapa suamimu sebenarnya dan Apa yang dia lakukan pada malam itu".. menjelaskan tanpa merasa dosa sedikitpun
"Maksud kau apa?".. mulai curiga, jika kalau yang akan di katakan wanita di depanya itu pasti hal yang bikin hubungan dia dan Andre menjadi berantakan.
"Kamu ingat pas malam Andre minta izin ikut meeting waktu di Bali?"..
Putry hanya terdiam, seakan ia tidak mudah terpancing. Namun pikiranya berputar memikirkan kerjadian pada malam tersebut
Tanti membuka Tasnya mengambil sebuah Amplop lalu menyodorkan ke Arah Putry
"Apa ini?".. Putry
Putry pelan pelan mengambil Amplop tersebut, lalu pelan pelan membukanya.
matanya mulai berkaca, bibirnya bergetar,..seluruh badanya terasa di bakar hidup hidup.
Terlihat foto suami yang sangat di cintainya dengan sepenuh hati sedang memeluk seorang wanita di atas ranjang, tanpa mengenakan sehelai pakayan apapun. dan wanita itu bukanlah Dirinya. melainkan dia yang sedang ada di hadapanya sekarang, lagi menikmati kemenanganya sendiri.
__ADS_1
"Gimana? sudah puas? Aku rasa foto tersebut sudah menjelaskan secara keseluruhan maksud dari pertemuan kita hari ini.."
Putry menatapnya dengan sangat geram.
Berusaha untuk menahan Air matanya,. namun tetap tidak bisa. berusaha mengucapkan sesuatu, namun bibirnya tidak mampu mengeluarkan sepata katapun. Air matanya sudah mewakilkan persaaanya sekarang.
"Aku tidak memintahmu untuk meninggalkan Andre, dan meskipun kau mau meninggalkanya juga tidak menjadi masalah buatku. aku cuman mau mengingatkan saja kalau tanggungjawab Andre sekarang bukan hanya Kamu.".. mulai mengelus lagi perutnya. "Tapi anak ini juga. ia sangat membutuhkan tanggung jawab Dari Ayahnya".. kembali melemparkan senyum kemenangan.
Putry belum juga berbicara. tidak ada lagi yang perluh di lakukanya sekarang. mendua apakah harus percaya Anak itu benar dara daging suaminya atau tidak. Namun ia akan tetap mencari taunya sendiri. jika benar Anak itu Dara daginya Andre, maka jalan Yang harus ia tempuh Adalah Bercerai.
"Aku rasa cukup itu yang perluhku sampaikan".
mengambil tasnya lalu berlalu pergi.
sedangkan Putry masih terdiam di tempat. berpikir apa yang hendak ia lakukan sekarang.
pulang ke rumah, dan bertemu lagi dengan Andre mungkin tidak bisa. karena itu akan membuatnya tamba tersakiti.
sekilas ia mengambil ponselnya lalu menelfon seseorang
__ADS_1
"Baik Bu".. jawab seseorang di balik telfon tersebut. entah apa yang di bicarakan putry pada orang tersebut, mari kita baca pada up berikutnya..
bersambung..