Cinta CEO Ganteng Dengan Gadis Magang

Cinta CEO Ganteng Dengan Gadis Magang
MEMENDAM RASA


__ADS_3

Rendi masih menikmati minumannya di ruangan tamu. matanya sesekali melirik beberapa bingkai foto yang terpajang di dinding.


"hay rend.".. sapa putry yang muncul berdampingan dengan andre..


"hay..gimana orang yang sakit udah sembuh?" tanya rendi sambil menatap sinis ke arah andre..


"iya. andre udah gak apa apa kok, cuman sekarang dia lapar. aku ambilin makanan dulu ya,, kamu dan andre ngobrol dulu di sini. sambil menunggu ayah pulang juga"


" ayah kamu pulang jam berapa put?.. tanya rendi..


" gak tau juga sih, soalnya dia pulangnya gak mesti gitu..kadang pulang cepat dan kadang juga agak lama".. jelas putry


kini putry berjalan menuju ke arah dapur, meninggalkan andre dan rendi berdua di ruangan tamu.


# dia ruangan tamu suasana sangat tegang. tidak ada suara sedikitpun. hanya desahan nafas dari keduan lelaki yang sedang duduk berhadapan. tanpa berbicara sedikipun.


rendi terus saja memainkan ponselnya tanpa menengok ke arah andre. hatinya sangat sakit. namun dia bisa mengendalikan perasaanya. kini niatnya untuk langsung melamar putry harus gagal untuk sekian kalinya. enta karena bukan jodoh atau belum waktunya. rasanya dia segera membuang segala rasa cintanya pada putry.


sedangkan disisi lain andre merasa sangat bahagia. kini dia bisa memiliki putry lagi. pengorbananya tidak sia sia.


#tok tok... (pintu di ketuk dari luar)


andre dan rendi sama berdiri hendak untuk pergi membuka pintu. seketika mereka berdua saling beradu pandang..


" saya saja yang buka..".. ucap andre..


rendi mengala dan kembali duduk tanpa memberi respon.


#ckelekk..(pintu di buka).


terlihat seorang lelaki paruh baya berdiri di balik pintu. dia adalah bony ayahnya putry


"kamu udah sembuh andre?".. tanya boni seakan tidak percaya melihat andre.


pagi tadi sebelum berangkat kerja bony sempat mengecek kondisi andre yang sedang tidur. kondisinya tidak begitu stabil. apalagi di tamba tidak mau makan. bony pikir sore ini dia berencana membawa andre ke rumah sakit jika kalau belum juga bangun.


"iyaa pak..saya sudah sembuh. dan itu berkat anak bapak"..


"maksud kamu putry?"..tanya bony sambil berjalan masuk mencari putry. .


sesampainya di rungan tamu, bony berdiri sambil menatap heran ke arah rendi.


rendi yang tidak menyadari kedatangan bony terus saja memainkan ponselnya.


" itu teman kamu andre?"..


"buuukaan pak..".. jawab andre


"terus dia siapa?"...

__ADS_1


rendi yang mulai menyadari langsung seketika berdiri. dia mulai menundukan kepalah sebagai tanda hormat


" hallo om, saya rendi temanya putry"...


"oh jadi kamu yang angkat telfon saya tadi?"..


"iya om, itu saya..saya mohon maaf om, saya tidak bermaksud apa apa?".. jelas rendi


andre yang sedari tadi berdiri di belakang bony kini mulai maju mendekati kursi lalu duduk.


"mana putry sekarang?"...


"lagi di dapur om/pak".. jawaban kembar yang muncul dari mulut andre dan rendi


seketika mereka langsung beradu pandang.


bony yang sudah kangen berat dengan anaknya langsung menyusul putry ke dapur.


tanpa memberi respon apa apa lagi pada andre dan rendi


#.."bu nensy pernah ke sini gak?"... tanya putry sambil menyiapkan piring untuk di bawah ke meja makan


" selama kamu kulia dia gak pernah ke sini..tadi sempat ketemu ibu di pasar..katanya dia kangen banget sama kamu."..


" ya ampun, aku juga kangen banget sama dia bu....aku..


"sayang.."..


putry berlari dan langsung memeluk ayahnya..


"putry kangen banget sama ayah.."...


"ayah juga kangen banget sama kamu sayang"...


"kenapa sih ayah gak pernah jenguk aku ke malang.."..


" nanti kalau ayah ambil cuti, pasti ayah akan ke malang sayang..kamu tenang aja"...


putry dan ayahnya belum juga melepas pelukan. hanya dengan pelukan bisa mengobati rasa rindu dan sayang antar keduanya. ..


#di ruangan tamu keadaan masih seperti semula. tidak terdengar suara sedikitpun.


rendi mulai meletakan ponselnya ke saku celana dan hendak berdiri.


"mau kemana?"..andre mulai membuka suara


"cari udara segar".. jawab rendi datar


"duduk dulu saya mau bicara sebentar".. ucap andre.

__ADS_1


"mau bicara apa? kenapa gak dari tadi..dan kalau tidak ada yang penting berarti tidak ada yang perluh di bicarakan"... tegas rendi yang mulai beranjak pergi


"ini tentang putry."..


seketika rendi langsung diam di tempat.


meskipun hatinya kini masih sakit, namun hal yang berhubungan dengan putry masih melekat di pikiranya.


"kenapa sama putry?.."..tanya rendi tanpa menoleh sedikitpun.


andre mulai ikutan berdiri dan mendekati rendi.


" terimakasih".. ucap andre


"terimakasih? buat apa?.."


"buat semua yang kau berikan untuk putry. selama ini kau selalu menjaganya , selalu menghiburnya di saat dia sedih. meskipun saya tau kau ada perasaan denganya. dan sekarangpun kau pasti merasa tersakiti dengan kembalinya putry kepelukan saya"...jelas andre


" saya akan melakukan apa pun demi putry. saya rela memendam rasa ini sendiri asalkan putry bahagia. tapi ingat, sekali lagi kau buat dia sakit hati, aku pastikan selamanya putry tidak akan kembali ke pelukanmu. aku akan membawanya jauh dan menjaganya."..


"saya tidak akan melepaskanya lagi. saya akan menjaganya semampu saya. saya akan mencintainya sepenuh hati. dan saya tidak akan menyakitinya lagi"...ucap andre


rendi langsung berjalan keluar tanpa merespon lagi dengan ucapan andre. wajanya mungkin kelihatan biasa biasa saja, namun hati dan pikiranya hancur lebur. dan tidak ada seorang pun yang mengerti , hanya dirinya sendiri.


#plaakkk...( rendi menabrak seseorang di depan pintu)


"sorry sorry gak sengaja"... ucap rendi sambil mengambil tas yang jatuh tepat di sampingnya


"iya gpp..aku yang salah"...jawab seorang yang di tabrrak


rendi kemudian bangkit hendak memberikan tas kepada orang itu


seketika dia dan gadis itu beradu pandang..


gadis itu sangat cantik, bodi dan kulitnya hampir sama dengan putry. senyuman manis. dan raut wajanya mengisahkan rasa nyaman begi siapapun yang melihatnya.


"sorry, ini tas kamu yang jatuh tadi".. ucap rendi sambil menyodorkan tas pada gadis itu


"ohya,, terimakasih".. jawaban singkat dari gadis tersebut.


"kalau begitu saya duluan".. ucap rendi


"ohya silakan"..


rendi kemudian berjalan keluar sedangkan gadis yang di tabrakanya tadi langsung masuk.


sepertinya gadis itu orang terdekat dari keluarga putry. dia masuk tanpa mengetuk pintu layaknya seorang tamu.


"*siapa gadis itu?"... gumam rendi dalam hati

__ADS_1


🌺🌺*


__ADS_2