
erika berjalan dengan santai di lorong kelas sekolahnya..anak anak lain melihatnya tak perduli. ini adalah hari pertamanya di sekolah itu. ia tak peduli dengan orang orang di sekitarnya. tampak teman teman yang lain saling menyapa dan berkenalan satu sama lain. " sekolah ini tidak buruk" ucapnya dalam hati. tiba tiba saja ada yang menghentikan langkahnya. seorang gadis yang terlihat sedikit lugu atau lebih tepatnya kutu buku berdiri di hadapannya sambil tersenyum.
" kau erika bukan????"" tanyanya dengan penuh semangat. aku menatapnya tak mengerti.
" ia. lalu???"
gadis itu mengerutkan alisnya seolah tidak puas dengan jawabanku.
" kamu masih tetap dingin seperti dulu ya. kamu tidak ingat padaku???"aku berusaha mengingat wajahnya. tapi..aku sama sekali tidak punya teman seorang kutu buku.
"tidak" jawabku cepat. dia tersenyum. kupikir dia akan marah.
"aku syerly. kita satu sekolah waktu sd dulu." ia tidak nampak seperti teman sd ku.. seingatku syerly adalah anak orang kaya dulu penampilan dirinya tidak seperti ini. bagaiman dia bisa jadi seorang kutu buku?
" kau banyak berubah" jawabku tak ingin melukai hatinya.
" ia kah?? memang sih. oh ya kamu di kelas mana?? " jawabnya mengalihkan pembicaraan. sepertinya dia tidak ingin menyinggung kehidupannya.
" oh. aku kelas alam" di sekolah sma ini kelas di bagi dua satu kelas alam dan satunya lagi kelas sosial. tergantung peminatnya. bagi kelas alam pelajarannya di tekankan kepada alamiah sedangkan sosial sebaliknya.
" aku juga. ayo kita kekelas bersama".ia mulai melangkah di depan aku hanya mengikutinya dari belakang. dulu aku tidak begitu akrab dengannya. karena aq lebih suka ketenangan dan sendirian dengan begitu aku bisa belajar dan lulus dengan tanpa ada hambatan apapun. tapi sekarang....mungkin punya satu teman tidaklah buruk. syerly melambaikan tanganya kearahku. ia menyiapkan tempat duduk di sampingnya. aku pun langsung duduk tanpa berkomentar apapun. kelas mulai ramai dengan gosip- gosip. biasa para gadis. bergosip memanglah hobi mereka. " kamu tau azka kan??" aku mendengar salah satu teman sekelasku mulai membicarakan seseorang. "maksudmu azka anak sosial yang ganteng itu???" sanggah teman yang lainnya. sepertinya mereka membicarakan anak kelas sebelah. akupun masih memperhatikan apa yang mereka bicarakan. walaupun aku tidak tau azka itu siapa."iya. tadi aku lihat ada seseorang menyatakan perasaan padanya."
" lalu bagaimana ?" timpal yang lainnya
" jelas saja di tolak." ia mengucapkannya dengan rasa bangga seolah dia mendapatkan kemenangan. " hen dasar tukang gosip" ucapku dalam hati. perempuan itu jelas hanya membuang buang waktu. tak lama kemudian guru wali kelas datang membuat gosip gosip berhenti seketika. karena ini adalah hari pertama di sekolah jadi kelas hanya di isi dengan salam perkenalan diri. seorang gadis dengan rambut panjang terurai dan gaya yang sangat anggun menarik perhatianku. terdengar bisikan salah satu teman di belakangku. " dia kan yang menyatakan perasaan pada azka tadi" dia menatap kearah gadis itu dengan ekspresi terkejut. " halo semua namaku selena salam kenal". ucap gadis itu ramah. " tapi dia cantik sekali azka kenapa menolaknya bukankah mereka sangat cocok." terdengar mereka masih membicarakan sosok selana yang mulai berjalan ke tempat duduknya. setelah satu jam guru berceloteh. entah apa yang dia bicarakan aku juga tidak terlalu memperhatiakan. akhirnya kelas ini pun usai.
" mau ke kantin?" tanya syerly ke arahku.
" boleh" jawabku cepat.
" boleh aku ikut kalian???" tiba tiba saja sosok selana menghampiri kami membuat kami sedikit tidak percaya. akupun manganguk. ia terlihat sangat canggung dengan kami. kurasa dia sudah tau kalau anak anak membicarakan dirinya.
"apakah aq sangat konyol? " tanyanya dengan ekspresi datar. aq kebingungan bagaimana menjawab pertanyaan darinnya.
" kurasa pria itu yang tidak beruntung karena telah menolakmu" syerly menyanggah ucapan selana dengan cepat. dalam situasi seperti ini dia cukup pandai menghibur orang. aku tidak berkomentar apapun karena yang ada dalam otakku adalah dia benar benar konyol. saat berada di bibir pintu kantin tiba tiba saja selana berhenti melangkah. ia menatap kepada salah satu cowok yang duduk di dalam kantin itu. kulihat banyak gadis gadis juga memperhatikannya. tanpa perlu bertanya aku sudah tau kalau laki laki itu adalah azka sang pria idola di sekolah ini.
" ada apa selana? " tanyaku berpura pura tidak tau
" tidak apa apa !" jawabnya cepat
" ayo cepat buruan aku dah lapar nih. " syerly berusaha menenangkan selena. dia cukup perhatian juga. kamipun melangkah kearah meja kosong. aku merasa azka sedang melihat ke arah kami. jadi akupun menoleh kearahnya. tapi dia malah terlihat sedang bercengkrama dengan teman temannya.mungkin cuma perasaanku aja. tapi dia memang tampan tak heran cewek cewek sangat tergila gila padanya.
aku melihat syerly sangat akrab dengan selana dia tampak sangat bersemangat membicarakan hal hal yang tidak penting. akupun sesekali hanya menanggapi pembicaraan mereka dengan senyum.
" hei teman teman gimana kalau sepulang sekolah kita mampir di suatu tempat dahulu? " selana memandang kearah kami meminta persetujuan.
" kemana ?" tanyaku penasaran.
__ADS_1
" kemana lagi tentu saja bersenang senang merayakan pertemanan pertama kita. " ia nampak sangat bersemangat. ini memang tidak pernah aku lakukan. teman ya...aku bisa mencoba. aku tidak mau lagi seperti dahulu lagi tidak ada kenangan manis saat lulus dari sekolah. bahkan tidak ada teman untuk di ajak bercanda aku terlalu tertutup. aku harus keluar dari kesendirian.
########
" ini maksudmu bersenang senang" aku dan selly saling melihat tak percaya. semakin tidak mengerti dengan apa yang ada dalam pikiran selena.
" tentu saja. ini adalah langkah pertama." ia sangat percaya diri. aku masih tidak mengerti. apa pergi ke supermarket di sebut bersenang senang. atau aku yang ketinggalan pergaulan. tidak peduli lagi ikut saja.
" sini bantu aku" . selana kerepotan mengambil minuman soda dan berapa makanan ringan. kamipun langsung membawanya ke kasir. cukup banyak bukankah dia akan sakit perut kalau menghabiskan makanan ini.
"ini saja? " tanyaku tak peduli.
" ya ini saja". kasirpun langsung membungkusnya dan memberikan bon.
" apa kamu tidak sakit perut kalau menghabiskan semua ini sendirian." seli mengangkat belanjaan itu di tangannya.
" siapa bilang aku akan menghabiskan ini semua sendirian. ini untuk kita bertiga. bukankah kita akan bersenang senang. kita akan membutuhkannya bukan." selana memang tidak bisa di tebak.
"ayo kerumahku."
tidak menyangka selana akan membawa kami kerumahnya. dia sangat mudah bergaul dengan orang ceria dan percaya diri. mungkin aku dapat berubah jika berteman dengannya. rumahnya sangat besar tapi nampak sepi hanya seorang pelayan yang ada disana. tidak heran penampilannya sangat elegan rupanya dia orang kaya.
" bi tolong buatkan minuman lalu bawa ke kamarku ya" ucapnya pada seorang pelayan separuh baya. pelayan itupun mengiyakan tanpa bertanya apa apa.
" ayo ke kamarku" . selana melangkah menuju tangga aku tidak henti hentinya menatap sekeliling rumah itu. barang barangnya tertata dengan rapi dan ada foto keluarga di sana.
kamipun menaruh barang barang di atas kasur . kamarnya sangat luas. ada sebuah televisi dan video game.
"apa maksudmu. bukankah ada pelayan disini." aku melihat kearah wajahnya yang terlihat datar. apa tidak seharusnya aku bertanya. apa aku melukai hatinya.
" orang tuaku sedang bersenang senang di luar negri. merayakan hari pernikahan mereka. aku sekolah jadi tidak bisa ikut." lanjutnya lagi. aku hampir salah paham kupikir dia tinggal sendirian di rumah yang sebesar itu. biasanya orang kaya selalu sibuk berbisnis dan tidak mempedulikan anak mereka. kuasa tidak seperti itu. orang tuanya berbeda dari orangtua kaya lainnya.
" ayo kita bermain video game. siapa yang kalah dia harus menghabiskan sebotol soda".
" siapa takut" balas syerly penuh percaya diri. kelihatannya seru. mereka sangat bersemangat. aku melihat ke arah pinselku yang tiba tiba berbunyi.
" teman teman aq angkat telfon dulu"
" ya " jawab selana mengiyakan tanpa melihat ke arahku. ia sedang berkonsentrasi memainkan video gamenya.
" halo kak?" kurasa kakakku sudah pulang dari kampusnya. aku lupa memberi kabar padanya. biasanya aku selalu ada dirumah saat dia datang .
" aku pulang terlambat hari ini. ada tugas tambahan di kampus " oh..rupanya dia belum pulang.
" iya. aku sedang ada di rumah teman. tidak perlu mencemaskan aku. " kami hanya tinggal berdua di rumah. kakakku menjadi tulang punggung keluarga sejak ayahku meninggal. dia mengurusi dengan sangat baik. walaupun semua biaya kehidupan kami di jamin oleh ibu. tapi dia masih bekerja paruh waktu
" benarkah. kau sudah punya teman baru. baguslah akhirnya kau mengikuti saran kakak. bersenang senanglah. "
__ADS_1
" ya" teman baru.. aku menyukainya.
" jangan lupa beli sesuatu untuk makan malam nanti. " imbuhnya mengingatkan. yah..karena aku tidak bisa memasak .
aku melihat mereka berdua masih memainkan video game itu. sambil berteriak teriak.
" siapa yang sudah menghabiskan sebotol soda ini? "
" mau bagaimana lagi. aku tidak begitu pandai memainkan video game. " sanggah syerly sambil bersendawa.
" ini erika sekarang adalah giliranmu. kalahkan dia.".ini adalah permainan kesukaanku. aku selalu memainkannya saat menunggu kakak pulang.
" kau akan aku buat menghabiskan semua soda itu." aku tersenyum kecil. dia sungguh tidak beruntung karena sudah menantangku.
selana dan syerly terkapar sambil mendesah. akupun hanya tertawa. aku adalah jagonya dalam hal ini kalian itu masih bocah. bermimpi bisa mengalahkanku.
" ah...kenapa kau sangat jago erika. perutku kembung"
"ah hahaha ini adalah keahlian tersembunyiku. aku selalu memainkannya saat menunggu kakakku. kalian salah memilih lawan." selana dan syerly menatap ke arahku.
" kau punya kakak?" tanya selana penasaran
"ya. aku tinggal berdua dengan kakak perempuanku. "
syerly tak bertanya apa apa. dia tau betul kondisi keluargaku. berita itu cukup terkenal saat aku sekolah dasar dulu.
" boleh aku main ke rumahmu lain kali? " kelihatannya selana ingin lebih dekat denganku. aku terdiam cukup lama.
" boleh. aku akan memperkenalkan kalian dengan kakakku. dia sangat baik dan cantik" ya...dialah kebangganku.
syerly melihat ke arah jam tangannya " sudah sore kami harus pulang dulu."
" baiklah hati hati. lain kali kita bersenang senang lagi".
ini adalah perasaan yang sangat baik. ternyata memilik teman itu sangat menyenangkan.
" apakah sekarang kau tinggal dengan kakakmu? " sherly tiba tiba membuka pertanyaan kurasa dia masih penasaran dengan apa yang terjadi denganku.
" ya. aku ingin belajar mandiri" aku sedang membohongi diri sendiri. aku sendiri tau jelas bahwa aku sedang menghindari emosiku tentang ayah.
" kau sendiri. apa yang terjadi dengan keluargamu?"
syerly tak langsung menjawab. sepertinya ada tragedi besar dalam keluarganya. ia nampak berat mengatakannya.
" aku jatuh miskin. ayahku bangkrut dan kena serangan jantung. sekarang aku dan ibu berjuang untuk kehidupan kami. makannya aku harus belajar dengan giat dan mendapatkan pekerjaan yang layak nantinya agar kehidupan kami membaik."
tidak menyangka hal seperti itu akan terjadi dalam keluarganya. sepertinya itulah kenapa dia sekarang jadi kutu buku.
__ADS_1
" yah...tidak ada yang dapat memprediksi masa depan. usaha tidak akan membohongi hasilnya." setidaknya kata kata inilah yang ada dalam pikiranku saat ini. kurasa ini cukup menghiburnya.
#######