Cinta Di Bawah Bangku Sekolah

Cinta Di Bawah Bangku Sekolah
kembali ke rumah


__ADS_3

aku tidak tau apa yang harus aku lakukan. ibu berdiri disana dan aku tidak bisa berlari untuk memeluknya. se olah olah kaki ini tertahan. padahal aku sangat merindukannya. tapi ego ku masih terlalu kuat.


" kau sudah pulang? "ayah tiriku yang menyapa ku. ibu hanya berdiri tak berkata apa apa. entah apakah dia takut menyapa atau dia sudah tidak perduli lagi padaku. aku tak menyahut. aku berpikir aku salah datang kemari. ibu membenciku.


" istirahatlah dulu. nanti kita makan malam bersama." aku melangkah ke dalam tanpa berekspresi. aku hanya tinggal sementara disini. aku harus bersikap baik.


" kau baik baik saja?" tanya jordy khawatir. aku tau dia merasa bersalah padaku. semua itu tampak jelas di raut wajahnya.


" apa kau mengkhawatirkan aku? " aku menghalau nafas dan duduk di atas ranjang. kamar ini tidak pernah berubah sejak terakhir kali aku tinggalkan.


" ya. aku mengkhawatirkan mu. " jordy sudah banyak berubah.


" ini tidak seperti dirimu." ucapku pelan.


jordy melangkah ke arahku dan duduk di sampingku.


" ini salahku. aku akan memperbaikinya." ucapnya penuh penyesalan.


" ini bukan kesalahanmu. biarkan semuanya seperti biasanya. lagipula aku hanya sementara di sini. abaikan saja. keberadaan ku. "


tiba tiba saja jordy memelukku. aku sedikit terkejut. aku memang memerlukan pelukan ini. aku merasa sedikit damai.


" aku akan menjagamu." ucapan jordy membuatku tak bisa berkata kata. seolah ucapannya memiliki arti yang besar tapi aku tak berani menafsirkannya.


" aku keluar dulu." aku melihat sosok jordy yang meninggalkan ku. ku harap keberadaan ku disni tidak menimbulkan masalah nantinya.


.............


ah....aku membuka mataku dengan sedikit terkejut. aku kembali bermimpi buruk. entah apakah yng terjadi padku. apakah aku trauma tinggal disini. aku sering bermimpi buruk sejak aku tau aku akan tinggal disini.


" tok tok tok " terdengar suara pintu di ketuk. aku mengusap keringat dan melangkah ke arah pintu.


aku terpaku. ibu berdiri tepat di hadapanku. kami sangat dekat. apakah aku bisa memeluknya sekarang? tanganku gemetar aku tak bisa.

__ADS_1


" ayo kita makan malam. " ibu melangkah pergi. dan aku tidak bisa memanggilnya. aku melihat punggungnya dari belakang. aku kembali masuk ke kamar. aku enggan untuk turun ke bawah. lagi pula aku tidak pernah menganggap ini sebagai keluargaku. aku hanya tamu. tidak seharusnya aku makan malam dengan mereka seperti sebuah keluarga yang harmonis.


auh...aku lapar. aku melihat ke arah jam . tidak menyangka aku belajar cukup lama. aku melihat ke luar . tampak sepi.


" kau lapar? " aku terkejut. aku menarik nafas lega setelah tau itu adalah jordy.


" kau membuatku terkejut. " jawabku kesal.


" ayo" jordy menarik tanganku menuju ke arah dapur.


" aku tidak lapar." jordy tidak mendengarkan. ia menudukkan aku di meja makan.


" tunggu disini sebentar"


tak lama kemudian jordy datang dan membawa makanan. ia tampak berkeringat sepertinya ia memasak sendiri.


ehem...makanannya sedikit aneh. aku khawatir apakah ini dapat di makan???


" yah....hanya ini yang dapat ku buat. cicipilah." aku mengerutkan alis. apakah dia yakin memintaku mencicipi. ini tidak akan membuat keracunan kan??


" bagaimana kalau kau cicipi lebih dulu? yang memasak harus tau bagaimana rasanya. "


" apa maksudmu. aku membuat ini untukmu jadi kau yang harus memcicipinya. "


hah..aku pasrah biar aku baca doa dulu. agar kalau aku meninggal bisa mati dengan tenang. aku mengambil sesendok. makanan ini seperti bubur tapi agak kecoklatan. apa dia menambahkan kecap? dan ...sayurnya kenapa jadi lembek gini.


" kenapa kau hanya memandangnya cepat makan itu. "


" baiklah.." aku memejamkab mata dan memakannya dengan sekali telan. tidak buruk. mungkin karena aku terlalu lapar.


" bagaiman rasanya?" jordy menarik kursi dan duduk di sampingku menatapku penuh harap.


" bagaimana ya...buburnya gosong dan sedikit asin. sayurnya...layu. dan telurnya masih mentah. tapi karena aku lapar jadi terasa enak".

__ADS_1


ucapku jujur. aku tidak suka melebih lebihkan. entah apa dia akan kecewa mendengarnya.


" kau memang berlidah tajam ya. "


" terima kasih. kurasa kita adalah saudara yang ajaib .dan kau mulai bersikap seolah kau kakak yang baik." aku berusaha bercanda kepadanya tapi dia malah terlihat angkuh. seolah dia tidak menerima apa yang aku ucpakan. apakah kata kata ku menyinggungnya?


" aku tidak pernah menganggap mu saudaraku."


aku terdiam. kepikir kita akan menjadi saudara yang baik kedepannya. tapi sepertinya itu hanya ada dalam angan tanganku saja. kenyataanya aku masihlah orang luar.


" aku cuma bercanda. siapa juga yang mau saudara sepeetimu. " aku berusaha mencairkan suasana. tapi ia masih diam dan terlihat murung.


" kalau sudah cepatlah tidur. aku kembali dulu."


aku melihat jordy yang perlahan lahan menghilang. kadang dia sangat baik dan terkadang jadi sangat angkuh. aku tidak mengerti dengan apa yang ada dalam pikirannya.


" erika."


aku menoleh ke asal suara. tampak ibu berdiri melihat ke arahku. akhirnay dia memanggil namaku.


" bersikaplah sebagai saudara yang baik. dan jangan terlalu akrab dengannya ."


apa maksud ibu. apakah aku selalu jadi anak yang arogan di matanya. dia bicara untuk pertama kalinya dengan ku. dan inilah yang dia ucapakan. apakah aku sudah terbuang di dalam hatinya.


" ibu tenang saja. aku tidak akan terlalu akrab dengan orang orang disini. aku tau batasanku. aku hanya tamu yang numpang makan disini. aku ragu apakah aku masih memiliki seorang ibu. " aku tak peduli lagi . aku ingin secepatnya kembali kerumah kakak. aku rindu ayah.aku benci ibu.


ibunya memperhatikan sosok erika yang berlari menjauh. ia sudah tidak dekat lagi dengannya selama bertahun tahun. anak yang sangat ia rindukan, ada di hadapannya. dan dia tidak dapat merangkulnya.


air matanya mengalir dengan deras. sebenarnya. ia takut takut. erika akan pergi dan tidak pernah menengok lagi ke belakang. ia tahu kalau kedekekatan jordy dan erika bukan kedekatan saudara biasa. ada hasrat lain dari mata jordy untuk erika. dan ia taku tidak dapat menyelamatkan kedua anaknya.


ia amat berasa bersalah pada erika. ia tidak dapat memberikan kehangatan padanya saat ia membutuhkannya. ia pikir erika akan bahagia jika ia dapat keluarga dan lingkungan baru. namun itu malah semakin menambah ke sedihannya. dulu ia terlilit banyak hutang karena kantor ayahnya erika bangkrut. ia kesulitan bertahan dan erika masih butuh masa depan. dan kakaknya juga masih kecil. dan biaya hidup mereka semakin meningkat.


diasaat ia putus asa ayah jordy mengulurkan tangannya dan membantunya menghadapi semua masalah kehidupan kakak erika sudah lebih dewasa dan dia mengerti kesulitan ibunya. dan kebahagiaan yang datang pada ibunya. tapi berbeda denga erika. kematian ayahnya membuat ia trauma. dan dia terjebak di dalam masa lalu kelamnya. ia tidak dapat mengerti permainan an kehidupan. dan ia dapat mengerti kenapa erika bisa bersikap seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2