Cinta Di Bawah Bangku Sekolah

Cinta Di Bawah Bangku Sekolah
kenangan masa kecil


__ADS_3

azka berdiri di depan jendela kamarnya. membiarkan angin menerpa tubuhnya. ia memejamkan matanya dan tetlintas kejadian siang hari di sekolahnya. azka menarik nafas panjang ia menggenggam pena milik erika erat di tangannya. seketika ia tetingat kembali dengan masa kecilnya.


" ibu....." aska kecil menangis di samping bangku taman. saat itu ia baru bertemu ibunya yang pergi meninggalkannya.


ibu yang selama ini ada di sisinya tidak menyangka akan meninggalkannya dan ayahnya bersama dengan pria lain. saat itu ia tidak mengerti sama sekali dengan dunia orang dewasa. ia tidak dapat melakukan apapun.


seorang gadis kecil yang sebaya dengannya duduk di sampingnya. dan ia juga sedang menangis. seketika tangisan mereka terhenti dan saling melihat satu sama lain.


" kenapa kau menangis??" tanya mereka bersamaan. gadis itu mrnundukan kepalanya.


" ibuku ingin menikah lagi. tapi aku tidak suka."ungkap gadis itu.


" kenapa ibumu ingin menikah lagi?" tanya azka lagi. gadis itu menggeleng.azka mengusap air mata gadis itu dengan hati hati. ia tidak dapat betkata kata.


" kamu kenapa menagis.?" gadis itu balik bertanya.


" ibuku meninggalkan aku".gadis itu memandang lekat ke wajahnya.


" ternyata kita sama. kalau aku besar nanti aku akan menikah denganmu dan tidak akan meninggalkanmu. jadi kau jangan menangis lagi." wajah azka jadi berbinar.


" benarkah.?" katanya meyakinkan lagi. dan gadis itu mengangguk sambil tersenyum.


" apa yang kau pegang itu?"


gadis itu memandang pena yang ia genggam dengan erat.


" ini hadiah dari ayahku sebelum ia meninggal."


dua orang anak yang tidak saling kenal saling berbagi kesedihan yang sama. walau singkat tapi kenangan itu menjadi sangat berarti.


azka membuka matanya. ia berbalik dan menghampiri ponselnya yang sedang berbunyi.


" bagaimana kabarmu. aku sudah lama tidak mendengar suaramu." suara yang sudah sangat ia kenal.


" bukankah kau sibuk. aku tidak ingin mengganggumu."


" hei...jangan begitu. kenapa kau tidak perhatian sedikitpun kepadaku. jangan jangan kau itu sudah bosan padaku ya. apa kau menemukan gadis lain yang lebih menarik dariku."


azka tetdiam. ia mungkin sudah menemukannya.


" kau tidak akan meninggalkan aku kan. ingat kau janji padaku bahwa kau tidak akan meninggalkan aku sebelum aku menintanya."azka menghela nafas panjang.

__ADS_1


" bukankah kau yang sudah meninggalkan aku." sanggah azka sedikit kesal.


tidak terdengar suara lagi.


" maafkan aku. tapi aku sekarang sudah sadar bahwa aku sangat merindukanmu."


setelah mengucapkan kalimat itu. panggilan itu terputus. sebelum ia menaruh ponselnya hpnya kembali menyala.


" aku ingin beetemu denganmu besok. di taman kota"


azka tetsenyum kecil. ia tahu bahwa ia harus menjelaskan segalanya. apakah ia akan ingat kenengan beberapa menit itu. memang sangat singkat.


" sekarang semuanya akan aku tagih."


#########


erika berbaring di atas ranjangnya dengan wajah malu dan berguling kesana kemari. itu adalah ciuman lertamanya.


apa yang harus aku katakan ketika bertemu. dan kenapa dia menciumku. apakah dia hanya bermain main. semuanya membuat aku gila. jantungku tidak berhenti berdebar. erika melihat jaket yang ia taruh di atas meja. ia menghapirinya dan menyentuhnya.


" apa yang harus aku lakukan."


aku tidak tau lagi. aku butuh udara segar untuk brnafas. aku pergi ke area taman di belakang rumah . disini nampak tenang. rumah ini sangat besar. ibu pasti sangat betah tinggal disini hingga ia lupa pada kehidupan masa lalunya yang membosankan.


" sedang apa kau malam malam disni."


erika menoleh. jordy melangkah kearahnya dengan tangannya di masukkan kedalam saku. ia pasti kedinginan. jordy duduk di bangku samping erika.


" aku akan pulang besok"


jordy sedikit terkejut. ia tidak rela erika meninggalkan rumah itu. tidak menyangka waktu cepat srkali berlalu.


" apakah itu yang membuatmu resah?." tanya jordy tak yakin. erika melangkah ke arah jordy dan duduk di sampingnya.


" aku tidak memilik sesutau yang bisa menahanku untuk tetap tinggal disini. "


jordy menarik nafs pelan. ia tahu itu. hubungan erika dan ibunya tidak berubah sedikitpun. tapi apakh ia bisa tinggal disini karena dirinya. itu mustahil.


jordy menatap wajah erika yang sedang mendongak melihat bulan. nampak cantik dan anggun. andaikan dia bisa menghentikannya. andaikan dia bisa memeluknya dan memegang tangannya.


"sebaiknya kau berbicara dengan ibu sebelum kau pergi. bukankah ada banyak yang ingin kau sampaikan"

__ADS_1


erika terdiam cukup lama.


" kau benar. terima kasih kakak" erika tersenyum ke arah jordy. tapi jordy masih tersentak dengan ucapan erika. ada perasaan berkecamuk dalam dirinya. ia marah dan tidak suka erika memangilnya dengan sebutan kakak. jordi seketika memeluk tubuh erika dan ia tidak melawan.


" aku ingin kau menerima kehadiranku tapi bukan sebagai kakakmu."


erika terkejut. ia masih tidak mengerti apa yang jordy bicarakan. jordy melepaskan pelukan itu. ia ingin mengatakan kalau ia sangat mencintai erika. tapi apa yang akan terjadi nanti.


" kau tau. dari dulu aku ingin memanggilmu kakak. tapi aku tidak bisa. aku terjebak oleh emosi dan rasa benciku padamu. tapi sekarang tidak ada perasaan seperti itu lagi padaku."


jordy tetlihat senakin murung. ia tiba tiba berdiri seketika.


" sudah malam pergilah tidur" jordy meninggalkan erika dengan perasaan sakit. erika melihat punggung jordy yang perlahan menjauh.


dari atas jendela kamarnya ibu erika melihat semua kejadian itu. ia harus berbicara dengan jordy secepatnya sebelum jordy melangkah lebih jauh lagi. ia tidak ingin melepaskan siapapun. baik itu kehidupan barunya atau anak anaknya.


" ada apa? " tanya ayah jordy ke arahnya karena melihat wajahnya yang nampak cemas.


" bukankah jordy tidak pernah mengajak teman gadisnya kemari." ia mencoba melihat pengertian suaminya.


" ya kau benar. tapi ia masih sekolah. biarlah ia konsentrasi pada sekolahmya. itu baik bukan." ayah jordy kembali berkonsentrasi pada berkas yang sedang ia baca.


" dia sangat tampan. pasti ada banyak yang tertarik padanya. " ayah jordy kembali mendongak. ia meletekkan berkas itu di samping meja tempat tidurnya.


" yah....dia memang tampan sepertiku." ucap ayah jordy menggoda.


ibu erika melangkah menuju tempat tidur dan berbaring di samping suaminya.


" sudahlah. kalau ada perempuan yang menarik hatinya dia pasti akan memperkenalkannya pada kita."


ibu erika terdiam. ia takut saat itu terjadi akan ada masalah nantinya. sebab itu ia harus memastikannya. ia harap apa yang ia khawatirkan itu tidaklah benar.


" bukankah besok naila akan kembali.? " tanya suaminya


" ya..." suara ibu erika terdengar lesu. besok erika psti akan menonggalkannya.


" kenapa kau tidak memintanya untuk pulang kemari dan tinggal bersama kita. bukankah kalau mereka tinggal berdama. hodup kita akan terasa lengkap dan jauh dari ke khawatiran."


ibu erika terdiam. ia sudah berkali kali membujuknya tapi dia bersikukuh ingin hidup sendiri. dan erika...anak itu membencinya. fikirnya.


"berbicaralah pada mereka berdua. kuharap mereka akan mau mendengarkan kita kali ini."

__ADS_1


" ya...aku akan berbicara dengan mereka." ibu erika melihat ke arah suaminya yang sudah tertidur lelap karena letih.


" terima kasih." ucapnya pelan sambil tersenyum.


__ADS_2