
erika melangkah turun melalui tangga sambil melihat ke arah keluarga jordy yang sedang dsarapan bersama. aku tidak menyangka mereka sangat menikmati kebahagiaan yang selama ini hilang dalam kehidupanku. aku berjalan seolah olah tidak perduli dengan keberadaan mereka saat ini.
" erika. ayo sarapan bersama." aku berhenti sejenak. ku lihat di atas meja ada makanan kesukaanku. entah apakah itu di sengaja atau tidak. tapi ibu sama sekali tidak menyapaku.
" aku tidak terbiasa sarapan " aku jawab dengan nada ketus. aku tidak perduli apa yang akan mereka pikirkan tentang aku. aku melangkah pergi meninggalkan mereka dengan perasaan kengkel. mereka mengganggu suasana pagiku.
" erika." jordy mengejarku dengan tergesa gesa entah apa yang membuatnya meninggalkan suasana yang sangat menyenagkan itu.
" ada apa?" tanyaku mulai tak sabar. aku tidak ingin dia mengetahui perasaanku saat ini.
" ayo aku akan mengantarmu.". jordy menarik tanganku menuju ke arah sepedanya. dia sangat baik sekarang. kurasa dia bersungguh singguh ingin dekat denganku. aku memperhatikan tangannya yang sangat hangat. seketika aku teringat akan ucapan ibu untuk menjeuhinya. aku seketika menghempas tangannya.
" tidak usah. " ucapku ketus aku berbalik badan dan pergi. kurasa dia akan mulai membenciku lagi. tapi aku tidak perduli. aku tidak ingin bertengkar lagi dengan ibu.
jordy menarik tanganku lagi dengan paksa. entah kenapa dia sangat keras kepala. ia langsung memakaikan helm ke kepalaku. dan memaksaku naik ke atas motornya.aku mau tidak mau harus ikut dengannya.
sepanjang perjalanan kami tidak berbicara sepatah katapun. aku menatap punggungnya dari belakang dan terpaksa memeluknya erat karena dia membawa motornya dengan sangat kencang.
" pelan pelan. aku masih tidak ingin mati." celotehku ke arahnya. aku tidak bisa melihat ekspresinya saat ini. entah apa yang ada dalam fikirannya ia malah menambah kecepatan lajunya.
aku menarik nafas lega ketika kami sudah sampai di sekolah. jantungku mau copot rasanya. aku tidak ingin naik motor bersamanya lagi
" apa kau selalu membawa motor seperti itu? " tanyaku tak percaya.
" tidak juga. aku senang saat kamu memelukku. jadi..." apa itu. apakah dia tidak punya alasan lain lagi. apa dia sengaja menggoda ku.
" terserahlah. " aku meyerahkan helm yang ku pakia ke arahnya.
" apa itu. apa kau tidak mau beryerima kasih. "
" untuk apa aku berterima kasih aku tidak meminta di antar justru kamu yang memaksaku. " aku berusaha menggodanya tapi dia malah terlihat murung. huh. aku memang tidak bisa berkata dengan manis.
" ya sudahlah. terima kasih." aku segera memperbaiki kata kataku siapa tau dia jadi merasa lebih baik. tapi dia masih terdiam seolah olah ada yang sedang dia pikirkan.
__ADS_1
" ada apa?" tanyaku membuyarkan lamunannya. dia tersadar dan langsung tersenyum. aku tau dia menyembuyikan sesuatu sehingga dia tersenyum dengan terpaksa.
" aku harus pergi sekarang. kalau tidak aku akan terlambat. jordy lanhsung pergi begitu saja membuatku merasa aneh. pasti terjadi sesuatu kepadanya.
langkah kubyerhenti saat melihat azka berdiri melihat ke arahku. dia melihatku solah olah aku telah berbuat sesuatu yang salah. dia terlihat bermuka masam. tiba tiba saja aku ingat telah meminjam jaketnya aku lupa membawanya.
aku berjalan ke arahnya dengen rasa canggung. entah apa yang terjadi padaku aku merasa gugup. azka masih berdiri dengan tangan sebelah nya di dalam saku. ia nampak tetlihat sangat tampan. seketika aku terpana dengan sosoknya. ia sangat sempurna.
" maaf. aku lupa membawa jaketmu. tapi aku janji akan mengembalikannya secepatnya. " ucapku dengan penuh sesal. aku mengintip ke arah wajahnya. ia masih tidak berekspresi. apa yang harus aku lakukan.
" ini. " azka menyerahkan se sobek kertas kecil. aku mengambilnya dengan penuh tanda tannya.
" apa ini? " tanyaku penasaran. aku membuka catatan itu. ini nomer handfon.aku melihat ke arahnya tak mengerti.
" telfin aku. saat kau hendak mengembalikannya. " aku masih tidak mengerti. dia memberi aku nomornya hanya untuk mengembalikan jaket. aku kan bisa menyerahkannya di sekolah.
" aku tidak ingin terjadi gosip di antara kita. " azka seolah mengerti dengan apa yang sedang aku fikirkan. kenapa seolah olah aku yang ingin cari sensasi. lagipula aku yang akan rugi jika ada gosip di antara kita.
" tenang saja. tidak akan ada gosip apapun di antara kita."
.........
aku melangkah dengan santai menuju ke runganku. anak anak gadis berlarian melewatiku dengan penuh semangat. pagi pagi begini mereka sudah beraksi. apa di otak mereka hanya berisi pria tampan. bagaimana negri ini bisa maju.
dari arah kejauhan syerly dan selena melambi ke arahku di depan pintu kelas.aku segera mempercepat langkahku. selena nampak sngat bersemangat menarik lengan syerly dan menaeik tanganku juga.
" mau kemana??" tanyaku penasaran sambil mengikuti selena yang masih menarik lengan kami. tiba tiba ia berhenti dan berbalik ke arah kami.
" kau tidak tau atau pura pura tidak tau?" aku semkin tidak mengerti fengan ucapannya. aku melihat ke arah serly berusaha mendapatkan jawaban darinya.
" tentu saja pergi menemui pacarmu. dia sekarng sekarang di kelilingi gadis . apa kau tidak cemburu?" haa..apa maksudnya. sejak kapan aku punya pacar.
" apa maksudmu .pacar apanya. siapa??" aku masih linglung. apa maksud dia.
__ADS_1
" sudahlah...ayo cepat.." selena kembali menarik tangan kami. kami hanya mengikutinya dengan pasrah.
memang benar banyak anak anak yang berkerumun di sana. di kelas 2a. ini ruangan kakak kelas. sedang apa mereka berkerumun disana. pemandangn ini sangat familiar. apa azka sedang ada di ruangan itu.
aku semakin penasaran. siapa sebenarnya orang yang di msksud selena. tampak di dlam kelas. seseorng yang kami kenal. jordy duduk di ana dan mengundang perhatian para gadis ini. serly membawa kami melewti kerumunan. ia terlihat lihai sekali. apa dia sering melakukannya. aku ingat dia selalu suka dengan hal hal ini.
" jordy. sedang apa kau disini?" tanyaku keheranan.
" apa maksudmu. tentu saja aku sedang belajar" aku masih tidak faham. bukankah dia tadi bilang dia akan terlambat. untuk apa masih tebar pesona di sini.
" sudah lah berhenti main main cepatlah pergi ke sekolahmu. apa kau maunkena hukuman. "
jordy hanya tersenyum.
" kenapa aku harys pergi. ini sekolahku sekarng"
aku terpna tak percaya. apa alasanny.
" kenpa. kenapa kau pindah kesini?"
" apa maksudmu. bukankah aku sudah bilang aku akan menjagmu." ia menggodaku lgi. mereka tidak tau kalau kami adalah saudara tiri. apa dia sengaja.
" kalian manis sekali. " timpal selena mulai menggodaa.
aku menarik tangan jordy menjauh dari tempat itu. aku perlu berbicra panjang lebar dengannya. kenapa dia tiba tiba pindah sekolah. dan apakah orang rumah tau tentang ini.
" kenapa kau pindah sekolah?" tanyaku mulai tak sabar.
" apa maksudmu. tentu sja agar kita lebih dekat. aku sudah bilang aku kan menjagamu. "
" aku tidak perlu kau menjagaku. bukankah kau sendiri yang bilang kau tidak pernah menganggap aku ini saudaramu. berhentilah membuat lelucon sepergi ini. " aku mulai emosi.
" apakh hanya saudara yang bisa perduli. aku perduli padamu bukan sebagai saudrku. tapi...tapi..." kalimat jordy terhenti. ia terlihat kesal.
__ADS_1
" sudahlah" jordy pergi dengan marah. aku masih belum faham dengannya. apa yang sebenarnya hendak dia katakan.