
kakiku terhenti melihat jordy yang sedang berbicara dengan azka. raut wajah mereka tampak serius sehingga aku enggan untuk menggnggangu.
" aku tidak menyangka kau akan pindah ke sekolah ini." ucap azka dengan nada kesal.
" tidak ada urusannya denganmu."
azka tersenyum mengejek.
" kau menolaknya karena kau menyukai orang yang seharusnya tidak kau sukai. bukankah itu menyakitkan." pancing azka. jordy terlihat sangat emosi.
" oh...siapa yang kau bicarakan. kau membicarakan drimu karena cinta bertepuk sebelah tangan itu. kenapa kau tidak mengejarnya dan malah menyalahkan aku. " jordy maju dan berbisik ke telinga azka.
" kau itu pengecut. jangan pernah mencampuri urusanku. "
aku lekas pergi menghampiri mereka karena melihat azka yang mengepalkan tangan. ia sangat tersulut emosi. aku khawatir pertengkaran mereka akan menjadi masalah besar.
" jordy." sapa ku membuat suasana itu menjadi tenang solah tidak pernah terjadi apa apa. jordy melihat ke arahku sedikit terkejut. sepertinya ia tidak ingin aku mengetahui perselisihan di antara mereka.
azka beejalan melewatiku masih dengan wajah kesal. hatiku mulai tidak karuan. aku jadi penasaran dengan apa yang mereka perdebatkan barusan. aku menghampiri jordy yang masih menungguku meminta penjelasan kenapa aku tiba tiba memanggilnya. aku mulai memikirkan alasan yang masuk akal.
" kau....maksudku aku ingin pulang denganmu. aku lupa membawa dompetku. jadi aku tidak punya ongkos pulang. " uh...ya ampun. alasan apa yang ku buat ini. otakku jadi kosong kalau tertekan. kenapa malah terasa memalukan.
jordy tidak langsung menjawab ia malah tersenyum kecil. " baiklah" aku menghela nafas
" kau tidak perlu beralasan seperti itu kalau hanya ingin bersama denganku." apa yang dia katakan. kenapa dia jadi besar kepala. tapi sudahlah...terserah.
" kau kelihatannya mengenal azka. aku mlihat kalian berbicara tadi." tanyaku penasaran.
" oh...kita satu sekolah dulu." jawabnya dengan nada berat. aku enggan untuk bertanya lagi. kurasa ada seutau di antara mereka sehingga hubungan mereka seperti itu. tapi suasana ini. tidak memungkinkan bagiku untuk bertanya lebih jauh lagi.
" aku...kekelas dulu." aku segera mendahului jordy. aku tidak ingin salah bicara sehingga melukai hatinya yang sedang tidak karuan.
__ADS_1
" erika. aku tidak akan menunggumu kalau kau terlalu lama. jadi kau harus jalan kaki nanti. "
is....apa itu. dia membuatku kesal. apa dia tidak bisa kalau tidak menjahiliku. aku menoleh sambik berjalan hendak membalas perkataanya tapi tidak jadi karna melihat azka yang sedang memperhatikanku. " hei...awas" teriak jordy.
" awww" aku mengeluh kasakitan karena menabrak seseorang. ya ampun..aku sial lagi. pak jesen sampai terpental karena aku tabrak. jordy tertawa di kejauhan. ingin rasanya aku memukulnya saat ini.
" aduh duh...maaf pak. maaf saya tidak sengaja. " sesalku sambil memungu buku buku nya.
"ini pak. maaf ya pak. " .
" sudahlah ayo masuk kita lanju,tkan pelajaran. lain kali kalau jalan lihat kedepan. " tegurnya. hah..ini memang salahku.
" iya pak. maaf."
#########
aku kebingungan mencari pena kesayanganku. semua orang sudah pulang sekarang.entah ia jatuh dimana. aku mencari di bawah bangku tapi tidak ada. hpku bunyi berkali kali. aku yakin itu jordy karena sudah tidak sabar. aku semakin ksal.
" kau pulang saja duluan. " jawabku masih terus mencari di setiap sudut kelas.
" apa. siapa yang memohonku untuk pulang bersama. memangnya kau mau jalan kaki. " aku menghela nafas ejenak.
" penaku hilang. aku sedang mencarinya. " kuharap dia mau menungguku.
" lupakan saja itu. kau bisa beli yang baru kan." aku sedikit kesal mendengar ucapannya. tapi aku mengerti dia tidak faham betapa pentingnya pena itu untukku.
" itu hadiah dari ayahku. " aku berusaha memberikan pengertian. tidak terdengar suara jordy yang kesal lagi.
" baiklah. aku akan menunggumu. semoga kau cepat menemukannya telfon aku jika masih tidak iketemukan aku akan membantumu. " ucapnya penuh pengertian.
" terima kasih" aku menutup panggilan itu dan mulai kembali berkonsentrasi. aku ingat tadi aku jatuh di luar kelas mungkin pena itu menggelinding di suatu tempat.
__ADS_1
aku mulai berlari keluar kelas. dan melihat kemungkinan kemana pena itu akan menggelinding. aku memperhtikan kelas sebelah. aku mulai masuk kesana dan mencari di bawah meja.
akhirnya aku menemukannya. ada di bawah bangku. saat aku menundukan kepala tiba tiba saja ada sebuah tangan yang aku sentuh. aku melihat tangan siapa itu. dan wajah kami saling bertatapan. azka memandangiku dengan lekat. aku merasa terkejut dan seoalh olah waktu berhenti saat ini.
perlahan lahan wajah azka mendekat ke arah wajahku. jantungku berdegup semakin kencang. aku tak mengerti apa yang terjadi. kami seolah tersihir. azka mencium bibirku dengan lembut dan anehnya aku sama sekali tidak menolak hal ini. aku seolah menikmatinya.
saat kejadian ini berakhir aku masih mematung tak menegerti. dan akupun terkejut saat ponselku tiba tiba berbunyi. aku langsung mundur dan berdiri. azka masih melihat ke arah ku. aku tak mengerti apapun aku hanya ingin pergi. pergi dan berlari se jauh mungkin. aku meninggalkan azka di sana sendiri.
aku menghampiri jordy dengan perasaan campur aduk.
" erika. aku menelvonmu. apa kau.." belum selesai jordy berbicara aku langsung memotong kalimatnya.
" maaf jordy. ayo kita pergi sekarang. " jordy menatapku kehernan. aku tidak ingin mencertikan apapun ataupun menjawab apapun. aku hanya ingin tempat untuk sendiri dan merenung. memikirkan apa yang telah kami lakukan.
" baiklah." jordy menjalankan motornya dengan pelan kali ini. aku terus diam dalam perjalanan. dan hanya menanggapi lelucob jordy dengan satu kata " hem. "
jordy melihat tubuh erika dari belakang saat dari mulai turun dari sepeda. ia terlihat sangat aneh. pikirannya sedang kacau. ia lewat begitu saja tanpa memperhatikan sekelilingnya.
ibu erika menatap merek dengan tatapan menyelidik bahkan saat ini jordy merasa tersudut. ibunya pasti tau apa yang jordy pikirkan tentang erika. jadi ia tidak bisa berbicara dan bertatapan langsung dengannya. ia takut ibunya akan menjauhkan mereka.
saat erika hendak masuk kedalam kamarnya jordy menarik lengannya.
" apa ada yang terjadi di sekolah?" tanya jordy khawatir.
" tidak ada. aku sangat lelah. jangan ganggu aku." erika menarik tangannya dari jordy dan menutup pintu dengan perlahan .ia merosot dan terduduk di depan itu. hatinya masih terus berdebar debar.
jordy menarik nafas kecewa. ia tahu ada sesutu yang terjadi tapi ia tidak bisa berbuat apapun ia tidak bisa menenangkannya. ia merasa diribya sangat tidak berguna. ibu erika melihat tingkah laku mereka dari kejauhan dan mulai cemas. pikirannya di penuhi oleh berbagai kemungkinan yang belun tentu semuanya itu benar.
" jordy ibu ingin berbicara sesuatu" jordy terkejur. ibunya sangat peka. ia sudah tau apa yang akan ia bicarakan.
" maaf bu aku lelah hari ini. apakah itu dangat penting?" jordy berusaha menghindar. ibunya tidak menjawab. dan jordy segera pergi meninggalkannya.
__ADS_1