Cinta Di Bawah Bangku Sekolah

Cinta Di Bawah Bangku Sekolah
pergi kencan


__ADS_3

erika merebahkan tubuhnya di atas kasur. Pikirannya di penuhi banyak hal. Ia memghela nafas lelah. Dan mulai memejamkan matanya. Benerapa saat kemudian hpnya berbunya membuatnya terpaksa bangun dan mengangkat panggilan itu tampa melihatnya terlebih dahulu.


" halo?" jawabnya malas.


" besok aku akan menjemputmu pukul 8.00 " panggilan itu langsung berahir. Ia terdiam sejenak. Itu memang gayanya azka. mungkin itu adalah waktu yang tepat untuk mengakhiri hubungan mereka.


"tok tok tok.. Erika " terdengar sosok paruh baya memanggilnya fari balik pintu. dengan suara lembut. Sejak dirinya pingsan tempo hari ibunya jadi sangat perhatian kepadanya. Sepertinya kejadian itu tidak sepenuhnya kesialan melainkan berkah.


" ya ma?" erika bergegas membuka pintu.


" ayo makan malam semuanya sudah menunggu. mama akan memanggil jordy dulu dia juga belum keluar kamar dari siang tadi."


Mama pergi meninggalkanku yang kemudian kembali masuk kamar untuk mengenakan pakain yang sedikit rapi.


" bukankah 3 hari lagi kalian akan pergi?" pertanyaan ayahbjordy membuat jordy sedikit terkejut. Ia pikir bisa lebih dekat dengan erika jika ia tinggal di sana .


" apa kamu akan pergi? " tanya jordy ke arah erika dengan wajah yang terlihat kecewa. Erika agak canggung apalagi mereka sedang berkumpul disana. Itu membuatnya malu.


" ya...kakak ku sudah kembali. Kurasa kami sudah cukup merepotkan selama ini. "


"apa ini. Sepertinya kau lebih sedih dari ibumu mendengar mereka akan pergi. " ledek ayah jordy ke arahnya memecahkan suasana.


" siapa yang sedih. Lebih baik kau lekas pergi. Lebih cepat lebih baik. dengan begitu aku jadi bisa leluasa disini. Tidak perlu lagi mendengarkan kau berisik menyanyikan lagu lagu aneh itu setiap hari. " muka erika memerah. Ia memang kerap kali menyanyikan lagu lagu india kesukaanya sendirian di dalam kamar. Sepertinya semuanya mengetahui kebiasaanya itu.


" ya...aku sudah terbiasa dengan itu." timpal kakak erika membuat tawa mereka pecah.


Ibu erika melihat ke arah jordy. Ia tahu apa yang saat ini anak itu rasakan. Sikapnya selama ini jelas sekali trrlihat bahwa ia menyukai putrinya. Tapi ia sama sekali tidak bisa memberikan restu untuk mereka. ia berharap jordy segera menyerah sehinga keadaan sulit tidak menghampiri keluarga mereka lagi.


...----------------...


" aku ada di depan rumahmu." pesan itu sangat singkat. Erika segera menyibak gorden dan melihat ke luar jendela. Disana ia melihat azka bersandar di samping pintu mobilnya memerhatikan ponselnya.


" aku segera turun" balas erika. Ia bergegas berganti pakain dan segera keluar.

__ADS_1


" buru buru sekali mau kemana? " tanya jordy ketika erika tidak saďar melewatinya dengan sangat tergesa gesa.


" bukan urusan mu we..." erika segera keluar menghampiri azka. Jordy melihat bayangan mereka dari jendela.


" kau tidak pergi keluar jordy?" pertanyaan ibunya membuatnya terkejut.


" kenapa kau sampai terkejut begitu." tanya ibunya keheranan dan melihat ke arah tatapan jordy barusan. Ia melihat erika sedang pergi dengan seseorang.


" kau tidak keluar dengan pacarmu?" tanyanya lagi.


" maaf ma aku ke atas dulu. " sahutnya tanpa merespon pertanyaan ibunya. Ia terlihat kesal. Tapi ibunya agak senang. Sertinya ia tidak perlu lagi menghawatirkan soal hububungan mereka karena erika tidak punya perasaan apa apa terhaďap jordy.


...----------------...


" kita mau pergi kemana?" tanya erika setelah suasana hening cukup lama.


" ketaman" jawab azka sambil terus berkonsentrasi menyetir.


"apa dia tidak ada tempat lain? " gerutu erika di dalam hati.


" tenang saja. Nanti kau yang putuskan kita akan pergi kemana. Tapi hari ini kita hanya akan pergi ke taman. "


pipi erika memerah. Ia merasa agak senang ketika ia bilang akan berkencan dengannya lagi.


" terserah kau. Aku ikut saja"


azka memarkir mobilnya di tempat yang telah di sediakan. taman ini cukup indah dan terawat. Ada tulisan sebelum ia masuk kedalam ( dilarang menginjak dan duduk di rumput.dilarang merusak dan jangan membuang sampah sembarangan) .


" ayo" erika mengikuti azka di belakang ia melihat ke sekeliling. Banyak juga pengunjung di taman ini. Namu kebanyakan dari mereka adalah keluarga yang menghabiskan akhir pekan dengan anak mereka. Sebenarnya untuk apa azka mengajak ku kemari. Biasanya orang berkencan itu pergi nonton. Makan di restora jalan jalan ke pantai melihat matahari terbenam. Ini, malah pergi ke taman.


" kau jangan memakiku lagi. Kau tunggu disini. " azka pergi meninggalkanya di sebuah kursi panjang. Iapun duduk sambil memperhatikan azka yang sedang pergi membeli minuman.


" apa dia punya indra ke enam. Kenapa selalu tau apa yang sedang ku pikirkan . Erika melihat ke sekitar. Entah kenapa dia merasa pernah datang ke taman ini sebelumnya. Tapi ia tidak ingat kapan persisnya.

__ADS_1


" ada apa." tanya azka melihat erika yang tampak kebingungan. Ia menyerahkan minuman yang ia pegang kepadanya.


" tidak apa apa. Tempat ini cukup sejuk dan nyaman. terima kasih. " ucapnya sambil mengambil minuman yang di sodorkan oleh azka. ia kemudian duduk di samping erika. "sebenarnya aku cukup sering datang kesini. Apa lagi saat pikiranku sedang kacau. "


Erika melihat ke arah azka. Dia memang selalu dingin dan suka menyendiri mungkin karena berbagai alasan yang cukup rumit. Ia tidak berani bertanya apapun.


" dulu saat aku masih kecil pernah bertemu dengan anak perempuan disini. Dia bilang saat dewasa dia akan menikahiku dan tidak akan meninggalkanku. menurutmu apakah dia masih mengingat janjinya itu. " tanya azka ke arah erika. Ia tampak kebingungan.


Kenapa azka bertanya pertanyaan ambigu seperti itu kepadaku. Mana ku tahu gadis itu ingat atau tidak. Dan kenapa dia bercerita tentang gadis lain saat bersamaku.


Meskipun hubungan kami karena berbagai alasan yang tidak masuk akal tapi setatus aku itu adalah pacarnya. Apa dia pikir aku cukup tegar jika dia punya gadis lain.


"mana aku tahu. Lagi pula kenapa kau mengannggap serius ucapan anak kecil." aku sedikit kesal. Ia tersenyum. Sepertinya ia senang mengetahui kecemburuanku.


" kau benar. Tapi aku akan tetap menagihnya." aku tambah kesal mendengarnya. Ingin rasanya ku tinggalkan dia saat ini juga biar dia bebas memikirkannya sepuasnya.


" apa kau sangat menyukai gadis itu? Kenapa kau tidak mencarinya saja dan malah berpacaran denganku." akhirnya unek unekku keluar juga. Aku memang tidak begitu pandai menyembunyikan perasaan. Aku berdiri hendak pergi. Azka sedikit terkejut aku baru sadar kalua orang orang memperharikan kami. Aku jadi agak malu dan kembali duduk. Azka tertawa kecil. Membuatku tambah kesal . Tapi sepertinya baru kali ini aku melihat ia tertawa.


" apa kau sengaja mengejek ku? " tanyaku kesal.


" tidak. Saat kau marah terlihat imut. " apa dia sedang menggombaliku. Tidak disangka dia juga pandai menggombal. Tapi aku bahagia mendengar gombalannya.


" apa kau tidak merasakan sesuatu saat datang kesini?" tanyanya.


Aku memang merasa familiar dengan tempat ini. Tapi apakh aku pernah datang kesini dan kenapa azka bertanya seperti ini. Apa gadis yang ia temui disini ada hubungannya denganku.


" apakah aku mengenal gadis yang kau sebutkan? " tanyaku keheranan.


" ya...kau sangat mengenalnya dengan baik"


Aku mulai berpikir. Aku tidak pernah mempunyai teman sejak aku masih kecil. Aku selalu sendirian tidak ada seorangpun yang mencoba mendekatiku dan aku juga tidak mrndekati siapapun. Sebenarnya siapa gadisa itu. Apa azka sedang mempermainkan aku.


" siapa sebenarnya nama gadis itu." tanyaku penasaran.

__ADS_1


" aku akan memberitahumu nanti. Sekarang ayo kita makan ." azka menarik tanganku berdiri. jika seperti ini aku merasa seperti yang sebenarnya. Kencan kali ini aku sangat menikmatinya.


__ADS_2