
erika mulai mengemasi barang barangnya. Sebenarnya dulu dia enggan kembali ke rumah ini karena ia memiliki kenangan yang tidak menyenangkan.tapi kali ini ia merasa berbeda. Ternyata orang yang selama ini tidak pernah ia pedulikan justru mereka adalah orang orang baik.
" erika" sapa ibunya sambil membantunya membereskan pakain.rupanya erika masih menyimpan foto dia dan ayahnya dulu. Erika segera mengambil foto itu dan cepat cepat memasukkannya ke dalam tas.
" kamu tau ibu sangat merasa bersalah padamu. Kakakmu dan juga almarhum ayahmu karena tidak bisa menjaga kalian dengan baik. " ibunya meraih tangan erika dan menariknya duduk di dekatnya.
"maafkan ibu erika. Tapi keluarga ini tidak betsalah padamu hanya ibu satu satunya orang yang layak di salahkan. Dulu kamu tidak mengerti. Tapi ada situasi di mana kita harus menyerah pada nasib. Ibu tidak berdaya. Ayah jordy sangat perduli pada ibu bahkan pada keluarga ibu. Dia orang pertama yang menolong ibu saat tidak satupun perduli. Ibu sekarang mencintainya."
Erika terdiam. Semua yang ibunya katakan adalah benar adanya. keluarga ayah tidak menyukai ibu di karenakan ibu bukan dari kalangan yang sama dengan mereka. Ayah memutuskan untuk keluar dari rumah dan tinggal berdua dengan ibu. Memulai bisnis tanpa sokongan keluarga. Namun ayah dan ibu mampu melewati masa masa sulit. Namun semuanya musnah saat ia telah tiada. Keluarga ayah menyalahkan ibu atas kepergian ayah. Dan tidak menyokongnya sama sekali.
aku masih ingat saat itu mereka berusaha mengambil kami bersama mereka. Namun ibu dengan sekuat tenaga melawan.
" maafkan aku ibu. Dulu aku memang tidak mengerti. Tapi sekarang aku sudah bisa memahaminya. Maafkan aku. " aku memeluk ibu dengan sangat erat. Ia pasti kelelahan mengurus kita semua.
" ibu selalu menyayangimu erika" .
...----------------...
"apakah kamu sudah selasai?" kakak erika menghampirinya setelah berdiri di luar cukup lama. Ia tidak ungin mengganngu mereka saat tengah berbincang hal yang serius. ia merasa senang akhirnya kesalahpahaman dalam hubungan mereka telah usai.
erika mengangguk pelan bekas air matanya masih ada yang tertinggal. Tapi kakaknya tidak bertanya apapun seolah dia tidak tau apa apa.
" ayo kita segera pergi nanti kita harus masih beres beres disana. "
"ayo. Ibu akan membantu kalian disana."
" tidak perlu bu. Ini hanya sedikit. Kami bisa menyelsaikannya. Ibu tidak perlu menghawatirkan kami. Kami bisa menjaga diri dengan baik. " ucapan erika kini terdengar dewasa. Sekarang ia sudah banyak berubah.
jordy bantu mengangkat barang barang mereka masuk kedalam mobil. Ia ingin sekali memberitahu erika tentang perasaannya. Tapi ia sangat ragu. Takut keputusannya tidak membawa dampak baik bagi keluarga mereka. Ia cukup senang mengetahui hubungan erika dan ibunya sudah membaik. Sehingga ia tidak lagi merasa bersalah atas kejadian di masa lalu. Karena bagaimanapun hubungan mereka menjadi seperti ini karena kesalahannya dulu.
Erika memanfan kerumah itu sekali lagi. Akhirnya ia harus pergi. Tapi perasaan ini berbeda dengan dulu saat terakhir kali ia meninggalkannya. Dulu ia dan kakaknya pergi dengan perasaan yang hancur dan di penuhi kesedihan. Namun kali ini ia pergi dengan senyuman yang bahagia. Ia melambai ke arah ibunya dan masuk ke dalam mobil.
"sering seringlah berkunjung kemari. Rumah ini selalu terbuka untuk kalian. " ayah jordy menepuk punggung kakak nya. Ia mengangguk dan ikut masuk ke dalam mobil.
Sepanjang perjalanan tidak sepatah katupun keluar dari mereka. Masing masing hanya melihat keluar jendela memandangi sekitar sampai mereka tiba di rumah mereka lagi.
__ADS_1
Jordy mengambil barang barang mereka dan membawanya masuk.
" terima kasih jordy. Ayo duduk dulu kakak akan membuat minuman. Kamu jangan pulang dulu kita makan bersama disini. " tegur kakak erika. Ia tahu jordy kelelahan karena telah membantu mereka.
Jordy melihat ke arah erika. Ia masih tidak rela melepaskannya sekarang. Satu satunya tempat ia dapat bertemu dengannya ialah sekolah.
" baik kak."
Kakak erika pergi mebuju ke dapur. Jordy mendekat ke arah erika dan berbisik.
"apa kamu bisa memasak?"
Erika sedikit kaget. " apa urusannya denganmu?" erika sedikit menjauh dari jordy.
" sayang sekali kalau begitu. Kasihan suamimu nanti. dia harus selalu makan masakan pembantu dan tidak pernah tau nikmatnya rasa masakan buatan istri." ledeknya.
" aku mau cari suami yang mau memasak untukku nanti. Aku mau di manjakan. " balasnya
" kebetulan sekali. Aku bisa memasak .aku dapat menyenangkan istriku nanti."
Entah kenapa ucapan jordy ini terdengar ambigu. Erika jadi sulit berkata kata.
Erika segera pergi ke kamarnya meninggalkan jordy sendirian di ruag tamu. Jordy duduk disofa dan menyalakan televisi. Rupanya di situ ada video game juga. Sepertinya mereka sering memainkannya.
Kakak erika menaruh minuman di depan jordy. " kemana erika?" tanya kakaknya keheranan karena jordy duduk sendirian.
" dia pergi ke kamarnya untuk beres beres. " jordy mengambil minuman itu dan langsung menghabiskannya. Kakak erika merasa senang karena jordy sama sekali tidak merasa kaku di rumah mereka.
" kakak suka main game?" tanya jordy
" ya ....kadang kami memainkannya.erika jago main game kakak selalu kalah darinya. "
" dia. Pandai main game.sama sekali tidak kelihatan. Mungkin aku harus menantangnya lain kali. " balasnya penuh semangat mengetahui hobi lain erika.
" kakak kembali ke dapur dulu. " kakak erika kembali meninggalkan jordy di ruang tamu.
__ADS_1
...----------------...
Entah sejak kapan erika tertidur. Ia terbangun mendengar suara ketukan kakaknya. ia memang sedikit kelelahan.
" ya..kak. " jawabnya malas.
" ayo makan malam. " sambung suara di balik pintu.
erika segera merapikan diri dan menuju ke ruang makan. Tampak disana jordy dan kakaknya sudah menunggunya.
" kau belum pulang." erika sengaja meledek jordy.
" erika" tegur kakaknya. Erika hanya me manyunkan bibirnya ke arah jordy.
" maaf ya jordy. Hanya ini yang dpaat kakak siapkan. Soalnya kakak belum ke supermarket." balas kakaknya.
" makasih kak. Maaf merepotkan. "
" jangan sungkan. Kita adalah saudaramu. "
Perkataan kakak erika entah kenapa membuat jordy bahagia sekaligus merasa bersalah atas perasaannya yang lain pada erika. Ia mengharap tidak hanya menjadi kakaknya tapi juga ke kasihnya. Mungkin dia sedikit egois tapi suatu saat nanti ia akan memberitahukan perasaannya ini pada erika. Tidak perduli apa yang akan orang lain fikirkan.
" kau jangan menginap disini ya...nanti kamu dikira maling sama tetangga." imbuh erika.
" kamu tuh yang maling. Siapa yang mau menginap. Aku malas mendengar suara dengkurmu itu." balas jordy. Kakak erika tertawa . Baru kali ini ia melihat adiknya bercanda seperti itu. Sepertinya hubungan mereka sudah akrab. Semoga hal hal baik ini bertahan cukup lama.
" memangnya disini ada kamar kosong kak?" tanya jordy ke arah kakkaknya.
" em...."
" gak ada". Potong erika sebelum kakaknya selesai bicara.
" siapa yang minta persetujuanmu." sanggah jordy
" sudahlah kalian ini. Sebeiknya kamu segera pulang jordy aku takut mama dan ayahmu khawatir.
__ADS_1
" ia kak."
" weee..." erika meledek jordy. Kakaknya tidak menyangka memilik saudara yang imut. Setelah bertahun tahun akhirnya erika kembali tersenyum.