
Erika,sherly dan selana berjalan melewati lorong sekolah menuju ke kantin. Sejak masuk sma mereka telah menjadi sahabat yang sangat akrab. dari kejauhan tampak anak anak berkerumun di depan papan pengumuman.
" ada apa ya? " tanya sherly keheranan
" mau tau? Ya...kita kesana." selana menarik tanganku menuju kerumunan sebenarnya aku memang malas. Apalagi harus berdesak desakan begitu. Sherly ikut mengejar dengan tergesa gesa.
Selena keluar dari kerumunan sambil mengeluh. Ia memang seperti itu. Beda dengan kami yang tidak begitu tertarik.
" apa yang kau dapat?" tanyaku setelah selena mengatur nafasnya. Aku dan sherly tertawa pelan.
" hem.. Kalian mau enaknya ajha. Tidak akan aku kasih tau. " kata selena ngambek. aku dan serly kembali tertawa. Ia tampak sangat imut saat ngambek.
" sudah sudah..ayo kita ke kantin saja perutku sudah bunyi dari tadi. " aku dan syerli sengaja meninggalkan selana sendirian. Ia berlari mengejar sambil mengomel.
"kalian benar benar tidak ingin tau? " selena masih tidak sabar untuk menceritakan apa yang di lihatnya tadi . Aku dan syerly saling lirik dan tersenyum.
"tidak!" jawabku yakin. Aku tau selana sudah tak sabar lagi. Sangat senang menggodanya seperti ini.
" aih..meskipun tidak kuceritakan kalian akan tetap mengetahuinya nanti lebih baik ku ceritakan saja sekarang."
"jadi tentang apa itu?" tanya sherly kemudian.
"kita akan pergi liburan. sebenarnya ini acara perpisahan untuk kakak kelas tapi kita boleh ikutan. Jadi kita harus segera mendaftar karena kuotanya terbatas. " selena menjelaskan dengan penuh semangat. Aku memang belum pernah ikut acara seperti itu. karena memang aku tidak tertarik. aku melihat sherly sepertinya dia tidak ada keinginan untuk ikut serta. liburan ini sepertinya akan jadi pengalaman pertamaku selama hidupku. Semoga tidak ada masalah yang terjadi.
" aku tau kalian tidak akan mau repot repot. Jadi aku sudah mendaftarkan kalian. " selena tersenyum bahagia. Untuk urusan seperti ini dia bergerak cukup cepat. Kami jadi tidak bisa berkata kata.
" memangnya liburan kemana?"
" kita akan berkemah selama tiga hari di pegunungan. "
" kapan itu? " tanyaku lagi.
" minggu depan. Jadi kalian bersiap siaplah ya...ini pasti menyenagkan." selena sangat bersemangat.
Saat memasuki kantin pandanganku dan azka saling bertemu. Aku terpaku sejenak namun segera pura pura tidak melihat dan tidak mengenalnya. kami mendapat tempat duduk yang tidak jauh dari tempat azka berada. Aku semakin salah tingkah dan gugup.
__ADS_1
" bukankah kalian pacaran!! Kenapa pura pura tidak kenal " bisik selena. Sherly yang mendengarnya jadi sedikt terkejut.
"kamu pacaran dengan azka?." tanya sherly cukup nyaring. Membuat anak anak yang duduk di dekat kami menole. Kuharap azka tidak mendengarnya kalau tidak entah apa yang akan dia pikirkan tentangku.
"husss" aku dan selena merespon secara bersamaan. sherly menutup mulutnya dan meminta maaf dengan gerak bibirnya.
" jadi. Sejak kapan?" tanyanya kemudian.
" sudah....setengah bulan mungkin." jawabku ragu.
" jadi kamu serius. Azka yang cuek dan dingin itu. Rupanya dia mengincarmu. " pipiku sedikit memerah. Aku curi curi pandang melihat ke arah azka yang sedang berbicara denga teman di sebalahnya. Entah sejak kapan tapi aku merasa bahagia saat bertemu dengannya dan mendengar suaranya sepertinya aku sudah mulai memiliki perasaan terhadapnya.
pembicaraan kami terhenti tatkala ada seseorang yang tiba tiba duduk di dekat kami. Kami yang sedari tadi fokus menjadi sedikit terkejut.
" jordy...!" kataku kaget
" kenapa terkejut begitu memangnya apa yang sedang kalian bicarakan?" tanyanya keheranan.
" bukan apa apa" sahut selena masih terperangah. Ia kembali berbisik ketelingaku." apa kalian sudah putus?"
Aku sedikit terkejut mendengarnya. Hampir saja minuman yang aku minum ku semburkan keluar. Aku melihat ke arah selena tak mengerti. Ia memberi isyarat pada jordy. Aku baru ingat kalau terakhir kali ia menganggap kita berpacaran.
" hei...aku dapat mendengar bisik bisik kalian." sanggah jordy. Sebenarnya ia tak keberatan jika orang menganggap erika adalah pacarnya. bahkan ia berharap hal itu menjadi kenyataan.
" dia adalah saudaraku. " jawabku menjelaskan ke arah selena.
" saudara tiri. ingat itu. " jordy tiba tiba berdiri dan meninggalkan kami. Sepertinya ia marah. Kami semua masih terkejut tidak mengerti apa yang salah dengan dirinya. Sherly melihat ke arah jordy dengan tatapan curiga. Aku melihat piringnya yang sudah kosong. Sepertinya aku yang berpikir berlebihan ia pergi karena memang sudah selesai.
" cepat sekali dia sudah selesai. Aku bahkan belum menghabiskan milikku." selena masih tertegun heran.
" memangnya dia seperti mu yang makan sambil bergosip" sanggah sherly. Selana memanyunkan bibirnya.
" eh..erika kalau dia saudaramu . Boleh dong aku jadi iparmu. " ledek selena.
" boleh saja. nanti aku jadi gak usah repot repot ngurusin rumah. Kan ada kakak ipar. " balas erika .
__ADS_1
" ogah...." sanggah selena sambil menyantap makanannya.
...----------------...
Erika dan sherly berjalan memasuki pusat perbelanjaan. Rencana hari ini mereka akan membeli kebutuhan untuk camping nanti. Sherly tidak ikut mereka karena ia harus membantu ibunya menjaga toko.
" ayo kita beli baju " selena menarik tangan erika ke arah toko pakain. ia sudah kelelahan. Dari tadi mereka berkeliling dan sepertinya semuanya hanya barang barang yang tak perlu. Sepertinya mengajak selena ke mall bukan ide yang bagus. Dia dari tadi sudah sangat kegirangan dan selalu tertarik akan semua hal.
" aww" kami berdua terjatuh karena tak sengaja menyenggol seseorang.
" kalian tidak apa apa? " tanya seorang wanita yang kami tabrak. Ia tampak misterius. Dia mengenakan topi ,masker dan kaca mata. Tapi dari gayanya dan penampilannyan sepertinya ia bukan orang sembarangan.
" maaf ini salah kami karena terlalu buru buru." ucapku merasa bersalah. Wanita itu tersenyum. " sangat menyenangkan memilik trman dapat melakukan banyak hal hal menarik. Suďh ya..saya buru buru." wanita itu berlari lari kecil sepertinya ia sedang kabur dari seseorang .
" bukankah wanita tadi aneh." selena memang tidak bisa menyimpan hal yang sedang ia pikirkan.
"bukan urusan kita. Lagi pula kenapa kita mau membeli baju. Kita kan mau camping" sanggahku padanya.
" tentu saja kita harus beli baju. Baju husus camping. Agar kita terlihat keren."
" tapi..." belum selesai aku bicara selana sudah menarik tanganku membuat ku tak berkutik dan mengikuti keinginannya.
Sudah seharian kami berbelanja. Akhirnya aku bisa bernafas sekarang. Tidak ku sangka berbelanja itu sangat melelahkan seperti ini. Aku seperti tidak punya tenaga lagi. Aku lihat selena masih bersemangat. Aku heran. Kenapa dia sangat berenergi sekali.kalau bukan aku menyeretnya keluar ia masih akan terus membeli seisi mall.
" aku lapar dan haus ayo kita makan dulu."
Kami pergi menuju restoran di dekat mall. sungguh bagus mereka mendirikan restoran disini. Sepertinya ini khusus pengunjung mall saja.
Dari kejauhan tampaknya aku melihat sosok yang aku kenal. Spertinya azka berada disana dengan seorang wanita. Hatiku jadi tak karuan. antara penasaran dan cemburu. Semoga saja apa yang aku lihat adalah salah.
"eh..sepertinya itu wanita yang kita tabrak tadi. Sedang apa azka dengannya sepertinya mereka cukup dekat." ucapan selena semakin membuat ku terpukul. Aku sepertinya gemetar. Ada apa denganku apa aku sudah di tahap tidak mau kehilangan sehingga aku menjadi gelisah. Sepertinya aku tidak punya hak apapun pada azka. Aku hanya pacar bohongnya saja. Dia tiđak pernah bilang suka padaku . Kurasa aku sudah berlebihan tentang hubungan kami. Aku sama sekali tidak bisa membatasinya.
" ayo..kita pulang saja." kataku dengan suara pelan.
" bukannya tadi kau bilang lapar. Kenapa pulang. Siapa tau ajha mereka hanya teman. Kenapa tidak kita menghampiri mereka saja biar semuanya menjadi jelas. " selena berusaha menenangkanku.
__ADS_1
" aku sudah lelah hari ini" erika berbalik dan pergi. Selena berlari mengikutinya dengan tergesa gesa.
Sebenarnya apa yang dikatan selena ada benarnya. Tapi ia takut mendengar kemugkinan yang lainnya. Ia takut tidak bisa menahan perasaanya yang bergejolak ketika mereka saling berhadapan.