Cinta Di Bawah Bangku Sekolah

Cinta Di Bawah Bangku Sekolah
pergi liburan


__ADS_3

Erika terus menatap ponselnya dengan penuh ragu ragu. Ia ingin menelfon azka tapi ia tak tau apa yang mau di bicarakan. Ia berkali kali membuka ponselnya menulis chat dan segera menghapusnya sebelum chat itu terkirim.


"ah...sudah terserahlah. "erika membanting ponselnya di kasur dan ikut menjatuhkan dirinya disampingnya. Selama ini azka yang selalu menelfonnya lebih dulu. Ia tidak pernah tau kalau megucapkan kata halo itu sangat sulit. Ini mungkin karena harga dirinya terlalu tinggi mengalahkan perasaanya.


belum sempat ia memejamkan mata hanphone itu akhirnya berdering. erika segera melihat ponselnya dan segera duduk mengatur nafas dan perasaanya. Akhirnya azka menelfonnya.


" kangen padaku??" sahut seseorang di balik telvon. Tumben sekali azka bersikap gombal padaku. Apa ini efek karena telah bertemu gadis diam diam.


" ada apa?" tanyaku seolah tak mendengar perkataannya barusan.


" buakankah kau yang mengirim pesan tidak jelas". Erika sedikit terkejut ia memeriksa ponselnya. sepertinya ada pesan yang tidak sengaja terkerim. Memang tulisan yang tidak bisa di mengerti. Sepertinya tertekan saat aku kesal barusan.


"kau sepertinya malu untuk menelvonku. Benar tidak." jawabnya lagi membuatku tidak bisa menyangkal.


"itu hanya salah pencet saja" elakku


" apa kau ikut perkemahan?" tanyaku sedikit berharap bahwa dia ikut.


" perkemahan? Maafkan aku. Aku ada urusan di hari itu jadi tidak bisa menemanimu."


Aku sedikit kesal mendengarnya apalgi setelah melihat dia makan dengan gadis lain. Mungkin aku yang hanya berharap terlalu besar dalam hubungan ini.


"apa kau tidak merasa bahwa hubungan ini tidak benar!" aku mencoba memberanikan diri. Hubungan kita yang tidak ada kemajuan ini sepertinya harus segera di akhiri sebelum perasaanku jatuh terlalu dalam dan akhirnya tidak rela melepaskan.


"hubungan mana yang tidak benar?"dari nadanya ia terdengar kesal.


" aku ingin mengakhiri pacaran palsu ini. "


" jadi kau mau mencampakanku dengan alasan yang tidak masuk akal. " balsnya lagi.


" ini bukan pacaran namanya. Bahkan kau tidak pernah bilang kalau kau suka padaku. aku bahakan tidak begitu mengenalmu. Kita seperti orang asing. "


Aku sedikit menggebu gebu. Tidak ku sangka aku mengelurkan semua unek unek. Di hatiku. Aku belum pernah seperti ini sebelumnya. Biasanya aku akan menyimpan masalah ku sendiri. Tapi di depan azka aku sama sekali tidak bisa menahan diri.

__ADS_1


" maafkan aku. Aku berbicara terlalu banyak. Aku sudah lelah dn mengantuk jadi aku akan tidur dulu. " selaku sebelum azka menjawab semua perkataanku aku segera mematikan hp.


Aku tidak menyangka akan mengatakan semuanya. Entah apa yang dia pikirkan tentangku sekarang .


...----------------...


Azka menatap ponselnya yang tiba tiba mati. Ada senyum mengambang disudut bibirnya. Sepertinya erika sudah mulai memiliki perasaan ke padanya. ia berniat untuk menyatakan perasaanya secara benar nant agar dia tidak salah paham dan menebak nebak hatinya. " erika tunggu aku memenangkan hatimu. Kamu akan tau kalau aku tulus padamu" gumamnya sendirian.


Baru saja azka meletakkan ponselnya. kembali ponsel itu berdering. Ia melihat ke layar tertera nama "salsa" disana. Ia diam cukup lama. Dan akhirnya memutuskan untuk mengangkatnya.


" azka" belum sempat azka mengatakan halo suara orang di balik telvon langsung menyambar.


" ada apa?" tanyanya tak bersemangat.


" kenapa kamu mengabaikanku akhir akhir ini. Apa kamu sudah melupakanku."


" siapa yang melupakanmu. Aku hanya sibuk akhir akhir ini. Sebentar lagi akan ada ujian" elaknya


"kamu bohong. Kamu begitu pandai mana mungkin sibuk belajar" sanggahnya.


" aku baik . Aku punya kabar baik untukmu. "


" oh...apa itu?" tanyanya seolah olah dia tertrik


" aku akan pulang!!!!!"azka sedikit terkejut. Ia pikir salsa akan tinggal di luar negri beberapa tahun lagi.


" aku rindu sekali padamu dan suasana disana. Makanan dan sebagainya. Pokoknya kalau aku pulang kamu harus membawaku jalan jalan. azka...apa kau masih disana?" tanyanya setelah tak mendegar apapun.


"ya. Kapan kamu pulang?."


" rahasia. "


" baguslah. Nanti ada yang mau aku..."

__ADS_1


Paggilan itu tiba tiba saja terputus. Sepertnya masalah jaringan. Azka duduk di kasur dan menghela nafas. aku harus memperkenalkan erika dan salsa nanti. Tapi apa semuanya akan baik baik saja. Kuharap seperti itu.


...----------------...


Erika membuka matanya perlahan. Ponselnya terus berdering sejak tadi. Ia melihatnya dengan setengah sadar. dari selana panggilan tidak terjawab sebanyak sepuluh kali.


" ya ampun...." erika segera bangkit dari kasurnya tidurnya begitu buruk hingga ia bangun kesiangan. Apalagi hari ini mereka akan pergi berkemah. Ia segera berlari keluar mengambil tas besar yang berisi segala macam keperluan untuk kemah.


" erika. Ayo sarapan dulu" sapa kakaknya melihat erika tergopoh gopoh.


" udah gak sempet kak. Aku berangkat ajha. " erika segera berlari keluar. Kakaknya hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan adiknya.


Saat keluar dari rumah erika melihat jordy sengajanmenunggunya. Iapun bernafas sedikit lega.


" aku sudah lama menunggu disini apa kaubtidak bisa bangun pagian." celotehnya.


" aku tidak memintamu menjemputku." balas erika kesal.


" kau itu harusnya berterima kasih. Kalua tidak kamu akan ketinggalan. Ayo pak jalan" sopir itu segera melajukan mobilnya dengan cepat. Sepertinya ia sengaja membawa sopir karena bawaan yang cukup berat.


" terima kasih ya....!!!! Aku sangat tertolong" erika memeriksa ponselnya. setelah pembicaraan itu aska tidak menghubunginya lagi. Ia memandang keluar jendela dengan perasaan jengkel. Apa azka sama sekali tidak bertanya aku berangkat atau tidak. Apa dia tidak mau mengatakan sesuatu. Pacar apanya. Dia itu pacar hantu. Kadang datang kadang hilang. Apa aku benar benar punya pacar. pikiran erika berkecamuk hingga tak sengaja mengeluarkan suara geram.


" kenapa kau. Kau menggurutu padaku!!!" jordy sedikit terkejut.


" ah...maaf aku sedang memikirkan hal lain." sanggah erika.


Saat mereka sampai selena dan serly masih terlihat cemas aku segera menghampiri mereka dengan penuh sesal.


" kau ini. Aku sudah menghubungimu sepuluh kali. sebentar lagi bisnya berangkat."


" maaf..." aku menaruh kedua telapak tanganku didepan menandakan aku sangat menyesal.


" aku menghubungi jordy tadi katanya dia akan menjemputmu " balas sherly.

__ADS_1


" aku kesiangan" jawabku sambil nyegir.


"udahlah ayo kita masuk kedalam. "


__ADS_2