
sial....aku terlambat...erika berlari kencang menuju gerbang sekolah. ia berhenti tatkala melihat gerbang sekolah sudah tertutup rapat dan tak mungkin lagi baginya untuk dapat masuk ke dalam. ia berusaha mengatur nafas.
tak ada cara lain. kurasa satu satunya cara adalah lewat jalan tikus itu lagi. erika segera bergegas menuju ketempat itu. ia mengetahui tempat itu dari syerly saat mereka terlambat tempo hari. jalan itu terdapat semak semak sehingga orang tidak dapat menemukan tempat itu. erika berjalan menjongkok karena lorong itu kecil. ia akan disambut semak semak lagi saat sudah berada di dalam.
" aku membuatnya sendiri. " terdengar suara perempuan sedang berbicara. aku mengurungkan niat untuk berdiri dan menyibak sedikit daun untuk melihat siapa yang berbicara.
" aku tidak selera makan." jawab azka ketus. ia segera berbalik namun gadis itu menarik lengannya. aku tidak mengerti kenapa gadis itu membuang buang waktu untuk orang dingin sepertinya.
" aku mohon.." gadis itu memohon namun sepertinya itu membuat azka jengkel. ia menepis tangan gadis itu dan makanan yang di tangannya terlempar.. aku terkejut karena makanan itu mendarat ke arahku.
" awww" teriakku keras. semua makanan itu tumpah kepadaku sehingga membuat bajuku kotor. tiba tiba saja azka berdiri di depanku memperhatikan aku yang sudah berantakan. ia menatapku dingin sepertinya ia mengira aku sedang menguping. aku melihat ke arah nya dengan perasaan jengkel. aku berdiri dengan cepat namun azka berbalik dan pergi begitu saja.
" hei...!" aku berteriak ke arahnya namun ia seolah olah tuli bahkan ia tidak menoleh sedikit pun. aku melihat kearah gadis tadi namun ia hanya melihatku kemudian ikut pergi dengan perasaan sedih. aku hanya berdiri tak percaya dengan apa yang telah aku alami. kenapa aku begitu sial....bahkan tidak ada yang meminta maaf.
" dasar...sok keren. egois.....sial...nodanya tidak mau hilang. apa yang harus aku lakukan." aku berteriak tak henti hentinya di kamar mandi. kamar mandi amat sepi karena sekolah sudah masuk. aku juga tidak bisa masuk kelas dengan pakaian kotor. bahkan bau makananya masih menempel. aku harus izin pulang.
saat aku keluar dari kamar mandi azka bersandar di tembok sambil memejamkan matanya. aku masih jengkel padanya. serasa akan menumpahkan tempat sampah ke tubuhnya. tapi sudahlah tidak ada untungnya bagiku. aku berjalan melewati nya seolah olah tidak melihat keberadaannya.
" hei.." aku berhenti berjalan dan menoleh. azka membuka matanya melangkah ke arahku dan melemparkan jaket yang tadi ada di lengannya.
" kau harusnya tidak sembarangan menguping." ia berjalan pergi melewatiku.
" apa maksudmu. siapa yang menguping?" azka berhenti berjalan dan berbalik
" lalu apa yang kau lakukan disana?" pertanyaanya sulit untuk di jawab. aku tidak mungkin bilang padanya kalau aku terlambat dan menyusup lewat lorong kecil disana.
__ADS_1
" bukan urusanmu" aku pergi dengan terburu buru. meninggalkan azka yang masih berdiri disana.
" maaf bu.. " semua mata tertuju ke arahku. wajar saja aku sudah sangat terlambat.
" buka jaketnya. " kata ibu guru mengingatkan. karna memang tidak boleh memakai jaket saat jam pelajaran.
" maaf bu. baju saya kotor. makanya saya pakai jaket. tadi ada sedikit kecelakaan. " jawabku menjelaskan.
" ya sudah duduklah." guru kembali melanjutkan pelajaran .aku menghela nafas lega. selana memandang ke arahku. ku harap dia tidak menyadari kalau jaket yang aku pakai adalah jaket milik azka. aku bingung mau menjelaskan bagaimana padanya.
" kenapa kau sangat terlambat? " syerly berbisik ke arahku karena takut mengganggu pelajaran yang sedang berlangsung.
" jangan tanya lagi. ini adalah hari yang sial untukku. kau mencium bau makanan kan. ada orang bodoh yang menumpahkan makanan ke arahku. "
" jaket siapa yang kau pakai?" lanjut syerly berusaha menyelidiki. apa dia kenal jaket ini? ku harap tidak.
#######
akhirnya hari yang melelahkan ini usai juga. aku menghela nafas lega.
" ah. dia keren sekali." banyak gadis gadis berkerumun di luar sambil berteriak histeris. mereka seperti sedang menjumpai artis idola. apa ada bintang idola yang datang kemari. tapi kenapa aku heran bukankah ini sudah biasa. mereka selalu bertingkah seperti itu saat melihat azka. gadis tidak punya kéjaan .
" hei.." terlihat lambaian seseorang dari balik kerumunan itu. perlahan aku melihat wajahnya.
ah..yang benar saja. jadi yang selama ini mereka kerumuni adalah jordy. kenapa dia datang ke sekolah ku. bukankah dia bisa menjemputku di rumah. aku berjalan ke arahnya memperhatikan penampilannya yang sudah banyak berubah. dia sudah lebih tinggi dariku dan juga sangat tampan. pantas saja mereka tergila gila padanya.
__ADS_1
" erika. apakah dia pacarmu? " tanya selana yang tiba tiba mendekat ke arahku. dia memang tidak akan ketinggalan dengan hal hal seperti ini.
" ya dia adalah pacarku." jordy tiba tiba merangkulku.ki ta tidak se akrab itu. erika melepaskan rangjulannya dengan sangat jengkel.
" wah...aku tidak tau kalau pacarmu sangat keren " aku melirik ke arah jordy yang terlihat sangat percaya diri. sudahlah biarkan saja.
"apa kau akan terus berdiri disini atau kita akan pulang. " aku mulai tak sabar. aku lelah sekali. aku ingin haribini cepat berakhir.
" baiklah ayo kita pulang".
aku pergi dengan di keliling berbagai mata. dan bisik bisik. ada yang iri, kagum dan sebagainya. tapi ini tidaklah seperti yng mereka pikirkan. pada kenyataannya dia adalah saudara tiriku. dia selalu mencari perhatian ibuku saat aku msih kecil dulu. dia pasti sangat senang saat aku memutuskan pindah. dia bisa mendapatkan kasih sayang ibuku sepenuhnya. tapi semuanya itu bisa di mengerti mungkin dia baru bisa merasakan kasih sayang ibu yang tidak pernah i rasakan sebelumnya.
" aku tebak kau sedang mengutukku dalam hatimu." ucapnya tiba tiba. aku sedikit terkejut. aku tidak mengucapkan apapun dalam hatiku. tak ada niat seperti itu. mungkin karena dia berpikir aku membencinya karena masalah beberapa tahun lalu itu.
alasannya pindah saat itu karena aku sudah lelah hidup dengan perasaan jengkel dan cemburu dengan kebahagian mereka. aku sering mengintip dari balik pintu saat mereka bersenda gurau. aku selalu berpikir andaikan ayah masih hidup yang ada di posisi jordy saat itu pasti aku. oleh karena itu saat jordy terpeleset ke kolam renang dan dia berusaha menyalahkan aku aku menerimanya.
" maafkan aku..!!!" suaranya hampir tak terdengar.
" untuk apa...??"aku seolah olah tidak mengerti apa yang dia ucapkan. aku hanya ingin dia tidak merasa bersalah lagi.
" seandainya waktu itu aku tidak sengaja menjatuhkan diri kau tidak mungkin pergi dari rumah. "
" sudahlah. aku memang ingin pergi dari rumah. kebetulan saja ada masalah itu aku jadi bisa pergi dengan tenang."
jordy terdiam cukup lama. aku tak tau apa yang sedang ia pikirkan sekarang.
__ADS_1
" aku senang kau kembali. " perkataan terakhir jordy membuatku sedikit tersentuh. kalau saja dulu aku lebih akrab dengannya kita mungkin akan jadi saudara yang sangat serasi.