Cinta Di Bawah Bangku Sekolah

Cinta Di Bawah Bangku Sekolah
perselisihan masa lalu


__ADS_3

Erika melangkah gontai menuju ke ruang kelasnya. Ia sebenarnya masih agak pusing tapi malas untuk berdiam diri di rumah. Apalagi dia harus mencoba untuk menjelaskan atau paling tidak meminta maaf kepada selena atas apa yang telah terjadi. Ia sebenarnya juga tidak menyangka kalau hubungannya dengan azka berkembang terlalu jauh. Ia tidak berpikir banyak. Mana mungkin seseorang akan jatuh cinta dengan sangat cepat. Apalagi dia dan azka jarang sekali mengobrol. Mungkin dia hanya mempermainkannya saja.


Erika melihat ke arah selena dan serli yang tengah mengobrol. Begitu melihanya datang selena bergegas pergi ke tempat duduknya. Jelas sekali kalau dia menghindarinya.


"pagi" sapaku pada sherli dan iapun membalasnya juga. aku melirik kerah selena yang seolah tak perdyli. Tapi ini bukan saat yang tepat untuk berbicara kepadanya.


"kalian bertengkar?" tanya serli melihat sikap kami yang dingin. aku enggan untuk menjelaskan. Apalagi akan sangat panjang untuk di ceritakan. "guru sudah datang" jawabku memecah suasana hening.


Dua jam lebih sudah berlalu. ini terasa sangat lama apalagi aku dalam suasana hati yang buruk. Saat pelajaran usai aku bergegas menghampiri selena agar dia tiđak keburu untuk pergi. " ayo kita bicara" selena diam namun aku mengerti kalau itu adalah isyarat bahwa dia setuju. " kalian tidak mau ke kantin?" ajak sherly.


" kau duluan saja. Nanti kami menyusul. " jawabku cepat. Sherli langsung mengerti.


" baiklah. Tapi jangan lama lama ya. Nanti aku makan duluan lho" candanya sembari pergi meninggalkan kami. Aku melangkah keluar di ikuti oleh selana mencari tempat yang agak sepi dan tenang agar kami bisa mengobrol dengan lebih leluasa.


"apa yang ingin kau bicarakan?" tanya srlena tampa basa basi.


"ini tentang apa yang kau lihat kemarin..." aku srmbari melihat kearah selena yang sepertinya menunggu penjelasanku .


"aku ingin meminta maaf kepadamu. Aku tidak bermaksud merahasiakanya tapi. Akupun tidak menyangka kalau aku dan azka..."aku tidak melanjutkan kalimatku aku tidak tau bagaimana menafsirkan hubungan kami saat ini.


" sebenarnya kau tidak salah. Aku marah bukan karena hubunganmu dan azka. Aku hanya merasa kesal saja. Kenapa yang ia sukai justru kau. padahal aku yang sudah berusaha. "


"maafkan aku." jawabku merasa bersalah.


"terima kasih karena berusaha menjelaskan. itu artinya kau masih mengaggap aku temanmu. dan selamat atas hubungan kalian." kata kata selena membuatku terdiam sessaat. kemudian ia tersenyum


" sudahlah anggap semuanya berlalu. Ayo kita ke kantin. Kalau kita berlama lama disini nanti si kutu buku itu makan semuanya sendirian"


Aku melihat tangan selena yang menyeretku pergi. dalam hatiku aku merasa lega. Dia adalah teman yang sangat baìk. Aku bersyukur sekali.


...****************...


"erika" terdengar seseorang memanggilku dari belakang. Sontak kamipun menoleh secara bersamaan. Azka berjalan ke arah kami dengan wajah yang terlihat kesal. Aku sendiri tidak tau kenapa dia seperti itu.


"aku pergi duluan ya" selena pergi meninggalkan kami. aku baru saja meredakan perselisihan kami. Kupikir aku akan mengobrol dengannya seharian.


"ada apa" jawabku tak kalah kesalnya.


" kenapa kau tidak mengangkat telvonku. Dan juga tidak membalas sms ku?" ia menekan suaranya berusaha untuk menahan kekesalannya. Aku memang tidak menyentuh ponsel sama sekali sejak semalam. Dan pagi ini aku juga kesiangan.

__ADS_1


" memangnya aku harus?" rntah ada apa denganku. Alih alih menjelaskan aku lebih memilih membuatnya kesal.


" jangan mencoba untuk menjauhiku. Kau milikku" ucapanya terdengar mendominasi.


" apa maksudmu."


azka menarik tangan erika membawanya ke tempat yang agak sepi. menghempaskanknya ke tembok dan langsung menciamnya dengan sedikit kasar.


erika memberontak dan beberapa saat kemudain azka melepaskannya. Sepertinya ciuman itu berhasil membuatnya sedikit lebih tenang. Sedangkan erika dia masih sedikit shock karena tiba tiba di cium. azka berbisik ke telinga erika.


" aku akan melakunnya di dapan orang kalau kau mencoba menghindariku lagi" setelah mengatakan itu. Azka pergi meninggalkannya yang masih terdiam. erika tidak menyangka kalau azka cukup agresif. Sepertinya ia akan melakukan apa yang ia katakan. Dan ia tidak bisa menghindarinya.


langkah azka terhenti tatkala ada seseorang menghalangi langkahnya untuk pergi. Jordy berdiri di sana dengan amarah. Sepertinya ia menyaksikan kejadian antara dirinya dan erika.


Jordy menarik kerah baju azka hendak memukulnya tapi azka hanya tersenyum dingin.


" jangan coba coba mengganggunya"


" apa urusannya denganmu aku mengganggunya atau tidak. "


Jordy semakin mengencangkan cengkramannya. anak anak yang lain hanya melihat dari kejauhan tidak berani mendekat apalagi menghalangi mereka.


" kau harus tau untuk berhenti. Dia adalah batasku. " azka tak gentar sama sekali.


"bbbbuuukk"akhirnya jordy pun tersulut emosi. suara tinjunya terdengar keras hingga anak anak perempuan yang melihat itu berteriak . Ke gaduhan itu memancing sejumlah guru untuk keluar dan menghentikan mereka.


erika berjalan dengan pikiran campur aduk. ia teralihkan tatkala banyak siswa berlarian ke arah kantor tempat guru guru beristirahat setelah mngajar. Dengan penuh keheranan iapun mengikuti mereka agar tau apa yang terjadi.


Erika melihat ke dalam. tampak azka dan jordy sedang di beri evaluasi oleh guru. Mereka berdiri di sana dengan sikap masih saling bermusuhan sama satu lain. Hanya saja mereka tidak berdebat dan menghormati guru dengan meminta maaf dan mengakui kesalahan mereka. Ia pun sedikit mengerti kenapa mereka di hukum karena anak anak membicakannya.


Jordy melangkah keluar dari kantor dengan langkah sangat cepat. Sepertinya emosinya masih belum reda.azka mengikuti di belakngnya ia berhenti sejenak dan melihat ke arah erika namun ia tidak mengatakan apa apa dan langsung pergi begitu saja. Memar di dekat bibirnya masih jelas terlihat. Sepertinya jordy memukulnya cukup keras. erika juga tidak berani menegurnya karena hubungan mereka belum di ketahui orang.


...----------------...


saat keluar dari sekolah rrika melihat jordy duduk di atas motornya sepertinya ia sengaja menunggunya. iapun langsung menghampirinya.


" kau menungguku?" tanya erika basa basi.


Jordy hanya menyerahkan helm tanpa menjawab pertanyaannya.

__ADS_1


sudah cukup lama mereka naik motor namun belum ada satupun kata yang keluar . Sebenarnya erika ingin menanyakan tentang pertengkarannya dengan jordy tapi ia merasa tidak enak hati.tiba tiba saja jordy menghentikan motornya di depan suatu restoran.


" aku lapar. Ayo kita makan dulu." ucapnya tanpa meminta persetujuan dari erika. tanpa membantah erikapun mengikutinya. perasaan jordy sepertinya kurang baik.


Pengunjung restoran lumayan ramai. wajar sajha ini udah masuk waktunya makan siang.


" saya mau pesan makanan yang super pedas disini. Dan satu es teh. kau ingin makan apa?" tanyanya ke arah erika yang sejak tadi diam memperhatikannya.


" aku sepagheti ajha.dan jus jeruk. Oh ya makannan punya dia jangan terlalu pedas" pelayan itu mengangguk dan mulai pergi meninggalkan kami. tampak jordy tersenyum mendengarka permintaanku.


"kenapa?" tanyaku keheranan.


"ternyata kau peduli padaku." ia tampak senang.


"jangan banyak berpikir aku hanya takut kau sakit perut dan ibu akan menyalahkan aku".muka jordy kembali masam aku jadi menyesal mengatakannya. sebenarnya aku memang peduli padanya tapi aku merasa gensi untuk mengakuinya. Lagi pula akan segera pergi dari keluarga ini.


"apa kau berpacaran dengan azka?" pertanyaan jordy membuatku terkejut. Ia tidak basa basi sama sekali. Sepertinya inilah alasannya dia mengajaku makan.


" ya" jawabku singkat tampa melihat ke arahnya. Aku mengambil spagheti yang di taruh oleh pelayan tadi dan mengaduknya untuk menghindari rasa canggungku.


" apa kamu tau, dia punya teman masa kecil yang satu sekolah dengan kami. Mereka sangat dekat. Dan temannya itu mengejarku. tapi aku sama sekali tidak memedulikannya. Sepertinya azka menyukainya karena itulah dia kesal saat dia tau aku mengabaikan perasàannya. bahkan aku sengaja mengatakan kata kata kasar padanya di depan azka dan mendorong azka untuk melindunginya. "


Erika diam mendengarkan cerita jordy tanpa sekalipun menyela. Sesekali jordy melihat eriaka yang tak merespon tapi penasaran.


"kedekatan azka dan gadis itu serta kegigihannya mengejarku membuat gadis gadis di sekolah kami membulinya dan tentu saja azka selalu mencoba melindunginya. tapi dia tak tahan dengan buliying dan pindah ke luar negri. Sepertinya azka dan dirinya menjalin hubungan jarak jauh sampai sekarang. "


" apakah kau bertengkar dengannya masalah gadis itu? " tanyaku mulai penasaran.


" itu masalah lain" jordy enggan menjelaskan perihal kejadian tadi..


Aku paham maksud dari cerita jordy. Dan kenapa ia menceritakan kisahnya padaku. tapi kenapa dia berkali kali menciumku jika dia sangat mencintai gadis itu. Apa aku adalah penggantinya saat dia tidak ada dan dia bebas mempermainkan aku.


" jadi menjauhlah darinya. Aku takut dia tidak punya maksud baik. Kurasa dia mendekatimu untuk membuatku marah dan balas dendam denganku."


Jadi karena itu azka mencoba mempermainkan ku. Tapi dia sangat kelewatan .bukankah aku tidak ada hubangannya dengan masalah mereka. Kenapa dia menggunakan aku untuk membalas dendam.


Erika memegang jus jeruknya dengan sangat erat. perasaanyanya campur aduk. Tapi ia layak mendapat penjelasan dari azka karena dia telah memaksanya untuk menjadi pacarnya.


" siapa nama gadis itu? " tanyaku berusaha tenang.

__ADS_1


" salsa." jawabnya tampa basa basi


" aku sudah lelah mari kita pulang." aku langsung berdiri dan kelaur dari restoran tanpa meminta persetujuan dari jordy. Sepertinya ia mengerti perasaanku saat ini. Ia mengikuti keinginanku dan langsung pergi ke kasir untuk membayar.


__ADS_2