Cinta Dibalik Penolakan

Cinta Dibalik Penolakan
Mencari Jawaban di Geogle


__ADS_3

Zafran sedikit kaget saat terbangun karena tangannya kini melingkar dengan indah diatas perut Tari. Ia bisa dengan jelas merasakan tarikan nafas wanita itu. Dipandanginya lekat-lekat wajah teduh didepannya saat ini yang seolah meminta penjagaan darinya.


Tidak ingin Tari mengetahui keberadaannya disana, ia pelan-pelan bangun dan turun dari tempat tidur dengan berjinjit-jinjit. Ia tidak tahu, Tari sebenarnya sudah bangun sejak tadi tapi ia tidak ingin buru-buru melepaskan pelukan Zafran. Ia merasa sangat nyaman berada dalam dekapan pria tersebut.


Tari baru membuka mata saat mendengar pintu kamar mandi dibuka oleh Zafran. Ia bangun bersandar pada ranjang dan tersenyum sendiri seraya menatap kearah kamar mandi. Tapi semenit kemudian pintu kamar mandi kembali terbuka dan Zafran bisa melihat dengan jelas kelakuan istrinya itu. Tari seketika diam dan mengutuki dirinya sendiri.


"Lu apaan sih, Tar. Dia sekarang pasti mengira lu benar-benar sakit jiwa."


"Kamu kenapa senyum-senyum sendiri lagi?"


"A-a-aku tadi bermimpi sangat indah, hingga senyumnya terbawa kealam nyata."


Zafran hanya memajukan sedikit bibirnya mendengar jawaban Tari. Ia kemudian berjalan kearah lemari mengambil sesuatu dan kembali ke kamar mandi. Didalam ruangan berukuran sedang itu, ia terus memikirkan tingkah laku Tari.


"Wanita ini sangat aneh. Apa aku perlu membawanya ke psikiater?" batinnya.


Karena fikirannya hanya terarah pada Tari, ia cepat-cepat menyudahi mandinya. Sementara Tari yang melihat Zafran keluar dari kamar mandi, buru-buru masuk kedalam sambil menunduk untuk menghindari tatapan suaminya.


Tapi baru saja ia akan melangkah masuk, tangannya sudah dicegat oleh Zafran.


"Kita perlu bicara."


"Biarkan aku mandi dulu, mas."


"Apa segitu frustasinya kamu sama Zayn hingga membuatmu seperti orang gila?"


"What? Zayn? Dasar manusia salju, tidak bisa membaca keadaan. Kalau aku frustasi karena Zayn, kenapa tidak dari sebulan lalu saja aku jadi gila."


Tari bicara pada dirinya sendiri karena mulutnya terasa keluh untuk bicara. Ia akan sangat malu pada suaminya kalau sampai pria itu tahu tentang sandiwaranya.


"Tari, jawab aku!" ucap Zafran sedikit membentak melihat Tari diam saja.


"Tuan muda Zafran yang terhormat, untuk apa aku frustasi karena pria tak bertanggung jawab seperti Dimas, Zayn atau siapapun namanya. Aku sudah tidak ingin memikirkannya lagi. Sekarang aku ingin fokus pada rumah tanggaku sendiri dan mengabdikan hidupku pada suami yang sudah SAH untukku. Cukuplah kesalahanku dimasa lalu jadi pembelajaran untuk aku menjadi manusia yang lebih baik kedepannya."


Deg...


Zafran seketika terdiam mendengar ucapan Tari. Ia tidak menyangka wanita itu bisa berkata bijak dan bersikap semakin dewasa sekarang.


"Dia tadi bilang akan mengabdikan hidupnya pada suami yang sudah SAH untuknya. Apa itu berarti ia sudah benar-benar bisa menerimaku dengan tulus bukan sebagai pria yang sudah bertanggung jawab untuknya saja?"


Zafran diam ditempatnya dengan pandangan lurus kedepan. Melihat itu, Tari melepaskan tangannya dari genggaman Zafran dan masuk kedalam kamar mandi. Sebelum menutup pintu, Tari menatap bokong suaminya dengan sisa+sisa air yang masih menetes ditubuhnya. Ia bergumam yang nyaris tidak terdengar oleh pria itu.

__ADS_1


"Aku mulai nyaman didekatmu, mas."


***


"Bagaimana kantormu kemarin, sayang?" tanya mama Elisa saat berbincang santai dengan Zayn sebelum putra bungsunya itu berangkat ke kantor.


"Tidak ada masalah, Ma. Aku rasa kakak tidak akan ada punya keluhan padaku."


"Syukurlah, sayang. Zaynku sekarang benar-benar sudah kembali.


Mama Elisa merangkul Zayn sambil mengusap lembut kepalanya.


"Semalam kamu pulang jam berapa?"


"Pukul sepuluh malam lewat dikit, Ma."


"Kamu jangan sering-sering ketemu Delia dulu sebelum melangsungkan akad nikah, sayang. Kata orangtua dulu PAMALI."


"Iya, Ma." jawab Zayn seraya tersenyum.


Ia tidak terlalu percaya pada mitos zaman dulu. Tapi ia tidak ingin mendebat mamanya.


"Apa hari ini mama akan keluar?"


"Ide bagus, Ma. Aku pasti akan meluangkan waktu."


"Tentu saja, sayang."


"Kalau gitu aku ke kantor dulu yah, Ma."


Zayn meraih tangan mama Elisa dan menciumnya.


"Hati-hati dijalan, sayang."


***


"Apa kamu sedang sibuk, Ya?" tanya Zafran dari balik ponselnya.


"Aku sedang merapikan file untuk meeting sebentar. Apa ada masalah, Zaf?" balas Arya sambil membetulkan posisi duduknya dan bersandar pada kursi.


"Apa kamu tahu apa penyebab wanita suka senyum-senyum sendiri?"

__ADS_1


"Hahaha. Come on, Zaf. Pertanyaan macam apa itu?"


"Aku bertanya padamu, Ya. Bukan menyuruhmu ketawa."


Zafran dibuat kesal dengan sikap Arya.


"Iya, iya, sorry, Zaf."


"Kalau lagi senyum itu berarti ia sedang bahagia, Zaf. Kalau sedih kan nangis."


"Anak TK juga tahu kalau jawabannya hanya sesederhana itu."


Zafran lagi-lagi kesal. Sepertinya bertanya pada Arya hanya membuang-buang waktunya.


"Terus mau kamu, aku jawab apa? Eh kenapa kamu nggak tanya sama om goegle saja? Dia pasti tahu tuh. Hahaha."


"Sialan kamu, Ya."


Sambungan telfon langsung diputus oleh Zafran. Arya yang selalu diandalkannya kali ini sama sekali tidak berguna.


"Tapi kata Arya benar juga, kenapa aku tidak kefikiran untuk mencari jawabannya di goegle." batin pria itu.


Ia kemudian mencari tempat duduk yang nyaman pada payung-payung dipinggir pantai. Ia sengaja menelfon agak jauh dari Tari karena tidak ingin wanita itu mengetahui topik pembicaraannya.


Zafran kemudian mulai menelusuri pertanyaannya lewat aplikasi yang menyediakan semua jawaban yang dibutuhkan oleh penduduk bumi.


Matanya seketika membulat menemukan jawaban teratas dari pertanyaannya adalah ciri-ciri orang sedang JATUH CINTA.


"Jadi Tari sedang jatuh cinta? Tapi tadi matanya sangat jujur mengatakan bahwa ia tidak ingin lagi mengingat Zayn. Apa itu berarti..."


Zafran menggantung ucapanya, raut mukanya tiba-tiba berubah seperti orang yang sedang marah.


"Berani sekali wanita itu jatuh cinta saat ia sudah menjadi istriku. Lihat saja apa yang bisa aku lakukan pada kamu."


***



Lope-lope sekebon tomat buat bang Zafran๐Ÿ’ƒ๐Ÿ’‹


โค๏ธ Maaf readers kesayanganku up nya dikit-dikit karena mommy tidak punya banyak waktu hari ini๐Ÿ™๐Ÿค—

__ADS_1


๐Ÿงก Bang Satya up malam yah,๐Ÿ˜š


๐Ÿ’œ Keanehan sikapmu berhasil membuat fikiranku terganggu, apa kamu ingin membuatku ikut gila dengan sepanjang hari memikirkanmu... // Zafran๐Ÿ’œ


__ADS_2