
Drrtttttt Drtttttt
Ada pesan masuk dihandpohn Isz. Secepat kilat dibukanya yang ternyata pesan itu dari Alex.
'mesra banget sih, ma toni. didepan kelas pula. tar pulang bareng ya ' isi pesan dari Alex.
Seketika Isz memgedarkan pandangan menyapu seluruh penjuru halaman sekolah. Kemudian nampak lah sepasang mata yang sedang memgawasinya sedari tadi. Isz mengangguk kepadanya sebagai jawaban pesan dari Alex.
"ngapain manggut-manggut kayak orang gila?" celetuk lilis yang kebetulan menoleh ke arah Isz. "Akuh??? emang lagi gilakkk."
Sedari tadi memang Isz tidak hanya berdua dengan Toni, melainkan ber 9 bersama genk nya di sekolah yang terdiri dari Lilis, Yuli, Yuni, Toni, Faiz, Muji, Tintin, dan Baharudin yang selalu nempel kemanapun tintin berada.
Sepulang sekolah, Alex sudah menunggu Isz diparkiran. Mereka pun langsung tancap gas.
"makan di pak Narto dulu yuk. kamu pasti laperkan abis mapel matematika?" Ajak Alex. Alex memang tahu bahwa hari rabu dan jum'at, adalah hari terberat bagi Isz. Karena dirumah pasti tak henti-hentinya ngedumel karna habis dapat pelajaran marematika.
"iya deh. Laper bet nih" jawab isz.
__ADS_1
Alex menghentikan motornya di depan kedai pak Narto.
"pesen mieayam baksonya 2 ya pak, minumnya es jeruk 2." Pesan Alex ke pak Narto. Mereka pun duduk memilih tempat ternyaman.
Entah kenapa, setelah jadian mereka malah saling canggung. Isz yang biasanya tak pernah berhenti bicara pun kini seolah kehabisan kata-kata sehingga dari tadi lebih pendiam dari biasanya.
"Kamu tadi diapain sama bu Dewi, sampek berubh jadi pendiam kayak gini?" Alex tanya Alex memecah kecanggungan.
"Aapaan sih, kamu ga pulang sama Mail? kan biasanya dia bonceng kamu."
Alex memang biasanya selalu pulang bareng mail. Mereka satu kelas dan rumahnya emang deketan.
"Mail ga nanya kamu mau kemna gituh?"
"ga. Soalny aku tadi bilangnya sambil lari. sengaja biar ga di tanyain. hehe"
Pesanan pun datang, mereka ngobrol sambil makan.
__ADS_1
Isz tampak sibuk menyisihkan gagang sawi yang ada didalam mangkuknya.
"mmmm Lex, kita pacarannya diem-diem aja ya. Takutnya tar bapak tau. Takut diomelin, terus dilaporin deh ke ibuk."
Ucap Isz disela2 makan.
Sebenarnya Isz tidak takut diomelin. Hanya saja, Isz tidak mau kelihatan punya pacar satu sekolah. Dia malas saja nanti dicie-cie'in sama teman-temannya.
"oke, gapapa. terserah kamu aja nyamannya gimana." jawab Alex sambil menyeruput es jeruknya.
Setelah menyelesaikan makan, merek pun pulang. Isz hanya menyeruput sedikit es jeruknya kemudian mengekor di belakang Alex.
Sore itu, Isz, Benny dan Gery tampak sibuk di dapur seperti biasanya. Mereka masak untuk makan malam nanti. Kedua sepupu Isz itu memang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah Isz daripada dirumah mereka sendiri. Mereka hanya pulang untuk mandi dan ganti pakaian saja. Hal itu membuat Isz tidak pernah kesepian dirumah.
"mas gimana budhe?" tanya Isz kepada kedua abang sepupu kesayangannya.
"ya masih gitu dek, belum ada perkembangan." Jawab Gery.
__ADS_1
Ibunya Gery sama Benny sedang sakit komplikasi dan memilih rawat jalan. Mereka tidak puang kerumah, bukan karena tidak mau menemani ibunya. Mereka hanya menghindar karna tidak tega setiap melihat ibunya kambuh. Lagipula, dirumah ada kedua adik perempuannya, Citra dan Widia. Sedangkan, bapaknya harus bekerja di luar kota.
___Mohon krisannya ya. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian sebagai tanda bahwa kalian pernah mampir di novel ku ini. 😘😘😘___