
"Lagi latihan jadi orang buta." Suara itu sukses membuat Isz tarlonjak kaget dan menjerit. Saat membuka matany, Isz pun langsung menghambur kepelukan Amir yang sedang duduk didepan Tv.
Sambil menangis dia menghujani Amir dengan pukulan kecil.
"Jahat, jahat," Hanya kata itu yang kekuar disela isakan tangisnya.
"Jahat darimananya. Ditemenin malah ngatain jahat. Yaudah , pulang nih." kata Amir sambil berusaha berdiri. Namun tertahan oleh Isz yang semakin mengeratkan pelukannya.
"Huaaaaa jahat" Isz masih merengek menyembunyikn wajahnya didada bidang Amir. Persis seperti anak yang merengek ke bapaknya.
"Eh eh, apa ini. Main peluk pelukan. Bukan muhrim." Tiba-tiba Vian muncul.
Isz pun menoleh serta melonggarkn pelukanya dari Amir. "Kamu darimana?" tanya Isz.
"Dari beol. Tante ngapain nangis sambil peluk-peluk amir pula. Dosa tante, dosaaaa." Ceramah Vian menirukan gaya pak Kuntjoro guru kesayangan seluruh siswa.
Bukannya menjawab, Isz malah balik bertanya.
"Kalian kapan kesini?" sambil turun dari pangkuan Amir duduk dan mengelap airmata juga ingusnya.
"Ya dari tadi lah. Tante dikamar. Makanya gatau kita dateng."
__ADS_1
Isz pun menatap tajam kearah Amir yang sudah kembali memegang gitarnya. Sejenak Isz berdiam. Mengingat ketakutannya dengan suara-suara tadi. Lalu kembali menatap Vian.
"Tante kenapa nangis?" tanya Vian lagi sambil duduk disamping Isz.
"Gapapa. Tadi ada orang jahatin aku. Aku mau tidur. Kalian jangan pergi." sekilas Isz melirik Amir lalu kembali kekamar sambil menghentak-hentakkan kakinya dilantai.
"Dasar cewek gak jelas." Gerutu Vian.
"Aku denger, Vian." Teriak Isz yang ternyata belum masuk kekamarnya.
_Met bobo sayang. Mimpi indah ya 😘_ pesan dari Alex
_👍😘_
Sore ini anak-ank ngumpul lengkap. Alex, Amir, Vian, Benny dan Gerry tentunya. Mereka sedang asik bernyanyi-nyanyi diiringi gitar dan ketipung. Lagu dangdut koplo jawa kesukaan mereka tak hentinya mengiringi kegiatan masak Isz sore ini.
Bapak yang baru saja pulang kerja pun langsung bergabung dengan para pecinta dangdut koplo jawa. Turut serta menyanyi sambil rebahan.
_Rino lan wengi moto iki angel dieremake mung lem Leman esem lan manise
Kapan ku ber temu sak kedepeing moto
__ADS_1
Wes marem atiku
Andai kan sayang ku saiki isih ono ning kene
Kita akn selalu memadu cinta
Bungahe atiku sepine atiku hanya dalam mimpi._
Lagu sayang 2 yang dinyanyikan mereka sukses membuat isz juga ikut komat kamit menyanyi.
"Maaasss bantuuuuuu..." Teriak Isz dari dapur. Namun tak satupun dari mereka yang mendengar dan tetap memainkan musik koplo mereka sambil menyanyi.
"Woy.... Bantu..." Teriak Isz sambil membawa nampan berisi nasi ada ikan, pete, dan lalapan sayur dipinggiran mengelilingi nasi. "Bawa sambel oseng sama kerupuknya." Lanjut Isz.
Seketika mereka menghentikan kegiatan dangdutan mereka. Kemudian dengan sigap Gerry dan Vian pun membantu Isz.
"Ayok, semua makan dulu." Ajak bapak kemudian.
Mereka menikmati makan bersama. Satu nampan untuk rame-rame. Diselingi obrolan dan sesekali juga mereka bercanda.
"Hahhhhhhhhhh" Tiba-tiba Vian dengan wajah merah padam mendesah gelisah membuang nafas tepat dihadapan wajah Gerry.
__ADS_1
"Peteeeeeee campur bawang njiiiiimmmm" Spontan Gerry pun menoyor kepala Vian hingga Vian terjungkal.
_mohon tinggalkan jejak kalian sebagai tand bahwa kalian pernah mampir di novel ini._ 😘😘😘