Cinta Estafet

Cinta Estafet
06


__ADS_3

Masih dalam posisi saling memeluk, alex mencium leher jenjang Isz. Tangannya pun semakin tak terkondisikan, yang kini sudah berada disalah satu sisi dada Isz. Membuat isz menggeliat merasakan geli yang belum pernah dirasakan sebelumnya.


Sshhhhh,,,


desahan kecil lolos dari mulut Isz saat tangan alex meremas dada isz yang terbalut bra plum. Sehingga terasa begitu nyata telapak tangan Alex melekat disana.


Ukuran dada isz yang memang diatas rata-rata ukuran wanita seusianya membuat isz tidak PD jika harus menggunakan bra dengan busa yang tebal.


Mereka semakin hanyut saling mengulum dan menghisap satu sama lain. Sesekali ciuman alex turun ke leher. Sambil masih asik meremas benda yang sangat kenyal dan padat di dada Isz.


JRRRENGGG


Tiba-tiba suara gitar membuyarkan kemesraan yang lagi panas-panasnya. Mereka kaget dan langsung membenarkan posisi duduk mereka masing-masing sengan gugup.


Si pemilim gitar pun langsung masuk kedalam rumah isz tanpa menyapa atau mengeluarkan sepatah kata pun.

__ADS_1


"Alex, Amir." isz menggantung kalimatnya


"Dia tau hubungan kita." potong alex.


"Hah?"


"Iya, sebelum aku nembak kamu, aku minta pertimbangan ke dia." Jelas alex kepada isz.


"Tadinya dia diam saja. Tapi setelah ku desak dia bilang terserah." Lanjutnya.


"Dia adek yang lebih tua dariku jangan lupa itu." Amir dan Alex saudara sepupuan. Ayah Alex kakak dari ayah nya Amir.


Ayah amir lebih dulu menikah dari ayah Alex yang menjadikan Amir lebih tua satu tahun dari Alex. Ayah alex dulunya terlalu sibuk membuka lahan sawit di palembang hingga tidak sempat memikirkan soal pernikahan. kini Alex sekeluarga menetap di palembang.


Sebulan berlalu, hubungan Isz dan Alex berjalan seperti layaknya hubungan remaja pada umumnya.

__ADS_1


Siang ini, mata pelajaran kosong hingga waktu istirahat dikarenakan dewan guru sedang ada rapat. Sehingga guru memberikan tugas kepada para siswa.


Isz yang duduk sebangku dengan Zulfi pun tak ambil pusing. Karena dengan secepat kilat mereka menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru. Tentu Zulfi yang bekerja. Isz tinggal menyalin.


Setelahnya mereka mengobrol. Entah apa saja yang dibicarakan. Zulfi selalu ada saja bahan bahasan untuk dibicarakan. Bukan ngegibah ya.


Sesekali mereka tertawa. Just friend. Mereka saling nyaman sebagai tempat berbagi cerita.


Muhammad Zulfikar rachman. Anak asli sidoarjo. Memiliki otak cerdas. Perawakan tinggi, berkacamata hidung mancung bibir agak tebal memiliki lesung pipi. Mirip afgan. Ya begitu para siswa menilainya. Bahkan tak sedikit kakak kelas (cewek khususnya) yang memanggilnya afgan.


Sebenarnya ada beberapa teman sekelas yang ngiri kepada Isz atas kedekatannya dengan Zulfi. Tapi Zulfi selalu bisa meyakinkan Isz untuk tetep duduk sebangku dengannya.


Ya, walau tiap keluar kelas Zulfi tidak pernah kumpul dengan Isz and the gank, tetapi kalau di kelas bak perangko. Disudut mana ada Isz disampingnya pasti ada Zulfi.


"Eh bi, ada jenggot deh didagu, mana putih pula. Udah tuaan sih. Sok-sokan jadi anak SMA" canda Isz kepada Zulfi. _bi/abi_ panggilan khusus dari Isz ke Zulfi. Zulfi yang meminta tentunya.

__ADS_1


_please semangatin aku yah. tinggalkan jejak kalian_


__ADS_2