Cinta Estafet

Cinta Estafet
08


__ADS_3

Aqirnya Zulfi pun pasrah. Mengikhlaskan baksonya sambil memandang lekat Isz yang menikmati suapan demi suapan bakso Zulfi. Sesekali ia menyodorkan tisu ketika Isz belepotan makannya.


"Hey... Hey... Pasutri kalok mau mesra-mesraan jangan disekolah woy..." seru Antok


"Dasar gatau tempat. Mata polosku ternoda." timpal Agus. Seolah tak ada orang lain disana Zulfi dan Isz pun cuek saja.


Acara makan makan pun selesai. Tepat satu jam sebelum jam istirahat. Mereka memutuskan kembali kekelas karen kantin semakin rame.


Saat perjalanan kembali ke kelas pun Isz sembali melirik ke arah kelas Alex. Nampak barisan duduk yang rapi dikelas Alex lengkap dengan guru didepan kelas mereka.


Tepat mereka memasuki kelas, bersamaan bu Dewi masuk kedalam kelas. Ya, pelajaran matematika pun di mulai. Rasanya baso yang tadi dimakan dikantin pun ingin kembali keluar dari dalam perut Isz.


_katany jam kosong sampai setelah istirahat. lah ini guru main masuk kelas aja_ batin Isz kesal.


Aqirnya pelajaran matematika berlangsung hingga jam istirahat tiba

__ADS_1


"Yah, kenyang bakso. Bekal ku sayang dah." Isz berdecak. Mengingat perjuangannya tadi pagi-pagi sekali masak. Malah ga kemakan.


"Sayang apanya? Tadi umi makan baksoku kalau umi lupa." Zulfi mengambil kotak makan ditangan Isz. "perasaan tadi ditas ga ada. Kok tiba-tiba muncul kotak makan ditanganmu." lanjutnya sambil mbuka kotak makan dihadapannya.


"Kan aku letakin dilaci bi. Ya ga nemu lah ditas. Nemunya pembalut." sahut Isz.


"Enak. Siapa yang masak?" Tanya Zulfi sambil dipenuhi nasi dimulutnya.


"Telen dulu bi. Ga ada air. Ya aku lah yang masak. Masa iya tetangga." Jawab Isz.


"Oh terimakasih tawarannya, itu bekalnya abisin ya. Istrinya yang masakin ya pak semangat banget makannya." Tolak Isz yang memang sudah kenyang bakso Dikantin tadi.


"Tentu. Istriku jago masak." Sahut Zulfi sambil memasukkan suapan demi suapan kemulutnya.


"Woy... Pasutri. Ini sekolah bukan tempat bermesraan." Seru Lilis menghampiri pasutri palsu itu. Langsung ikut menyendok makanan yang ada dihadapannya.

__ADS_1


"Enak kan? Isz yang masak lho." kata Zulfi kepada Lilis.


"Oh iya? Kirain preman gabisa masak." sahut Lilis.


"Oh tentu bisa. Preman ini, calon istri sholekahhh. Catet tuh." Sewot Isz dikatain preman.


"Berarti besok masakin lagi ya umi." Kata Zulfi dengan memasang puppy eyes nya. Tampak menggemaskan.


"Sayang sekali, calon istri solekah ini bukan calon istrimu. Jadi gamau aku tepot-repot masak" Sahut Isz kemudian pergi berlalu keluar kelas.


"Oy, yang bilang calon Istriku siapa. Kepedean akut tuh. Awas terbang." Teriak Zulfi yang sudah tidak mendapat respon lagi dari Isz. Karena jauh diseberang Isz berdiri saat ini, ada pemandangan yang lebih penting.


Segerombolan siswa laki-laki sedang bercanda dibangku bawah pohon beringin. Salah satu dari siswa disan melambai kecil kearah Isz. Membuat pipi Isz pun auto blushing.


Dirumah, Isz sedari tadi sibuk beberes rumah sendiri. Memasak menyapu cuci piring semua sudah beres. Tinggal nyetrika. Dibawanya setrikaan keruang tengah. Nyetrika sambil nonton TV pikir Isz.

__ADS_1


"Yang lain mana?" Tiba-tiba Amir datang langsung duduk disofa samping Isz nyetrika.


__ADS_2