Cinta Estafet

Cinta Estafet
07


__ADS_3

"Masa? Nggak lah. Umi ngaco deh, Ganteng gini, masa dibilang tua." sanggah zulfi namun sambil menggeledah tas Isz untuk mencari kaca. Umi panggilan zulfi ke isz.


"Abiiii,,, aku tuh cuma bilang tua. Ga bilang kalo tua terus berubah jadi ga ganteng." jawab Isz kemudian.


"Eh apaan nih, lu bawa makanan? Ini roti? Kok aneh gini. Apaan sih ini." seru Zulfi yang menemukan sesuatu yang aneh ditas Isz.


"Itu pembalut bi, jangan ah. Buat jaga-jaga." Isz berusaha menyahut pembalut yang memang selalu ada didalam tas.


"Pinjem bentar aja. Jangan pelit." kata Zulfi sambil membuka perlahan pembalut ditangannya. "Kok gini. Ada lem nya. Lembut." Zulfi membolak balikkan benda sakral itu. "Hmmm aroma mint." Zulfi menciumnya kemudian.


"Abiiii jangan ih,, jorok kamutuh." Isz aqirnya bisa merebut jimatnya. Sekertika Isz menyimpan kembali kedalam tas.


"Itu kamu, ga panas pakek mint kayak gitu?" tanya Zulfi masi dengan muka anehnya. Yang entah mengapa masih terlihat tampan.


"Enggak. Semeriwing...." jawab Isz sekennya. Zulfi masih dengan muka cengo nya. "kalo gapercaya coba aja." Isz mencebik kan bibirnya.


"Ya kali cowok pakek begituan. Mana tadi, liat." Zulfi kembali mengambil benda itu. Kemudian kembali mencuim-ciumnya. Sementara Isz hanya mendiamkan. Memandang nanar jimat berharganya yang sudah terbuka. Dan tidak bisa digunakan lagi tentunya.

__ADS_1


"Bi, coba ciumnya sambil merem." Zulfi menurutinya. "Ehem... Terus bayangin itu pembalutnya udah abis aku pakek." Isz sudah menahan tawanya.


"Masi aroma mint." Zulfi masi setia memegangi benda aneh itu.


"Ihhhh abi mah gitu." Isz yang sebal langsung merebut jimatnya lalu menyimpan kembali ke dalam tas, karena tidak berhasil mengerjai Zulfi. Sementara Zulfi hanya cengar cengir.


"Kalian pasutri mesra amat." Tiba-tiba Anto dan Agus sudah duduk menghadap belakang. Tanda mereka sudah selesai mengerjakan tugas mereka. "Kantin yuk." Ajak mereka.


"Nanti lah, belum jam istirahat." Jawab Isz yang didukung dengn anggukan Zulfi.


"Yaelah, belum jam istirahat kan tugas udah selesai. Jam kosong juga sampai nanti abis istirahat." desak Agus.


Mereka berempat pun tiba dikantin. Ada beberapa siswa juga disana. Agus, Anto, dan zulfi pun memesan makanan mereka.


"Pesenin es jeruk ya bi. Gula nya ga usah diaduk." Pinta Isz yang langsung mencari tempat duduk yang nyaman.


"Kamu gamakan?" Tanya antok kemudian. Setelah mereka memesan makanan mereka.

__ADS_1


"Aku masi kenyang. Lagian tadi aku bawa bekal." jawab Isz.


Kemudian mereka melanjutkam obrolan kesana kemari. Dan tak lama kemudian pesanan datang. Obrolan pun berlanjut sambil merekan makan.


"Kamu beneran gak makan mi? Enak lho." kata Zulfi setelah menyeruput kuah basonya.


"Nggak. Aku bawa bekal tadi bi." Jawab Isz sambil menyeruput es jeruk asemnya.


"Ya udah." Zulfi melanjutkan acara makannya.


"Tumben baksonya enak. Biasanya mah tepung doang." Agus mengomentari bakso dimangkoknya.


"Iya nih. Tumben enak. Kuah nya juga tumben enak." sahut Antok.


"Masa??? Coba bi, aku icip." Isz menyerobot bakso Zulfi kemudin menyendokkan potongan bakso ke mulutnya. "Iya... Enak..." kemudian Isz menyendokkan bakso untuk kedua kalinya.


"Eh eh,,, bakso aku. Pesen sendiri sana" protes Zulfi yang mangkoknya tidak kunjung kembali.

__ADS_1


"Bentaran donk bi. Jangan pelit." Isz masih semangat menyendokan bakso kemulutnya.


__ADS_2