Cinta Estafet

Cinta Estafet
02


__ADS_3

"kamu bilang pulsa kamu habis? Yuk aku anter beli. Sekalian aku juga mau beli." ajak Alex kepada Isz malam itu,


"ah... Ya, aku sekalian nitip rokok ya" sahut Benny.


"Nduk, sekalian tolong ambilkan kain furing dirumah om Giyatmann ya." Bapak Isz menimpali. "3 meter saja warna putih gading ya." Imbuh bapak Isz.


"wahh wahhhhh kayak kurir aja aku." gerutu Isz.


Padahal dalam hati ikhlas-ikhlas aja. Kan perginya sama sang pacar hehee.


Isz dan Alex pun segera berangkat. Tepat di halaman rumah, nampak amir datang sambil bersenandung kecil.


"kemana?" tanya amir singkat.


"jalan-jalan dong." jawab Alex mengejek.


Terdengar kecil Amir berdecak.


Ditengah perjalanan, tepatnya ditempat kemarin Alex mengungkapkan perasaannya ke Isz, Alex menghentikan motornya. Isz hanya diam, faham pasti ada yang mau Alex bicarakan.


"mmmm, kita ngobrol-ngobrol bentaran disini ya." ucap Alex kemudian mereka masih dalam posisi berboncengan dimotor.

__ADS_1


"nanti lama, gimana? Mereka curiga gimana?"


"nggak lama, aku cuma pengen ngobrol-ngobrol berdua aja sama kamu." Alex menarik tangan Isz kemudian melingkarkan dipinggngnya. Sehingga kini tampak Isz memeluk Alex dari belakang.


"dih kamu mah modus, yakan?" desis Isz. Jarak mereka yang terlalu dekat, membuat nafas Isz mengenai daun telinga Alex yang membuat bulu kuduk berdiri. Alex lelaki yang sudah cukup dewasa. Sudah 18 tahun. Walau masih duduk dibangku SMA kelas 12.


Seketika menoleh ke samping sehingga cuppp.


Pipi Alex mengenai bibir Isz, membuat mereka sama-sama merona.


"ish,,, kamu sengaja ya." ucap Isz menahan malu sambil cubit pelan pinggang Alex yang justru nampak seperti Isz sedang menggoda Alex.


"kamu yah, nakal yah..." Isz semakin mencubit pinggang Alex bertubi-tubi. Membuat Alex cekikikan sambil turun dari motor.


"sayang, kalok kamu gini terus, namanya kamu yang nakal. Gelinya kemana-mana loh"


"biarin, sukurin." isz semakin menghujani Alex dengn cubitan kecil.


Alex berusaha menghindari cubitan dengan memegangi kedua tangan Isz kebelakang punggung Isz. Seketika Isz berhenti menyadari posisinya kini. Alex memeluknya.


Satu detik

__ADS_1


Dua detik


Tiga detik


"Alex" ucap Isz pelan.


Tak menyahut, Alex malah membenarkan posisi pelukanya dan semakin mengeratkan pelukanya.


"kamu jangan gini ya ke cowok lain. Gini nya ke aku aja." bisik Alex tepat di telinga Isz.


Seperti biasa, Isz selalu berpindah tempat duduk disamping yuni ketika pelajaran kimia. Biasanya, dia duduk satu meja dengan Zulfi. Namun, guru kimia ini akan sangat cerewet jika melihat siswa perempuan duduk sebangku dengan siswa laki-laki. Jadi Isz lebih memilih mengalah untuk menghindari keributan.


"suami ku yang tampan, istrimu hendak mengungsi, jangan selingkuh dariku." canda Isz kepada Zulfi sebelum pindah tempat dudu. "jangan duduk semeja dengan Bonds, apalagi Agus, merek mesum. Kamu nanti terpengaruh oleh mereka." Imbuh Isz.


"pergi lu munaroh, jangan balikkk." sahut Zulfi dalam kekehannya.


Pelajaran kimia yang membosankan pun usai. Berganti mata pelajaran yang lain hingga waktu istirahat pun tiba.


Isz and the ganks pun berjalan kekantin. Melewati lorong kecil tepat di sebelk kelas Alex. Isz yang tadinya paling cablak pun mendadak jadi pendiam, sambil melirik-lirik kekiri kekanan, memastikan Alex tidak ada di sekitaran sana.


__mohon tinggalkan jejak kakian yah. semangatin aku_ 😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2